23/06/2024
JAGA ANAK DARI PORNOGRAFI
Betapa mudah bagi anak sekarang untuk mengakses pornografi melalui gadget. Padahal bila sudah kecanduan pornografi, otak bagian depan anak yang masih tumbuh akan rusak. Akibatnya: anak tidak bisa membedakan lagi benar dan salah, tidak mampu menahan keinginan dan tidak bisa merancang masa depannya sendiri.
Maka Ayah Bunda, ajarkan anak menjaga pandangan (Gadhul Bashar) dari sejak dini. Caranya adalah dengan mengajarkan padanya kisah Nabi Yusuf ‘alaihi sallam.
Kisah Nabi Yusuf adalah kisah terindah di dunia, bukan hanya dari ceritanya, tetapi dari tingginya hikmah di balik cerita itu. Terutama dari pendidikan seksualnya.
Dapatkan tips praktis lain di KELAS PARENTING SECANGKIR KOPI, 29-30 Juni 2024
Daftar di sini:
https://webinar.ekawardhana.com/secangkir-kopi-29-30-juni-2024
05/09/2023
KENAPA ANAK SEKARANG MELAWAN ORANGTUA DAN JATUH KE LGBT?
Astaghfirullah… saat ini semakin banyak anak yang terjerumus: mulai dari melawan orangtua sampai jatuh ke perilaku LGBT.
Kenapa bisa begitu? Salah satu sebab penting yang kita lupakan adalah karena mereka mengikuti idola yang salah. Inilah yang disebut krisis idola.
Semua muslim yang baik pasti tahu bahwa teladan terbaik adalah Nabi Muhammad Shalallaahu ‘alaihi wa sallam. Tapi yang tidak diketahui adalah bagaimana caranya?
Agar tahu jawabannya, yuk ikuti webinar *Mengatasi Krisis Idola pada Anak*
🗒️Sabtu, 2 Sept 2023
⏰ 19.45 - 21.30 WIB
👨💻Pembicara : Kak Eka Wardhana (Pendongeng, Penulis Buku, Pembicara Parenting) .
Jangan sampai terlewatkan yaaa..🤗
Silahkan bergabung ke grup WhatsApp saya:
Grup Webinar Parenting bersama Kak Eka❤️
WhatsApp Group Invite
22/07/2023
BUAT ANAK KITA TERSENYUM HARI INI
Oleh: Kak Eka Wardhana, Rumah Pensil Publisher
Ayo Ayah Bunda, buat anak kita tersenyum hari ini. Caranya bisa dicoba dari hal-hal berikut ini:
1. Ajak mereka membuat sesuatu hari ini: masakan, membereskan rumah, dll.
2. Ajak anak mencoba melakukan hal-hal seru yang pernah kita lakukan di waktu kecil dulu.
3. Kasih bingkai hasil karya anak, lalu tempatkan dia di dinding ruang tamu.
4. Bila setiap hari anak sudah rutin membereskan kamarnya, khusus hari ini kita yang bereskan.
5. Khusus untuk hari ini berikan anak makanan kecil favoritnya
6. Ajak anak berdua saja dengan Anda menghabiskan waktu bersama.
7. Bermain peranlah, misalnya hari ini Anda peragakan suara kakek atau nenek.
8. Coba hal baru hari ini: coba resep baru, olah raga baru, membuat karya yang baru.
Masih banyak lagi hal yang bisa dilakukan. Tapi yuk coba yang sudah disampaikan di atas. Selamat berbahagia bersama anak Anda hari ini, Ayah Bunda.
14/11/2019
MENJADI AYAH YANG BAIK?
Oleh: Kak Eka Wardhana, Rumah Pensil Publisher
Menjadi ayah yang baik? Lihatlah sosok Rasulullah Shalallaahu ‘alaihi wassalam. Beliau adalah seorang pelindung dan pembimbing paling baik dalam keluarga. Dengarlah nasihat hadis ini:
“Yang terbaik di antara kalian adalah yang terbaik terhadap keluarga. Dan aku adalah yang terbaik kepada keluarga.” (HR Al-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ibnu Hibban)
Juga dengarlah kesaksian Anas bin Malik yang sehari-harinya banyak dihabiskan bersama Rasulullah. Kata Anas, “Aku belum pernah melihat seseorang yang lebih sayang kepada keluarga selain Rasulullah Shalallaahu ‘alaihi wassalam.”
