20/02/2021
Pada acara ini, temukan jawaban dari berbagai pertanyaan Anda tentang remaja.
Segera daftarkan dirimu sebelum terlambat.
Konsultan SDM dan Biro Psikologi yang memberikan jasa layanan konsultasi, pemeriksaan psikologi, training, seminar dan workshop
Kenali & Kembangkan Kekuatanmu, bersama Semarai Daya Psikologi
20/02/2021
Pada acara ini, temukan jawaban dari berbagai pertanyaan Anda tentang remaja.
Segera daftarkan dirimu sebelum terlambat.
12/01/2021
Aku bangga menjadi Ibu yang perfeksionis
Penulis: Osvita Marina Hutapea
Bila aku menggunakan "kacamata"ku sebagai manusia yang terbatas, maka dengan cepat kutemukan berbagai kekuranganku sebagai seorang ibu dan istri.
Lalu kulihat ibu-ibu lainnya, yang begitu rajin dan tekun mendampingi anak-anak mereka hingga menjadi seorang dewasa yang berhasil. Aku ingin seperti itu! Tetapi kemudian aku menyadari, ada banyak keterbatasanku yang membuatku ragu untuk melangkah.
Aku terus memandang kekuranganku sebagai kendala yang membuatku merasa tidak percaya diri dalam menjalani peranku sebagai seorang ibu.
Lalu berjalannya waktu, tanpa kusadari, ternyata aku telah memupuk cara pandangku menjadi seorang yang perfeksionis, baik kepada diri sendiri, anak-anakku, suami dan orang lain. Aku semakin lihai menemukan banyak kekurangan dalam diri mereka, seperti kelihaianku menemukan segala kekurangan dalam diriku.
Kejelianku menemukan kekurangan dalam diri siapapun, seakan menjadi keunggulanku. Setiap kekurangan yang kutemukan, dapat menjadi penyemangatku untuk mengoreksi diri ataupun orang lain. Dengan dalih, agar aku maupun orang lain dapat menjadi pribadi yang lebih baik.
Urusan kekuatan tidak usah terlalu dipikirkan. Orang tidak perlu dikasih tahu kekuatan dalam dirinya, sebab itu sudah ada dengan sendirinya. Yang perlu diperbaiki adalah segala kelemahannya, karena orang s**a malas memperbaiki diri. Bagiku, kebiasaan buruk lebih sulit dilatih untuk menjadi baik. Dan kebiasaan baik lebih lemah untuk bertahan, sehingga mudah dipengaruhi oleh hal-hal yang buruk.
Berbagai alasan itu adalah pembenaranku atas cara pandang perfeksionis yang aku miliki. Aku menuntut kesempurnaan dalam diri sendiri yang sesungguhnya tidak akan pernah sempurna. Sebab aku manusia ciptaan Tuhan, yang seakan sudah digariskan dalam batasan ketidaksempurnaan.
Begitu lelahnya cara pandang seperti aku ini. Kegelisahan muncul ketika melihat orang lain dapat hidup lebih tenang dan tertawa lepas dalam kesehariannya. Sepertinya ada yang salah dalam diriku, sebab aku justru mulai merasa sulit menjadi bahagia. Aku kembali mengoreksi diri begitu dalam. Aku menjadi begitu serius akan apa yang aku lihat, dengar dan rasakan.
Akupun menjadi begitu mudah cemas dan meragukan banyak hal akan kemampuanku. Aku semakin diliputi ketidakpercayaan diri untuk menjadi kuat. Terlebih sudah terlalu lama aku tidak mencari kekuatan apa yang sesungguhnya aku miliki dari sejak dulu. Terlalu lama aku berfokus pada apa yang lemah, negatif dan kurang dalam diri manusia. Aku lupa menghargai setiap kekuatan dan kelebihan yang dimiliki setiap orang. Aku lupa memberi apresiasi yang tulus, seperti halnya aku menganggap apresiasi yang wajar juga kuperlukan untuk menyehatkan jiwaku.
