Shalom, 13 May 2026
2 Tawarikh 9-12, Mazmur 91, Amsal 13, Wahyu 13 (Done. Amin)
Rhema :
2 Tawarikh 10:14 “Ayahku telah memberatkan tanggunganmu, tetapi aku akan menambah tanggunganmu…”
Damai di Dalam Hikmat.
שָׁלוֹם בְּתוֹךְ חָכְמָה
Shalom Betokh Chokhmah
Renungan saya.
Rehabeam memilih menjawab dengan keras dan mengikuti suara anak-anak muda yang penuh ego daripada mendengar nasihat yang membawa damai. Akibatnya, perpecahan besar terjadi di tengah bangsa Israel.
Ayat ini mengajarkan bahwa keputusan yang diambil tanpa hikmat dan kerendahan hati dapat melukai banyak orang. Kadang seseorang merasa bahwa bersikap keras menunjukkan kekuatan, padahal mencari perdamaian justru membutuhkan kekuatan jiwa yang lebih besar.
Umat Tuhan dipanggil untuk tidak hidup dalam egoisme yang memicu perpecahan. Sebelum mengambil keputusan, belajarlah mendengar dari berbagai sisi dan membawa semuanya kepada Tuhan dalam doa. Hikmat Tuhan membuat seseorang mampu menjawab dengan kasih, tenang, dan membawa pemulihan.
Perdamaian mungkin terlihat lemah di mata manusia, tetapi sebenarnya damai adalah kekuatan yang menjaga hati, keluarga, komunitas, dan pelayanan tetap bersatu.
Karena itu, jangan cepat bereaksi dengan emosi atau gengsi. Mintalah hikmat Tuhan supaya setiap perkataan dan keputusan membawa sukacita dan bukan perpecahan.
Refleksi : Orang yang penuh hikmat tidak membangun tembok perpecahan, tetapi membangun jalan perdamaian. Dan hati yang mau merendahkan diri akan dipakai Tuhan membawa sukacita
bagi banyak orang.
Tuhan Yesus memberkati.
Levi Love
ANYTHING GOODNESS
Shalom, 12 May 2026
2 Tawarikh 6-8, Mazmur 91, Amsal 12, Wahyu 12 (Done. Amin)
Rhema :
2 Tawarikh 7:15-16 “Sekarang mata-Ku terbuka dan telinga-Ku menaruh perhatian kepada doa dari tempat ini. Sekarang telah Kupilih dan Kukuduskan rumah ini, supaya nama-Ku tinggal di situ untuk selama-lamanya…”
MATA DAN TELINGA TUHAN TERBUKA KEPADA DOAMU.
עֵינֵי יְהוָה וְאָזְנָיו פְּתוּחוֹת
Einei Adonai VeOznav Petukhot
Renungan saya.
Tuhan sendiri menyatakan bahwa mata-Nya terbuka dan telinga-Nya memperhatikan doa dari tempat itu. Ini menunjukkan bahwa Tuhan menyukai doa umat-Nya. Tuhan mendengar setiap seruan yang dinaikkan dengan sungguh-sungguh kepada-Nya.
“Tempat ini” bukan hanya berbicara tentang bangunan, tetapi juga tentang kehidupan umat Tuhan yang terus datang kepada-Nya dengan hati yang intim dan setia. Ketika seseorang terus menjaga kehidupan doa, penyembahan, dan hubungan dengan Tuhan tanpa mudah terdistraksi oleh dunia, maka hidupnya menjadi tempat kediaman hadirat Tuhan.
Tuhan rindu umat-Nya hidup dalam intimasi yang konstan. Bukan hanya datang kepada Tuhan saat membutuhkan pertolongan, tetapi menjadikan doa dan hadirat Tuhan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Karena itu, jangan biarkan hati jauh dari Tuhan. Mulailah menjaga jam doa pribadi, hidup dalam penyembahan, dan memuliakan Tuhan dalam tingkah laku dan perbuatan umat Tuhan dari sejak bangun pagi sampai kembali terlelap di waktu malam. Demikian Tuhan akan menguduskan hidup itu, dan nama Tuhan akan nyata melalui kehidupannya selama di bumi dan berlanjut menuju kepada kekekalan.
Tuhan Yesus memberkati.
