18/04/2018
Aneka cemilan
Nyari Cemilan enak, murah tapi kualitas oke punya yaaa disini tempatnya
18/04/2018
قال ابن المبارك رحمه الله: “تعلمنا الأدب ثلاثين عاماً،وتعلمنا العلم عشرين”،
Ibnu Mubarok mengatakan, “Kami mempelajari adab selama 30 tahun, dan kami mempelajari ilmu selama 20 tahun."
وقال ابن سرين: “كانوا يتعلمون الهديَ كما يتعلمون العلم”
Ibnu sirin berkata, “Dulu kami mempelajari bimbingan adab sebagaimana mempelajari ilmu.”
وروى ابن المبارك عن ابن الحسن قال: “نحن إلى كثير من الأدب أحوج منا إلى كثير من حديث”
Ibnu Mubarok meriwayatkan dari Ibnul Hasan, beliau mengatakan, “Kami lebih membutuhkan banyak adab daripada banyaknya hadis”
وجاء في السير للذهبي عن عبد الله بن وهب قال: ما نقلنا من أدب مالك أكثر مما تعلمنا من علمه.
Dalam kitab Siyar A’lam an-Nubala, karya Ad-Dzahabi dari Abdullah bin Wahab, beliau mengatakan, “Apa yang kami catat dari Adab Imam Malik lebih dari apa yang kami pelajari dari ilmunya.”
ولقد كان أئمة السلف يوجهون طلابهم إلى تعلم الأدب قبل الخوض في غوالي العلم والخلاف، فهذا إمام دار
Dan sungguh ulama salaf mengarahkan muridnya untuk mempelajari adab sebelum memasuki ilmu tingkat lanjut dan khilafiyah. Dan ini dilakukan oleh oleh Imam Darul Hijrah (imam Malik) ketika mengatakan kepada pemuda Quraiys, ” Wahai anak saudaraku, pelajarilah Adab sebelum mempelajari Ilmu.” .
Diterjemahkan oleh Abu Najmah Syahidah
Murajaah: Ustadz Ammi Nur Baits
Read: https://nasehat.net/500-belajarlah-adab-sebelum-mempelajari-ilmu.html
Cobaan & Rintangan Penghafal Al-Qur'an
Apa yang kalian pikirkan tentang kegiatan para penghafal Al-Qur'an? Mengaji, menambah hafalan, melancarkan hafalan, sholat jama'ah? Sepertinya mudah sekali. Tapi tidak seperti kelihatannya. Banyak sekali yang para penghafal Al-Qur'an alami di bandingkan dengan para pencari ilmu lainnya. Salah satunya adalah cobaan Al-Qur'an.
Para penghafal Kalam Alloh itu di beri cobaan lebih berat di bandingkan dengan yang lainnya. Karena apa? Menghafal Al-Qur'an bukan sekedar menghafal, melainkan lebih dari suatu proses pembenahan diri, pembersihan hati, pengendalian hati, dan mendekatkan diri kepada Alloh. Kegelisahan, kesibukan, kegalauan, kecemasan, dan segala perasaan hati lainnya lebih terasa saat kalian menghafalkan Al-Qur'an. Cobaan perasaan lainnya seperti hubungan dengan pasangan, keluarga, teman, guru, bahkan perasaan yang berhubungan dengan cita-cita dan masa depan. Ada p**a cobaan yang berupa cobaan fisik yang berupa sakit ataupun yang berupa gangguan dari orang lain.
Mengapa para penghafal Al-Qur'an itu di beri cobaan lebih berat? Karena menghafal Al-Qur'an itu adalah anugrah, fadhol yang di berikan oleh Alloh karena mereka di berikan kesempatan oleh Alloh untuk lebih mencintai-Nya melalui Kalam-Nya. Tentu tidak mudah, karena tidak semua orang dan tidak sembarang orang yang bisa menghafal Al-Qur'an, serta dikarenakan jaminan pahala yang akan di dapatkan juga besar.
