11/05/2026
Kisah Abubakar Lambogo, Pahlawan Asal Enrekang yang Kepalanya Dit4ncapkan di Ujung Bayone
Andi Abubakar Lambogo, dikenal juga dengan julukan “Puang Bakkarang”, lahir pada 1913 di Massenrempulu. Ia berasal dari keluarga bangsawan setempat, putra Haji Lambogo Pettana Bali dan I Nambe.
Ketika Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, semangat anti-kolonialisme menggema hingga pelosok, termasuk ke Enrekang dan Massenrempulu. Abu Bakar memilih melepas status bangsawannya untuk bergab**g dengan perjuangan rakyat.
Pada tahun 1946 ia aktif dalam organisasi perjuangan seperti Pemuda Nasional Indonesia (PNI), Badan Pemberontak Republik Indonesia (BPRI), dan kemudian memimpin Batalyon I Massenrempulu.
Pada 28 Januari 1947, ia secara resmi diangkat sebagai komandan Batalyon I di Enrekang dengan pangkat kapten.
Perjuangan di bawah komandonya meliputi wilayah-wilayah seperti Kotu, Batu Ke’de, Cendana, Kollong Buttu, Kalosi, Maiwa, Kulinjang, dan Salu Wajo.
- Bentrokan dan Serbuan KNIL 13 Maret 1947.
Perlawanan yang dipimpin Abu Bakar tak luput dari atensi pas**an kolonial, KNIL (Tentara Hindia-Belanda).
Rencana awal menunjukkan bahwa Abu Bakar ditugaskan mengawal rombongan menuju Palopo untuk meresmikan Resimen III Divisi Hasanuddin, bersama pimpinan lain seperti M. Saleh Lahade dan Andi Odang.
Namun pada 12 Maret 1947, rombongan Lahade dan Odang memutuskan pergi ke Suppa atas ajakan rekan seperjuangan, sedangkan Abu Bakar memilih tinggal bersama pas**annya di Maiwa.
Malam harinya, Abu Bakar bersama anak buahnya bermalam di Desa Salu Wajo. Tanpa disadari, satu unit pas**an KNIL telah menguntit pergerakan mereka sejak dari Maiwa.
Keesokan pagi, 13 Maret 1947 saat sebagian pas**an sedang mandi, KNIL melancarkan serangan mendadak.
Karena serbuan tiba-tiba, pas**an Abu Bakar tidak sempat menyusun pertahanan. Banyak dari mereka gugur atau tertawan; kabur terpencar.
Abu Bakar sendiri tertembak di paha. Dalam kondisi terluka dan tidak berdaya, ia dan beberapa anak buahnya ditangkap dan dibawa ke markas KNIL di Enrekang.
Setibanya di markas KNIL, para tawanan termasuk pejuang dari Batalyon I disiksa secara kejam. Mereka ditelanjangi, diikat pada tiang listrik, dan dibiarkan menderita selama lebih dari 24 jam.
Sementara itu, nasib Abu Bakar berakhir tr4gis. Kepala kapten itu dipengg4l.
Keesokan harinya, kep4la Abu Bakar dipajang di depan pintu gerbang pasar Enrekang, tert4ncap di ujung bayonet sebagai simbol kekuasaan dan peringatan brutal bagi masyarakat yang masih berani melawan.
Tak hanya itu, para tahanan rekan seperjuangannya dipaksa satu per satu mencium potong4n kepala itu. Sebuah penghinaan dan teror psikologis yang mendalam.
Tindakan ini tidak hanya untuk membvnuh fisik, tetapi juga mematahkan semangat perlawanan rakyat di Massenrempulu dan sekitarnya.
Kematian Abu Bakar terjadi pada 13 Maret 1947, saat usianya sekitar 33–34 tahun.
Meski demikian, perjuangannya meninggalkan jejak mendalam. Ia kemudian diakui sebagai pejuang, bahkan namanya diabadikan menjadi nama jalan di beberapa kota di Sulawesi Selatan, termasuk di Makassar.
Kisah beliau juga menjadi simbol pengorbanan dan keberanian rakyat Massenrempulu dalam mempertahankan kemerdekaan meskipun dibayar mahal dengan nyawa.
Bagi banyak orang di Sulawesi Selatan, terutama di Enrekang dan Massenrempulu, nama Andi Abubakar Lambogo tetap hidup sebagai lambang perjuangan dan semangat melawan penjajah.
Kisah Abu Bakar Lambogo menyentuh sekaligus menggetarkan. Ia bukan sekadar pejuang bersenjata, melainkan simbol bahwa kemerdekaan diraih melalui d4rah, air mata, dan keberanian luar biasa. Perjuangannya di tengah kebrutalan kolonial menunjukkan bahwa semangat merdeka tidak pernah padam, meskipun dihantam dengan cara paling kej4m.
Semoga redaksi ini bisa menjadi penghormatan bagi jasa-jasanya, dan mengingatkan kita bahwa kemerdekaan yang kita nikmati hari ini dibayar mahal oleh generasi seperti Abu Bakar Lambogo.
Sumber Referensi :
-“Kematian Tragis Pahlawan Asal Sulawesi Selatan, Kapten Abubakar Lambogo”, Merdeka.com
“-Aksi Brutal KNIL di Enrekang”, Historia.id
“-Abubakar Lambogo – Ensiklopedia Dunia STEKOM”
“-Abubakar Lambogo Guru Pejuang dari Enrekang, Kepalanya Dipenggal Belanda”, SuaraSulsel.id
“-Kisah Andi Abubakar Lambogo … kepala ditancapkan di ujung bayonet”, CNBKepri.com