Sepertinya aku perlu untuk lebih rileks. Melatih tidak menjadi reaktif untuk cepat memberi koreksi pada orang lain. Perlu menerima diriku dan diri orang lain dengan lebih apa adanya. Perlu membuka pikiran dan hati untuk menerima bahwa dari sejak lahir hingga mati, sesungguhnya manusia hidup dalam proses belajar. Maka wajar bila terkadang kita tidak dalam kondisi yang selalu baik (it's okay, not to be okay). Kita hanya perlu menjadi manusia biasa, agar juga dapat memanusiakan manusia lain dengan benar, seperti bagaimana Tuhan memandang manusia.
Bandung, 13 Januari 2021
(Dari kumpulan pengalaman beberapa Ibu dipojok ngobrol, pada kelompok Pendukung Orangtua Semarai Daya Psikologi)
10/11/2020
(Kelas khusus orang tua. Bila remaja mereka ingin ikut serta, dipersilakan).
Ketika membicarakan soal rencana masa depan, ada kecenderungan fenomena remaja dan orangtua yang terjadi, seperti:
- remaja usia SMA yang masih belum memiliki cita-cita di masa depan.
- remaja yang "ngotot" memilih jurusan tertentu karena mengikuti mayoritas teman-temannya, bukan karena pengenalan potensi dirinya.
- remaja masih kesulitan membuat keputusan dan perencanaan masa depannya.
- orang tua lebih mengarahkan remaja ke penjurusan tertentu, tanpa mempertimbangkan kemampuan dan minat remaja yang sebenarnya.
- Minat dan bakat, mana yang lebih penting untuk penjurusan?
- jurusan IPA atau IPS, mana yang lebih tepat dan lebih prospektif?
Berbagai kebingungan remaja dan orang tua terhadap perencanaan masa depan remaja, menjadi isu yang tak bisa dianggap sepele. Semakin kita menunda pembahasan soal ini dengan remaja kita, maka semakin singkat waktunya untuk membuat pertimbangan.
Temukan solusinya pada Seminar Online Seri 4 kali ini, "Pentingnya Remaja Memiliki Orientasi Masa Depan".
Bersama dua pakar remaja:
- Teguh Juliawan (Kepala Sekolah SMAK TRIMULIA dan SMA BINTANG MULIA, Bandung)
- Osvita Marina, M.Psi, Psikolog (Psikolog, Pendiri & Direktur Semarai Daya Psikologi, Bandung)
Sabtu, 14 November 2020
Pukul 14.00-17.00 wib
Via zoom
Investasi: 100.000
Pendaftaran:
Joel 0896 2816 4467 (wa only)
Segera daftarkan diri Anda.
Jumlah peserta terbatas.
05/11/2020
Melatih tanggung jawab dan daya juang remaja milenial memang penuh tantangan. Dilatih dengan banyak toleransi, mereka jadi ogah-ogahan. Dilatih dengan tegas, mereka malah kabur. Atau lebih baik mereka tak usah diberikan tanggung jawab saja sekalian? Tapi bagaimana masa depan mereka nanti? Bagaimana daya juang mereka bisa berkembang, sekarang saja mereka hidupnya gak mau susah! Apa kaitan tanggung jawab dengan urusan daya juang remaja?
Temukan jawabannya
pada seri ketiga online seminar series Remaja Milenial Sahabat Kita, dengan judul:
Kiat Melatih Tanggung Jawab dan Daya Juang Remaja Milenial.
Minggu, 8 November 2020
Pukul. 10.00-12.00 WIB
Invest: 75.000
Via Zoom
Pendaftaran:
Joel 0896-2816-4467(WA only)
31/10/2020
Salut dan tertular semangat dari para orang tua, mentor, guru maupun pembina remaja dari berbagai wilayah di Indonesia. Sesi belajar bersama yang tidak hanya sebatas memberi wawasan pengetahuan, namun juga mendukung para peserta menjadi agen-agen perubahan bagi pelatihan remaja dimanapun mereka berada.
Sampai jumpa kembali diseri 3: Bagaimana Melatih Tanggung Jawab dan Daya Juang Remaja Milenial. Bagi teman-teman yang berminat untuk ikut diseri 3, silakan segera daftarkan dirimu ya 😁👍
Selamat pagiii
Untuk para orang tua, pemerhati dan pembina remaja. Segera daftarkan dirimu. Besok kita sudah akan mulai kelas serialnya yaaa
Bagi teman2 yang sudah daftar, sampai jumpa besok ya 😊🖐️
16/10/2020
Hari baru, semangat baru, cerita baru.