Shalom, 11 May 2026
2 Tawarikh 1-5, Mazmur 91, Amsal 11, Wahyu 11 (Done. Amin)
Rhema:
2 Tawarikh 1:9 “…Engkau telah menjadikan aku raja atas suatu bangsa yang banyaknya seperti debu tanah.”
Besar Tuhan dan Besar P**a Perbuatan-Nya.
גָּדוֹל יְהוָה וּגְדוֹלִים מַעֲשָׂיו
Gadol Adonai U’Gedolim Ma’asav
Renungan saya.
Salomo memahami bahwa Tuhan yang ia sembah adalah Tuhan yang besar dan tidak terbatas. Karena itu sebelum meminta hikmat, Salomo sudah berbicara dengan iman yang besar. Ia memandang bangsanya seperti debu tanah jumlahnya, walaupun secara manusia masih dapat dihitung. Salomo melihat bukan dengan keterbatasan manusia, tetapi dengan penglihatan iman kepada Tuhan yang Akbar.
Cara pandang Salomo menunjukkan bahwa orang yang mengenal Tuhan yang besar akan memiliki hati dan visi yang besar p**a. Ia percaya bahwa Tuhan sanggup melakukan perkara yang melampaui pikiran manusia.
Demikian juga umat Tuhan hari ini. Jangan hidup dengan pikiran yang kecil atau takut melangkah. Tuhan rindu memakai hidup umat-Nya untuk menjangkau lebih luas, menjadi berkat bagi banyak jiwa, dan dipakai Tuhan sampai ke ujung bumi.
Ketika seseorang percaya kepada Tuhan yang besar, ia akan melihat perbuatan Tuhan yang besar p**a terjadi dalam hidupnya, keluarganya, pelayanan, dan generasinya.
Iman yang besar lahir dari pengenalan akan Tuhan yang besar. Dan ketika umat Tuhan percaya penuh kepada-Nya, mereka akan melihat besar p**a perbuatan Tuhan dalam hidup mereka.
Tuhan berkati.
Shalom, 10 May 2026
1 Tawarikh 29-30, Mazmur 91, Amsal 10, Wahyu 10 (done. Amin)
Rhema :
1 Tawarikh 28:9 “Dan engkau, Salomo, anakku, kenallah Allah ayahmu dan beribadahlah kepada-Nya dengan tulus ikhlas dan rela hati…”
Generasi kepada Generasi dalam Iman.
דּוֹר לְדוֹר בֶּאֱמוּנָה
Dor LeDor BeEmunah
Renungan saya.
Daud tidak hanya meninggalkan kerajaan kepada Salomo, tetapi juga meninggalkan iman dan pengenalan akan Tuhan. Ia menasihati anaknya untuk mengenal Allah dan hidup setia kepada-Nya. Ini menunjukkan bahwa tugas orang tua bukan hanya memenuhi kebutuhan jasmani anak, tetapi juga menanamkan kehidupan rohani kepada generasi berikutnya.
Iman kepada Tuhan harus terus diwariskan dari generasi kepada generasi. Anak-anak perlu melihat teladan nyata dari orang tuanya - bagaimana berdoa, beribadah, hidup benar, dan tetap setia kepada Tuhan dalam segala keadaan.
Orang tua adalah panutan pertama bagi anak-anaknya. Apa yang dilihat anak setiap hari sering kali lebih kuat daripada apa yang hanya diajarkan dengan kata-kata. Karena itu, kehidupan orang tua yang takut akan Tuhan akan menjadi dasar yang kuat bagi masa depan rohani keluarganya.
Ketika satu generasi sungguh-sungguh mengasihi Tuhan, maka generasi berikutnya pun dapat dibawa untuk mengenal Tuhan yang sama dan hidup dalam berkat serta penyertaan-Nya.
Tuhan Yesus memberkati.
Shalom, 9 May 2026
1 Tawarikh 25-27, Mazmur 91, Amsal 9, Wahyu 9 (done. Amin)
Rhema :
1 Tawarikh 25:8 “Mereka membuang undi untuk menentukan tugas masing-masing, yang kecil bersama-sama yang besar, guru bersama-sama murid.”
Setia dalam Pelayanan Tuhan
Ne’emanim BaAvodat Adonai
נֶאֱמָנִים בַּעֲבוֹדַת יְהוָה
Renungan saya.
