Sahabat Senpai JOKO

Sahabat Senpai JOKO

Share

kegiatan saya sehari hari saya olah raga .

17/10/2024

Rebutan opo to mbahhh

12/08/2023
05/03/2023

Allohu akbar..

26/06/2021

Yukk dengerin kata ibu dokter ini..

16/05/2021

TEMBANG ILER ILER..

yang tak mengenal tembang di atas? Selain Lir-ilir, ada lagi
tembang Gundul Pacul dan lain sebaginya. Tembang itu adalah ciptaan
kanjeng Sunan Kalijaga, alias Raden Said (Raden Sahid) yang sering
disebut sebagai wali orisinil. Walapun ada p**a yang menyebutkan bahwa
tembang Lir-ilir itu karya Sunan Bonang. Namanya akrab di telinga
Islam Jawa. Dan, nyatanya dialah satu-satunya wali yang bisa diterima
oleh berbagai pihak, baik oleh mutihan atau abangan, santri atau awam.

Sunan Kalijaga adalah putra Adipati Tuban yang bernama Tumenggung
Wilatikta atau Raden Sahur. Tumenggung Wilatikta sering disebut Raden
Sahur walau dia termasuk keturunan Ranggalawe yang beragama Hindu
tetapi Raden Sahur sendiri sudah masuk agama Islam. Nama lain Sunan
Kalijaga antara lain Lokajaya, Syek Malaya, Pangeran Tuban, dan Raden
Abdurrahman. Berdasarkan satu versi masyarakat Cirebon, nama Kalijaga
berasal dari Desa Kalijaga di Cirebon. Pada saat Sunan Kalijaga
berdiam di sana, dia sering berendam di sungai (kali), atau jaga kali.
Ada p**a yang menyatakan, asalnya dari kata jaga (menjaga) dan kali
(sungai). Versi ini berdasarkan pada penantian Lokajaya akan
kedatangan Sunan Bonang selama tiga tahun, di tepi sungai.

Sunan Kalijaga dilukiskan hidup dalam empat era pemerintahan, yaitu
masa Majapahit (sebelum 1478), Kesultanan Demak (1481-1546),
Kesultanan Pajang (1546-1568), dan awal pemerintahan Mataram
(1580-an). Begitulah yang dinukilkan Babad Tanah Jawi, yang memerikan
kedatangan Sunan Kalijaga ke kediaman Panembahan Senapati di Mataram.
Dengan demikian diperkirakan masa hidup Sunan Kalijaga mencapai lebih
dari 100 tahun.

Dalam satu riwayat, Sunan Kalijaga disebutkan menikah dengan Dewi
Saroh binti Maulana Ishaq, dan mempunyai 3 putra: R. Umar Said (Raden
Umar Sahid) (Sunan Muria), Dewi Rakayuh, dan Dewi Sofiah. Dengan
demikian Sunan Kalijaga adalah ipar dari Sunan Giri. Pasalnya, Sunan
Giri adalah putra dari Maulana Ishaq dan Dewi Sekardadu. Ketika wafat,
beliau dimakamkan di Desa Kadilangu, dekat kota Demak (Bintara).

Sunan Kalijaga, seperti halnya Syekh Siti Jenar, memang menyebarkan
agama Islam di tanah Jawa melalui sisi budaya. Islam menemui banyak
halangan untuk berkembang di tanah Jawa karena bertemu dengan kultur
yang sudah sangat kuat, yaitu kultur Hindu/Buddha di bawah pengaruh
kerajaan Majapahit. Oleh karena itu, Sunan Kalijaga melakukan
transmogrifikasi dengan memasukkan unsur-unsur Islam dalam
budaya-budaya Jawa seperti memasukannya ke dalam syair-syair macapat,
memodifikasi wayang kulit, menciptakan lagu yang sangat terkenal Lir-
ilir, dan sebagainya..

posted by joko widodo

Want your business to be the top-listed Gym/sports Facility in Bekasi?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Category

Website

Address


Bekasi
17124