Apakah rasa sayang Rasulullah itu berarti membolehkan apa saja yang anaknya inginkan? Tidak. Rasa sayang Rasulullah itu mengandung ketegasan yang berprinsip. Dengarkan apa yang disabdakan Rasulullah Shalallaahu ‘alaihi wassalam tentang putri kesayangannya:
“Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya (Allah Subhanahu Wa Ta’ala), seandainya Fatimah binti Muhammad Shalallaahu ‘alaihi wassalam mencuri, tentu Muhammad Shalallaahu ‘alaihi wassalam akan memotong tangannya.” (HR Bukhari)
Rasa sayang yang ditunjukkan Rasulullah pada keluarganya juga mengandung teguran yang disertai ilmu (bukan teguran saja tanpa alasan). Rasulullah pernah menegur seorang anak bernama Umar bin Abi Salma,
“Hai Nak! Bacalah basmallah, menyuaplah dengan tangan kananmu serta makanlah apa yang ada di dekatmu.” (HR Bukhari dan Muslim)
Menjadi ayah yang baik? Lihatlah teladan Nabi Ibrahim alaihi salam yang menunjukkan bahwa kecintaan pada anak tetap harus didasarkan pada kecintaan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Menjadi ayah yang baik? Tirulah teladan Nabi Yakub (ayah Nabi Yusuf) alaihi salam yang sangat sabar dalam mengajarkan mana kebaikan dan mana keburukan pada anak-anaknya.
Menjadi ayah yang baik? Lihatlah puisi yang dibuat oleh seorang wanita tak dikenal ini:
“Saat pertama aku menikahi suamiku, aku sudah tahu dari sejak awal:
Bahwa suamiku itu lembut, penuh perhatian, bijaksana dan lapang dada.
“Tetapi kini aku tahu yang dulu aku tidak tahu,
ternyata banyak hal yang ia lakukan dengan tangannya:
Mainan rusak yang ia betulkan, ayunan yang ia dorong,
serta mewujudkan semua hal yang bisa ia wujudkan.
“Sekarang, semakin lama kami bersama,
semakin besar keberuntungan yang kurasa:
ketika aku menikahi seorang suami yang baik,
maka ternyata aku juga menikahi seorang calon ayah yang luar biasa.”
Salam Smart Parents!
30/07/2019
Bismillah... lama tidak menyapa disini, InsyaAllah..mari kita mulai lagi semangat menebar kebaikan bersam Rumah Pensil
15/05/2019
APA ITU PUZZLE?
Anak-anak muslimku yang baik, Kak Eka mau tanya: apa itu PUZZLE?
Kalau bingung, pilih jawabannya nih:
a. Makanan lezat dari Italia,
b. Menara miring di Italia,
c. Perasaan kalau kamu lagi agak marah,
d. Permainan menyusun gambar.
Jawabannya adalaaah....
Apa? Makanan lezat dari Italia? Oh, itu bukan puzzle tapi Pizza.
Apa? Menara miring di Italia? Itu kan Menara Pisa.
Hm? Perasaan kalau kamu lagi agak marah? Wah, itu namanya kesal.
Jadi jawabannya adalah: d. Permainan menyusun gambar.
Kalian pasti s**a main PUZZLE kan? Selain asyik, juga bisa meningkatkan kecerdasan lho.
Nah, tahu nggak kalau beberapa buku Rumah Pensil karangan Kak Eka juga bisa dibuat Puzzle cover belakangnya?
Salah satunya seperti di gambar ini:
Judulnya: AMAZING HADIS
Ada 5 jilid, full colour, setiap jilid 44 halaman, dilengkapi komik.
Jadi selain asyik main puzzle, kalian juga bisa tahu banyak tentang hadis sederhana dari buku ini.