Oleh sebab itu, sangat beruntunglah bagi para penghafal Al-Qur'an yang mau terus bersabar dan pantang menyerah sampai berhasil melewati proses tersebut hingga hafalan Al-Qur'an-nya khatam dan bisa mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari hingga tua kelak.
Dalam menghafalkan Al-Qur'an, yang di tuju bukanlah sekedar bisa hafal 30 juz, kemudian wisuda dan menerima sanad Al-Qur'an, melainkan tujuannya agar mendapat berkah dari Al-Qur'an. Yang di maksud berkah dari Al-Qur'an itu adalah hafalan Al-Qur'an yang telah di hafal tetap hafal dan di baca meski dalam kesehariannya sibuk dengan berbagai kegiatan dan tanggung jawab. Dengan demikian, kehidupan sehari-hari akan lebih tenang dan lebih bermanfaat karena merasa dekat dengan Sang Kholiq.
Semoga kita termasuk para penghafal Al-Qur'an yang mendapat berkah Al-Qur'an, sehingga kita bisa hidup sukses dunia akhirat dan dekat dengan Pencipta alam semesta. Wallohu a'lam.
Copas
25/09/2016
لا زمن يعود
ولا أحد يهتم
ولا بشر تفهم
فلماذا نتألم...
PENELITIAN ILMIAH, PENGARUH BACAAN AL QURAN TERHADAP OTAK DAN ORGAN TUBUH LAINNYA, MAA SYAA ALLAH.. MENAKJUBKAN
“Tak ada lagi bacaan yang dapat meningkatkan terhadap daya ingat dan memberikan ketenangan kepada seseorang kecuali membaca Al-Qur’an…”.
Dr. Al Qadhi, melalui penelitiannya yang panjang dan serius di Klinik Besar Florida Amerika Serikat, berhasil membuktikan hanya dengan mendengarkan bacaan ayat-ayat Alquran, seorang Muslim, baik mereka yang berbahasa Arab maupun bukan, dapat merasakan perubahan fisiologis yang sangat besar.
Penurunan depresi, kesedihan, memperoleh ketenangan jiwa, menangkal berbagai macam penyakit merupakan pengaruh umum yang dirasakan orang-orang yang menjadi objek penelitiannya. Penemuan sang dokter ahli jiwa ini tidak serampangan.
Penelitiannya ditunjang dengan bantuan peralatan elektronik terbaru untuk mendeteksi tekanan darah, detak jantung, ketahanan otot, dan ketahanan kulit terhadap aliran listrik. Dari hasil uji cobanya ia berkesimp**an, bacaan Alquran berpengaruh besar hingga 97% dalam melahirkan ketenangan jiwa dan penyembuhan penyakit.
Penelitian Dr. Al Qadhi ini diperkuat p**a oleh penelitian lainnya yang dilakukan oleh dokter yang berbeda. Dalam laporan sebuah penelitian yang disampaikan dalam Konferensi Kedokteran Islam Amerika Utara pada tahun 1984, disebutkan, Al-Quran terbukti mampu mendatangkan ketenangan sampai 97% bagi mereka yang mendengarkannya.
Kesimp**an hasil uji coba tersebut diperkuat lagi oleh penelitian Muhammad Salim yang dipublikasikan Universitas Boston. Objek penelitiannya terhadap 5 orang sukarelawan yang terdiri dari 3 pria dan 2 wanita. Kelima orang tersebut sama sekali tidak mengerti bahasa Arab dan mereka pun tidak diberi tahu bahwa yang akan diperdengarkannya adalah Al-Qur’an.
Penelitian yang dilakukan sebanyak 210 kali ini terbagi dua sesi, yakni membacakan Al-Qur’an dengan tartil dan membacakan bahasa Arab yang bukan dari Al-Qur’an. Kesimp**annya, responden mendapatkan ketenangan sampai 65% ketika mendengarkan bacaan Al-Qur’an dan mendapatkan ketenangan hanya 35% ketika mendengarkan bahasa Arab yang bukan dari Al-Qur’an.