Dalam 1 Tawarikh 25 - 27, setiap orang menerima tugasnya masing-masing. Ada yang menjadi pemuji dan penyembah, penjaga pintu gerbang, panglima perang, pejabat kerajaan, dan berbagai tanggung jawab lainnya. Menariknya, mereka tidak saling menolak atau mencari posisi yang lebih tinggi, tetapi menjalankan tugas mereka dengan takut akan Tuhan dan penuh kesetiaan.
Demikian juga umat Tuhan hari ini. Baik dalam pekerjaan sekuler maupun pelayanan gereja, Tuhan rindu kita menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan setia. Dunia mungkin melihat jabatan, tetapi Tuhan melihat hati dan kesungguhan seseorang dalam menjalankan tugasnya.
Ketika seseorang melayani dengan antusias dan takut akan Tuhan, hidupnya akan menjadi berkat bagi banyak orang. Dari kesetiaan dalam perkara kecil, Tuhan dapat mempercayakan perkara yang lebih besar.
Karena itu, jangan malu atau merasa kecil ketika mendapat tugas pelayanan. Bersyukurlah, sebab Tuhan sedang mempercayakan sesuatu yang mulia untuk dikerjakan bagi Kerajaan-Nya.
Tuhan Yesus memberkati.
Shalom, 8 May 2026
1 Tawarikh 22-24, Mazmur 91, Amsal 8, Wahyu 8 (Done. Amin)
Rhema:
1 Tawarikh 24:19 “Itulah jabatan mereka dalam pelayanan mereka, pada waktu mereka masuk ke rumah TUHAN, sesuai dengan peraturan yang ditetapkan bagi mereka…”
Tujuan Tuhan utk Umat Tuhan ada.
Dalam 1 Tawarikh 24, para imam dibagi dan dipersiapkan untuk melayani di rumah Tuhan dengan tertib dan setia. Ini menunjukkan bahwa pelayanan kepada Tuhan bukan sesuatu yang sembarangan, tetapi sebuah panggilan yang harus dijalani dengan kesungguhan hati.
Umat Tuhan hari ini dipanggil untuk terus dibentuk melalui kehidupan ibadah, doa, dan firman Tuhan. Ketika seseorang rajin tinggal dalam hadirat Tuhan, hidupnya akan diubahkan menjadi terang dan garam bagi sekelilingnya.
Tuhan tidak hanya ingin umat-Nya datang beribadah, tetapi juga dipakai untuk menjangkau jiwa-jiwa, dimulai dari keluarga sendiri. Dari kehidupan yang dekat dengan Tuhan, akan lahir kasih, kesabaran, hikmat, dan semangat pelayanan yang nyata (selalu antusias, berkobar-kobar).
Pelayanan bukan hanya di altar gereja, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Ketika hati tetap setia kepada Tuhan, Tuhan akan memakai hidup itu untuk pekerjaan-Nya dan membawa banyak orang semakin dekat kepada Tuhan.
Tuhan Yesus memberkati.
Shalom, 7 May 2026
1 Tawarikh 18-21, Mazmur 91, Amsal 7, Wahyu 7 (Done. Amin)
Rhema:
1 Tawarikh 21:30 “Tetapi Daud tidak dapat pergi ke hadapan mezbah itu untuk mencari petunjuk Allah, sebab ia ketakutan karena pedang malaikat TUHAN.”
Takut akan Tuhan.
יִרְאַת יְהוָה
Yir’at Adonai
Renungan saya.
Daud adalah raja yang mengasihi Tuhan, tetapi ketika ia jatuh dalam kesalahan, ia melihat sendiri betapa dahsyatnya kekudusan Tuhan. Pedang malaikat Tuhan membuat Daud gentar dan tidak berani datang dengan sembarangan ke hadapan Allah.
Ayat ini mengingatkan bahwa Tuhan bukan hanya Allah yang penuh kasih, tetapi juga Allah yang kudus. Umat Tuhan tidak boleh hidup sembarangan, merasa bebas berbuat dosa tanpa pertobatan. Takut akan Tuhan bukan berarti menjauh dari Tuhan, tetapi memiliki hati yang hormat, gentar, dan menjaga hidup tetap benar di hadapan-Nya.
Di zaman sekarang, banyak orang ingin menerima berkat Tuhan, tetapi melupakan kekudusan Tuhan. Daud mengajarkan bahwa ketika seseorang menyadari kekudusan Tuhan, ia akan datang dengan pertobatan, kerendahan hati, dan penghormatan kepada Tuhan.