Yuk, buruan dimiliki! Mumpung sedang diskon 50% selama Ramadhan lho.
Berminat? Kontak Kak Ria di 0812 232 6666 2.
Selamat membaca dan bermain!
08/05/2019
MAKHLUK APA INI?
Anak-anak muslimku sayang, Kak Eka punya tebak-tebakan:
Di antara sekian banyak ciptaan Allah ada satu jenis makhluk yang namanya terdiri dari 3 kata. Kak Eka akan sebutkan kata ke-2 dan kata ke-3. Tugas kalian adalah menebak kata pertama yaaa...
Nah, nama makhluk itu adalaaah...
“........... GIGI BERDARAH”
Wuaaah, mahluk apaan tuh Kak? Kok namanya seram begitu?
Ooo, jadi kalian belum pernah dengar ya? Baiklah, akan Kakak kasih tahu, tapi...
Tebak dulu nama yang tidak lengkap di atas (di bagian titik-titik) dengan memilih salah satu dari kata ini:
a. VAMPIR
b. HARIMAU
c. ULAR
d. JAMUR
e. KUMBANG
Sudah menebak? Oke, jawaban yang benar adalaaah...
d. JAMUR
Jamur? Iya, lengkapnya jadi: JAMUR GIGI BERDARAH.
Jadi makhluk ini sejenis tumbuhan ya?
Iya, dan Jamur Gigi Berdarah bisa dimakan, walaupun tidak disarankan.
ALLAH SUBHANAHU WA TA’ALA memang sangat keren! Selain Jamur Gigi Berdarah, ada beberapa tumbuhan seram lain seperti: Bunga Kelelawar Hitam, Tomat Landak, Si Mata Boneka, Jamur Sengatan Gurita dan lainnya.
Kalau mau tahu lebih banyak, silakan baca buku Kak Eka ini:
SERI KENAL ALLAH YUK! (SKAY)
Ada 8 jilid, @ 24 hal. Full colour.
Cepat pesan ke: Kak Ria di 0812 232 6666 2.
Mumpung diskon besar lho!
Lumayan kan ngabuburit sambil baca buku lucu dan asyik ini...
20/01/2017
PASSION, BUKAN OBSESI
Oleh Kak Eka "Rumah Pensil" Wardhana
Beberapa bulan yang lalu, Fia-anak sulung kami, memasuki dunia kuliah. Ia mengambil jurusan idamannya dari sejak kecil: Animasi.
Hal itu adalah sesuatu yang sangat saya syukuri, sebab banyak anak yang mengambil jurusan kuliah namun kemudian baru tahu bukan di situ letak passionnya. Berdasarkan pengalaman pribadi, mengambil jurusan kuliah seharusnya memang berdasarkan passion bukan sekadar obsesi. Sebab obsesi bisa dipengaruhi lingkungan. Contoh: seorang dokter yang sukses cenderung menularkan obsesi pada anaknya agar juga menjadi seorang dokter. Bila tertular, anak akan ikut terobsesi menjadi dokter, padahal belum tentu passion (hasrat)nya.
Saya adalah contoh nyata kesalahan seperti ini. Dari kecil saya terobsesi untuk menjadi saintis, itulah sebabnya saat memilih jurusan kuliah, saya memilih (dan diterima) di jurusan Teknik Elektro. Padahal passion saya adalah menulis cerita. Wuaduuuh...
Obsesi bisa menipu dan membutakan, tapi passion bersifat jujur. Kita tidak bisa memaksakan hasrat untuk sesuatu yang tidak kita s**a.
Nah, Ayah dan Bunda, cari dulu passion (hasrat) anak kita. Bila sudah ketemu, tambahkan dengan obsesi di bidang yang sama. Insyaa Allah, hasilnya akan luar biasa.
18/01/2017
Selamat Pagi Ayah-Bunda, selamat berkaktivitas ya :)
"Menang saat mengatasi tantangan kecil, tidak membuat kita kuat.
Kita akan lebih kuat bila menghadapi tantangan besar.
Walaupun akhirnya gagal". (Rumah Pensil Quote)