Al-Qur’an memberikan pengaruh besar jika diperdengarkan kepada bayi. Hal tersebut diungkapkan Dr. Nurhayati dari Malaysia dalam Seminar Konseling dan Psikoterapi Islam di Malaysia pada tahun 1997. Menurut penelitiannya, bayi yang berusia 48 jam yang kepadanya diperdengarkan ayat-ayat Al-Qur’an dari tape recorder menunjukkan respons tersenyum dan menjadi lebih tenang.
Sungguh suatu kebahagiaan dan merupakan kenikmatan yang besar, kita memiliki Al-Qur’an. Selain menjadi ibadah dalam membacanya, bacaannya memberikan pengaruh besar bagi kehidupan jasmani dan rohani kita. Jika mendengarkan musik klasik dapat memengaruhi kecerdasan intelektual (IQ) dan kecerdasan emosi (EQ) seseorang, bacaan Al-Qur’an lebih dari itu. Selain memengaruhi IQ dan EQ, bacaan Al-Qur’an memengaruhi kecerdasan spiritual (SQ).
Mahabenar Allah yang telah berfirman, “Dan apabila dibacakan Al-Qur’an, simaklah dengan baik dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat” (Q.S. 7: 204).
(zilzaal/arrahmah.com)
"Pembaca Al Qur'an yang tidak berguru tidak akan sanggup membacanya ( dengan benar ) karena didalamnya berhubungan dengan tajwid, hukum-hukum dan ilmu-ilmu lainnya.
Semua itu membutuhkan bimbingan seorang guru, karena itu beliau ( Nabi sallaallaahu alaihi wasallam ) mengajurkan kita agar mempelajarinya dari ahlinya dan menganjurkan orang yang telah mempelajarinya agar mengajarkannya. Tentu saja hal tersebut sangat bergantung pada orang yang mengajarinya".
*Syaikh Salim bin Ied Al hilali -hafidzohullaah-
TINGKATAN MEMBACA AL QUR'AN
1.Tahqiq ( pelan )
"Membaca dengan lambat dan tenang dengan benar-benar memberikan haknya secara benar dan maksimal tanpa ada tambahan dan pengurangan.tingkatan ini cocok digunakan dalam proses belajar mengajar"
2.Tadwir ( pertengahan )
"Bacaan yang sedang yaitu antara tahqiq dan hadr"
3.Hadr ( cepat )
"Bacaan cepat dengan tetap menjaga dan memperhatikan kaidah - kaidah tajwid dengan sangat cermat, dan hendaknya seorang Qari berhati-hati dari memotong huruf mad, menghilangkan suara gunnah, atau ikhtilas ( membaca sebagian) harakat.
Dan perlu diketahui bahwa istilah Tartil mencakup tiga tingkatan bacaan di atas.
Semoga bermanfaat....
*Dikutip dari buku tajwid lengkap Asy-Syafi'i
10/09/2016
Masih gak percaya 15 menit bisa hafal 10 ayat ?? paham arti dan makna p**a.
Mau bukti ? Coba aja sendiri luangkan waktu sebentar aja ko CUMA 15 menit utk 10 ayat Allah Azza wa Jalla masa gda waktu??
Dibaca ayatnya dulu
Di baca terjemahnya
Dipahami maknanya
Terus baru deh di baca berulang2, klo udh ngerti arti nya in syaa Allah nempel kuat tuh hafalan.
eeeitttsss.... tp jangan lupa utk trus berusaha di amalkan ya.... 😊
Yuk ah qt fastabiqul khoiroot... !!