Namun kasih Tuhan tetap besar. Tuhan tidak menghancurkan Daud, tetapi memulihkannya dan tetap memakai hidupnya. Dari tempat ketakutan itu, Tuhan justru menunjukkan tempat mezbah dan pemulihan.
Tuhan berkati.
Shalom, 6 May 2026
1 Tawarikh 15-17, Mazmur 91, Amsal 6, Wahyu 6 (Done. Amin)
Rhema:
1 Tawarikh 16:4 “Diangkatnyalah beberapa orang Lewi menjadi pelayan di depan tabut TUHAN untuk mengagungkan, menyanyikan syukur dan puji-pujian bagi TUHAN, Allah Israel.”
Sukacita dalam Pelayanan Tuhan.
שִׂמְחָה בַּעֲבוֹדַת יְהוָה
Simchah BaAvodat Adonai
Renungan saya.
Orang-orang Lewi melayani di hadapan Tabut Tuhan dengan hati yang antusias. Mereka memuji, menyembah, dan memainkan musik bukan untuk manusia, tetapi untuk Tuhan. Mereka mengerti bahwa pelayanan adalah kehormatan di hadapan hadirat Tuhan.
Demikian juga dengan umat Tuhan hari ini. Pelayanan tidak boleh dilakukan dengan terpaksa atau hanya mencari pujian manusia. Sekalipun tidak diperhatikan, tidak dipuji, atau tidak mendapatkan penghargaan, pelayanan harus tetap dilakukan dengan hati yang mengasihi Tuhan.
Ketika seseorang setia melayani, Tuhan sendiri yang akan membentuk hidupnya. Dari yang belum bisa menjadi mahir, dari yang lemah menjadi kuat, karena Tuhan melihat kesetiaan hati, bukan sekadar kemampuan.
Dalam pelayanan juga akan selalu ada tantangan. Keinginan daging, rasa lelah, bahkan orang-orang dengan motivasi yang tidak benar bisa menjadi hambatan. Namun ketika hati tetap fokus kepada Tuhan, Tuhan sendiri yang akan membereskan semuanya.
Pelayanan yang dilakukan dengan sukacita dan ketulusan akan membawa hadirat Tuhan nyata di tengah komunitas dan kehidupan umat-Nya.
Amin.
Tuhan Yesus memberkati.
Shalom, 5 May 2026
1 Tawarikh 12-14, Mazmur 91, Amsal 5, Wahyu 5 (Done. Amin)
Rhema:
1 Tawarikh 14:14-16 “Lalu Daud bertanya lagi kepada Allah, dan Allah berfirman kepadanya: ‘Janganlah engkau maju menyerang mereka dari depan, tetapi buatlah gerakan memutar dari belakang mereka dan seranglah mereka dari jurusan pohon-pohon kertau.’ … Lalu Daud melakukan seperti yang diperintahkan Allah kepadanya, maka mereka mengalahkan tentara orang Filistin…”
Tuntunan Tuhan dalam Peperangan.
הַדְרָכַת יְהוָה בַּמִּלְחָמָה
Hadrakhat Adonai BaMilchamah
Renungan saya.
Daud tidak mengandalkan pengalaman atau logika, tetapi ia selalu bertanya kepada Tuhan. Bahkan untuk peperangan yang sama, Tuhan memberikan strategi yang berbeda. Ini menunjukkan bahwa keberhasilan bukan ditentukan oleh kekuatan manusia, tetapi oleh ketaatan kepada arahan Tuhan.
Demikian juga dalam kehidupan umat Tuhan ketika melibatkan Tuhan dalam setiap “proyek” kehidupan baik yang sederhana maupun yang besar Tuhan akan memberikan strategi yang tepat. Ia menuntun langkah umat Tuhan, menghindarkan umat Tuhan dari kesalahan, dan membawa umat Tuhan kepada keberhasilan yang tidak sia-sia.
Hidup yang dipimpin Tuhan adalah hidup yang terarah. Tidak membuang tenaga, tidak menyia-nyiakan waktu, dan tidak berjalan dalam kesalahan atau kemunduran, karena setiap langkah berada dalam strategi ilahi.
Tuhan Yesus memberkati.