Terkadang kita perlu memaksakan diri untuk bergerak maju dan tak terlena dengan alasan macam-macam. Entah alasan sakit, capek, bosan, kesal, dst. Apapun alasan itu, toh hidup harus jalan terus khan? Paling tidak, prinsip itu membuat kita lebih berani untuk lanjutkan perjalanan dan kehidupan.
Semalam setelah sempat terbangun, akhirnya malah jadi susah tidur lagi dan jadilah mengobrol panjang dengan PakSu soal macam-macam. Termasuk obrolan panjang membahas aspek psikologis dan gambaran kepribadian dari 2 orang mantan Presiden Indonesia yang terakhir. Edannn...berat amat ya topik menjelang tidurnya, sampai baru tidur jam 12 malam. Tapi memang menarik loh!
Dengan tahu gambaran kepribadian para pemimpin tersebut, kita jadi memahami mengapa mereka mengambil keputusan-keputusan dan langkah-langkah tindakan seperti yang kita tahu bersama. Dan diakhir obrolan, kami mencoba mengambil hikmah buat diri sendiri, bahwa walau ada banyak tantangan yang dihadapi atas keputusan-keputusan yang kita ambil, kita harus bisa cepat move on.
Tak usah sesali begitu berlebihan dan penuh drama, segala hal yang ada dibelakang. Cepat ambil hikmahnya. Jangan habiskan energi kita dimasa tersebut. Toh masa lalu tak bisa diubah. Hal penting yang bisa dilakukan adalah ambil pembelajaran dari situ untuk menjadi bekal menghadapi tantangan dimasa kini dan masa depan. Resep itu yang bisa membantu kita menjadi lebih bahagia.
Ku bayangkan kalau kehidupan iitu ibarat aku sedang menikmati buah kes**aanku, lemon. Yang bila gigitan pertama terasa begitu kecut, lantas menjadi kapok tidak mau melanjutkan gigitan berikutnya, maka kita akan kehilangan vitamin C yang teramat bermanfaat bagi tubuh kita. Perubahan kearah yang lebih baikpun tak akan pernah terjadi dalam hidup kita.
Yuk, kita lanjutkan perjalanan lagi. Ubah cara berpikirmu. Percikkan lagi semangatmu yang baru, untuk bisa melanjutkan cerita indahmu yang baru. Ayo, habiskan buah lemonmu! 😄😄
11/09/2020
Kita boleh menangis, jatuh, kecewa, marah, tapi jangan pernah menyerah. Jangan mau untuk putus asa. Bunuh diri (Su***de) bukan pilihan dan bukan solusi.
Ingat, masih banyak orang lain yang hidup lebih menderita dari pada kita. Jangan simpan masalahmu sendiri. Masih ada kawan baik yang menjadi tempat berbagi dan bantuan.
24/08/2020
Hai teman-teman,
Kali ini kita akan ngobrol asyik dengan Kasih Karunia Indah, seorang siswa homeschooling yang tahun ini lulus ujian masuk FSRD ITB dan Fakultas Filsafat program Integrated Art Universitas Parahyangan.
Bagaimana ya pengalamannya menjalani homeschooling dari sejak kecil hingga sekarang akan kuliah? Seperti bagaimana s**a dukanya menjadi seorang homeschooler? Bagaimana proses ia membuat keputusan untuk kuliah? Dan masih banyak obrolan lainnya yang akan sangat menginspirasi kita.
Catat waktu Ngobrol Asyik kita ya:
Rabu, 26 Agustus 2020
Jam 19.00 wib
IG Live :
Sampai Jumpa!
01/07/2020
Halo teman-teman...
Di masa new normal ini, kami ikut beradaptasi dan belajar konsisten melatih kebiasaan baru, termasuk dalam dunia profesional kami di bidang psikologi.
Walau pada awalnya terasa agak kikuk, tapi tak lama kamipun dapat menyesuaikan diri dengan bentuk kenyamanan yang baru.
Sungguh benar, bahwa mereka yang dapat bertahan hidup adalah mereka yang mampu beradaptasi tanpa harus mengeluh.
Kami sambut kembali teman-teman semua...
Semarai Daya Psikologi is back! 😄👍
23/05/2020
Selamat Hari Raya Idul Fitri
Mohon Maaf Lahir & Batin 🙏