In syaa Allah setiap Muslim bisa menjadi haafidz / haafidzoh... Aamiin
10/09/2016
Nih... Ada bbrp tips buat Ummahat yg ingin buah hatinya bisa menghafal Qur'an, sangat sederhana aja cuma luangkan waktu minimal 30 menit dari sekian menit yg ada dlm sehari.
ana sudah mempraktekannya lho... 😉
dan terbukti hanya 15 menit aja anak2 sudah mampu menghafal 10 ayat lancaaarrr...
1. Mulai membaca dan menghafal yang paling mudah, yaitu surat Al-Fatihah. Kemudian lanjutkan dengan juz 30 (juz ‘amma). Mengawali dengan yang mudah akan membantu untuk langkah selanjutnya. Kebutuhannya terhadap surat Al-Fatihah sangat penting ketika hendak mulai belajar shalat.
2. Tentukan kadar hafalan dalam sehari, dengan kadar yang mudah dipenuhi, hingga akhirnya hafalannya kuat. Itu juga akan memudahkan proses menghafal selanjutnya. Kadar ini berbeda tiap orang, tergantung kecerdasan dan kecepatan hafal yang dimiliki.
3. Persering muraja’ah (mengulang-ulang) sampai benar-benar hafal. Jangan sampai ada hari yang terlewati tanpa hafalan baru maupun mengulang hafalan yang lalu.
4. Motivasi sang adik dengan hadiah bila telah selesai menghafal satu juz dengan sempurna, misalnya.
5. Awali dengan talqin (membacakan) dan tardid (memperdengarkan berulang kali). Biasanya ini adalah awal modal dalam menghafal, kemudian ajari ia cara membaca (Al-Quran), sampai nanti dia mahir membaca Al-Quran sendiri tanpa perlu didampingi saudarinya atau gurunya.
6. Jika sang adik sudah mencapai usia wajib-shalat dan berakal, ajarkan dia agar mengulangi hafalannya dengan cara membaca (surat yang telah dihafalnya) dalam shalat, baik shalat fardhu maupun nafilah (sunnah).
7. Ulangi hafalannya dengan mendengar kaset atau komputer, agar terpadu antara baiknya pelafalan dan baiknya cara baca. Kesempatan ini juga bermanfaat untuk mengulang hafalan dan memperkuatnya.
8. Pilih waktu yang sesuai untuk menghafal – selagi tidak sibuk dan banyak urusan – misalnya pilih waktu setelah fajar (subuh) atau waktu antara maghrib dan isya. Jauhi masa ketika lapar, capek, atau mengantuk.
9. Puji sang adik di hadapan tetangga atau kerabat, untuk menyemangati dan memotivasi para tentangga dan kerabat supaya ikut menghafal Al-Quran. Baca dua surat al-mu’aqqidzat (yaitu Al-Falaq dan An-Nas), agar terhindar dari ‘ain orang yang dengki.
10. Sangat penting bagi sang adik untuk memakai satu mushaf, jangan gonta-ganti, karena dengan itu dia akan lebih kuat mengingat letak ayat.
11. Motivasi sang adik untuk menuliskan ayat yang telah dihafalnya, hingga tergabung antara pelajaran menulis dan kuatnya hafalan.
Hanya Allah yang mampu memberi taufik.
Fatawa Islam Sual wa Jawab (diasuh oleh Syaikh Shalih Al-Munajjid).
Sumber: http://islamqa.info/ar/32436
Sumber: https://muslimah.or.id/5727-kiat-membimbing-anak-usia-5-tahun-dalam-menghafal-al-quran.html
09/09/2016
Assalaamu'alaikum wa rohmatullaah wa barokaatuh ikhwah fillaah...
Kami menyediakan hewan qurban in syaa Allah berkualitas dg harga yg terjangkau (harga tetap sampai hari H), BEBAS BIAYA KIRIM dan BEBAS BIAYA PERAWATAN
More info :
0852 8282 1812 ( Ust.Hendra )
0812 1012 9680 ( Ust. Abdul Hakim )
Click here to claim your Sponsored Listing.
Location
Category
Telephone
Website
Address
Bogor
16124