Shalom, 4 May 2026
1 Tawarikh 9-11, Mazmur 91, Amsal 4, Wahyu 4 (Done. Amin).
Rhema:
1 Tawarikh 11:7-8 “Sesudah itu Daud menetap di kubu itu, sebab itu disebut Kota Daud. Ia memperkokoh kota itu sekelilingnya, mulai dari Milo sampai sekelilingnya; Yoab memperbaiki bagian kota yang selebihnya.”
Kekuatan Tuhan di tengah Sion.
עֹז יְהוָה בְּתוֹךְ צִיּוֹן
Oz Adonai Betokh Tziyon.
Renungan saya.
Sion dulunya adalah kota musuh, tetapi ketika Daud mengetahui bahwa Tuhan menyertainya, ia merebutnya dan menetap di sana. Dari tempat yang dahulu dikuasai musuh, Sion berubah menjadi pusat kekuatan dan hadirat Tuhan.
Demikian juga dengan hidup umat Tuhan. Ada satu titik dalam hidup mereka yang Tuhan rindu untuk didiami. Ketika seseorang menyadari bahwa dirinya adalah tempat kediaman Tuhan, hidupnya tidak lagi biasa. Ia menjadi pusat di mana hadirat Tuhan dinyatakan dan kekuatan-Nya bekerja.
Dari satu titik itu, dampak mulai meluas. Keluarga disentuh, anak cucu diberkati, pekerjaan dan komunitas mengalami perubahan. Apa yang tidak mungkin menjadi mungkin, karena Tuhan sendiri yang bekerja dari dalam hidup itu.
Namun hal ini tidak terjadi secara instan. Seperti Daud yang menetap dan memperkokoh Sion, umat Tuhan dipanggil untuk terus tinggal dalam hadirat-Nya melalui doa, penyembahan, dan kehidupan yang melekat kepada Tuhan.
Ketika seseorang setia beribadah dan hidup di hadirat Tuhan, ia sedang menjadi “Sion” di zamannya, sebuah titik Ilahi yang memancarkan kuasa Tuhan dan membawa kemenangan bagi sekelilingnya.
Semngat menjadi Titik Hadirat Tuhan dari kehidupan kita. Rebut semua kota-kota musuh.
Tuhan Yesus memberkati.
Shalom, 3 May 2026
1 Tawarikh 7-8, Mazmur 91, Amsal 3, Wahyu 3 (Done. Amin)
Rhema:
1 Tawarikh 7:40 “Semua ini adalah keturunan Asyer, kepala-kepala puak keluarga, orang-orang pilihan yang gagah perkasa, kepala-kepala para pemimpin; jumlah mereka yang dicatat dalam silsilah untuk berperang ialah dua puluh enam ribu orang.”
Tetap Dikenal di Hadapan Tuhan.
יָדוּעַ לִפְנֵי יְהוָה
Yadu’a Lifnei Adonai)
Renungan saya.
Sepertinya, Tawarikh 7–8 terlihat hanya berisi daftar nama dan silsilah. Namun di balik itu, ada pesan rohani yang dalam: Tuhan mengenal setiap orang, setiap keluarga, dan setiap generasi.
Nama-nama itu mungkin tidak dikenal manusia hari ini, tetapi semuanya tercatat di hadapan Tuhan. Ini menunjukkan bahwa hidup setiap orang berarti di mata Tuhan, sekalipun tidak terlihat besar di mata manusia.
Bahkan di tengah daftar itu, disebutkan bahwa mereka adalah orang-orang pilihan, gagah perkasa, dan siap untuk berperang. Artinya, Tuhan bukan hanya mengenal kita, tetapi juga mempersiapkan kita untuk tujuan-Nya.
Hari ini, mungkin umat Tuhan merasa hidup biasa saja, tidak terlihat, atau tidak dianggap. Tetapi firman Tuhan mengingatkan: Tuhan melihat, Tuhan mengenal, dan Tuhan mencatat hidup umat Tuhan.
Yang penting bukan dikenal manusia, tetapi dikenal oleh Tuhan. Dan setiap orang yang hidup dalam rencana Tuhan, pasti memiliki tempat dan tujuan dalam pekerjaan-Nya.
Tuhan Yesus memberkati.
Click here to claim your Sponsored Listing.
Location
Address
Gempol Sari
Bandung
40215