12/05/2026
Bumi yang sehat tidak dimulai dari langkah besar.
Ia dimulai dari tangan-tangan kecil yang belajar peduli 🌱
Melalui kegiatan Roots for Future, siswa SDN Besan belajar mengenal lingkungan dengan cara yang menyenangkan dan bermakna. Mulai dari edukasi pemilahan sampah, permainan interaktif, hingga aksi nyata menanam 78 pohon kluwek dan kemiri bersama.
Bagi kami, ini bukan hanya tentang menanam pohon.
Ini tentang menanam kesadaran, kepedulian, dan harapan untuk masa depan yang lebih hijau.
Ketika anak-anak mulai memahami bahwa bumi perlu dijaga, maka perubahan sedang tumbuh perlahan 🌍
Terima kasih kepada seluruh siswa, relawan, komunitas, dan semua pihak yang telah menjadi bagian dari perjalanan kecil ini.
Karena satu pohon hari ini, bisa menjadi kehidupan untuk esok hari 🌿
11/05/2026
“Cuma bakar sedikit kok.”
Kalimat sederhana yang sering dianggap biasa, padahal asapnya bisa berdampak untuk banyak orang di sekitar kita.
Pembakaran sampah bukan hanya mencemari udara, tapi juga bisa memicu gangguan pernapasan, merusak lingkungan, hingga memperparah pemanasan global. Yang dibakar memang sampah, tapi efeknya kembali lagi ke manusia. Siklus klasik. Manusia menciptakan masalah, lalu bingung saat harus hidup di dalam akibatnya sendiri.
Masih banyak cara yang lebih baik untuk mengelola sampah:
♻️ Memilah sampah
🌱 Membuat kompos
🧴 Mendaur ulang
🗑️ Membuang sampah pada tempatnya
Perubahan tidak harus dimulai dari hal besar. Kebiasaan kecil yang dilakukan bersama bisa menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat untuk semua.
Karena udara bersih bukan kemewahan. Itu kebutuhan.
11/05/2026
“Saat beton terus tumbuh, hutan perlahan runtuh.” 🌳
Indonesia memang sedang berkembang.
Gedung berdiri. Jalan diperluas. Kawasan baru terus dibuka.
Tapi di balik semua itu, ada hutan yang hilang sedikit demi sedikit.
Ada sungai yang mulai tercemar.
Ada udara yang semakin panas.
Dan ada satwa yang kehilangan rumahnya.
Hutan bukan sekadar kumpulan pohon.
Hutan adalah sumber kehidupan.
Penjaga keseimbangan alam.
Paru-paru yang selama ini diam-diam membuat kita tetap bernapas.
Ironisnya, manusia sering menyebut ini “kemajuan”.
Karena rupanya menghancurkan alam sambil menyebutnya pembangunan terdengar lebih elegan daripada mengakui keserakahan. Spesies yang sangat kreatif.
Pembangunan bukan musuh.
Tetapi pembangunan tanpa batas akan meninggalkan krisis yang lebih besar untuk generasi berikutnya.
Kalau hari ini kita diam, mungkin nanti anak-anak hanya bisa melihat hutan lewat foto dan cerita.
Mari mulai peduli.
Karena menjaga hutan bukan hanya tentang alam.
Ini tentang mempertahankan kehidupan.
27/04/2026
More than a training center, Sanggar Windhu Candra Budaya stands as a living home for culture, where tradition is actively practiced, shared, and passed on to future generations. It is a place where heritage is not stored like an artifact, but kept alive through movement, sound, and community spirit.
27/04/2026
Through his work, I Ketut Sudirawan continues to advocate for a future where traditional Balinese arts are not only preserved but also reimagined. By utilizing contemporary media such as audio and visual documentation, he encourages younger generations to engage with culture in ways that resonate with their world, ensuring that tradition remains alive, meaningful, and deeply connected to the present.
08/04/2026
Another Fun Fact :
actually have a chance to show up in Ubud Art Market .. So if you want to know about her.. Call us
06/04/2026
Gung Dew is a young innovator and chemistry student at Udayana University who believes that tradition and science should not exist in separate worlds. While many people see lontar simply as an ancient manuscript, she sees it as a living heritage that still holds relevance today.
Her journey began from a personal hobby of writing on lontar, a practice that gradually grew into a deeper curiosity. As she continued her studies in chemistry, she began to see new possibilities. She started asking herself a simple but powerful question: what if tradition could evolve with the help of science?
Through experimentation and persistence, Gung Dew began developing products inspired by lontar culture, combining traditional techniques with scientific understanding. For her, the challenge was not only about creating something new, but also about maintaining the authenticity and philosophical values behind the tradition.
04/04/2026
Bali sebenarnya masih punya ruang untuk penduduk nya, baik itu lokal (KTP Bali) ataupun pendatang CUMAN, Sistem ekonomi yg masih berpusat di sekitaran itu-itu aja yg bikin Bali sesek.
So, penduduk lokal ataupun pendatang sekiranya bisa buka usaha, berdayakan juga penduduk di tempat yg kurang ramai dan jadikan spot ekonomi baru.
Stay mindful and positive