No coment🤪🤪
Siska Amanda
🥰🥰🥰🥰
Sering" olahraga
21/04/2026
Ngeselin banget suamiku, volosssnya kelewat akutt 😭
***
DIPAKSA KAWIN (9)
"Mas, setiap kita pasti akan melewati fase demi fase yang serba pertama. Pengalaman pertama begini, begitu, dan semuanya bertahap. Misalnya rider, pasti ada tahapan-tahapan tertentu sebelum dia menjadi pembalap profesional. Dari belajar mengendarai motor, mengendalikan, memahami medan dan sebagainya. Termasuk Mas Baim dan Gendhis dengan pengalaman pertama dalam hal berbeda. Jadi jangan insecure, ya!"
"Terima kasih untuk pengertiannya, Ndhis. Tadinya, mas sempat khawatir. Mas juga khawatir barangkali kamu malu punya suami tidak seperti suami-suami pada umumnya. Yang percaya diri, peka, romantis dan gampang untuk membahagiakan istrinya."
"Enggak, kok. Gendhis sama sekali gak malu. Mas Baim itu limited edition dan lucu. Gendhis s**a."
Aku duduk serupa dengannya. Satu tangan menggenggam tangannya, tangan satu lagi kugunakan untuk mengusap pipinya. Ada senyuman merekah di sana, juga binar bahagia dari sepasang mata elang Nicholas Saputra.
"Good job, Mas!"
Eaaak! Dia garuk-garuk dengkul. Misi telah dijalani dengan baik dan benar sesuai prosedur.
"Makasih ya, Ndhis."
"Makasih mulu."
"Terus?"
"I love you, kek. Sarangheyo, kek. Aku trisno marang sliramu, kek."
____
"Mas pernah dengar lagu Aisyah Istri Rasulullah?"
Secangkir kopi hitam kusajikan untuknya. Di pagi pertama Mas Baim akan beraktivitas normal. Kembali bekerja setelah libur seminggu. Waktu seminggu yang benar-benar quality time untuk sepasang pengantin baru. Pengalaman pertama yang sungguh seru.
"Pernah. Tapi gak hafal liriknya. Memangnya kenapa?"
"Ya, di situ ada gambaran kecil tentang pacaran halal ala Muhammad dan Aisyah. Ada yang Mas ingat gak, salah satu contohnya?" Pisang goreng keju kuletakkan dekat cangkir kopi di meja.
"Kalau tidak salah minum di bekas bibir atau apa gitu. Oh, mungkin maksudnya di gelas yang sama."
"Terus?"
"Bermain lari-lari."
"Terus?"
"Ayolah, to the point. Maksudnya apa ini? Ada sesuatu yang kamu inginkan dari mas. Atau ada sesuatu yang mengganjal di hati kamu tentang sikap mas. Bilang saja!"
Lelaki! Di mana-mana sama saja. Gak mau ribet, gak mau diajak tebak-tebakan atau kode-kodean. Padahal 'kan seru sesekali menganut motto kalau ada yang sulit ngapain cari yang gampang.
"Manis banget ya, Mas, kalau kita membayangkan betapa romantisnya rumah tangga mereka."
"Maksudnya ... kamu mau seperti itu juga? Mas minum di bekas bibirmu, atau mas lari kejar-kejaran sama kamu?"
"Ish, ya gak gitu juga."
Masa iya mau kejar-kejaran terus muter-muter pohon ala drama Bollywood. Yang ada malah diketawain sama Petruk. Maksudku jadi laki jangan lempeng-lempeng amat napa. Seenggaknya punya inisiatif sendiri gitu. Bukan selalu menunggu dipancing-pancing dulu baru ada tindakan. Ah! Apa standarku saja yang berlebihan?
Mas Baim pasangan hidup yang kupilih. Dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Dia diam, aku cerewet. Dia lempeng aku pecicilan. Dia pasif, aku yang aktif. Namun, boleh 'kan, ya, sesekali tukeran gitu. Berasa lebih dominan jadinya.
"Seperti ini bisa dibilang romantis, gak?" Mas Baim menyodorkan pisang goreng yang baru digigitnya ke mulutku.
"Bisa."
Okelah, romantis baginya adalah ketika makan sepotong pisang goreng berdua. Baiklah, tidak begitu buruk.
"Biasanya untuk makan siang, mas makan di luar atau gimana? Atau mau dibawakan bekal mungkin."
Mengetahui kebiasaan pasangan itu juga penting. Biar kita sebagai istri selalu siap sedia. Cieileh, istri. Predikat yang sungguh keren dan mulia.
"Paling sering ya, makan di luar. Tapi berhubung sekarang sudah punya istri. Ya, gak ada salahnya dibawakan atau diantarkan bekal. Sayang 'kan, punya istri jago masak tapi dianggurin."
"Anda benar! Satu juta rupiah." Gaya ala host kuis sukses membuat pria di depanku tertawa. Gitu, kek. Kan jadi kelihatan lebih ganteng. Apalagi waktu refleks unyeng-unyeng kepalaku. Sesungguhnya dia sangat manis kalau sedang khilaf.
"Tapi mulai besok saja, pasti hari ini kamu masih sibuk beres-beres, kan?"
"Iya, Mas. Oh ya, mungkin agak siangan Gendhis mau izin. Mau nengokin outlet. Boleh, kan?"
"Boleh, d**g."
"Makasih, Mas."
Setelah menikah, Mas Baim gak melarang aku jadi wanita karier. Boleh melanjutkan usaha toko kue yang mulai memiliki pelanggan. Tapi dengan satu syarat, yakni suami harus tetap terurus dengan baik.
"Oke. Sudah waktunya mas berangkat ini."
Mas Baim mengetuk-ngetuk permukaan Arloji di tangan. Aku siaga berdiri dan merapikan kerah kemeja, merapikan rambut juga merapikan kumis tipisnya. Terakhir, mengantar sang belahan jiwa hingga teras. Berharap sebelum Mas Baim otewe, istri tercintanya ini mendapatkan imbalan apa gitu. Namun ekspektasi jauh meleset, Gendhis yang malang dibiarkan begitu saja. Bahkan aku belum sempat mencium tangannya. Sukur-sukur bisa cium yang lain-lain.
Balik kanan, gerak!
"Ndhis!" Dia memanggil.
"Ada yang ketinggalan, Mas?" Mesin mobil sudah menyala, tapi pemiliknya balik lagi.
"Ada. Ini-" Dengan spontan pipiku dikecup olehnya, kemudian beralih ke kening. Gitu, kek, dari tadi.
____
Untuk sementara waktu, kami masih harus tinggal di rumah Kakek. Menunggu Yahya, adik Mas Baim lulus SMA dan berencana melanjutkan pendidikan di salah satu kampus bergengsi di Jogja. Kalau tinggal di rumah terpisah, kasihan Kakek yang hanya seorang diri. Bisa-bisa ngapelin si Nenek jomlo melulu, malu dengan bisik-bisik tetangga. Informasi terbaru, si Nenek masih malu-malu. Ah, asmara senja terkadang selucu itu. Tapi lebih mending daripada aku dan Mas Baim. Kebalik siapa yang lebih malu-malu.
Aku membuka koper dan membereskan barang-barang yang kubawa dari rumah Ibu. Lantas merapikannya di lemari khusus pakaian. Barang-barang kecil seperti buku catatan, headset, charger dan sebagainya masuk ke space meja laci yang masih kosong samping lemari. Tadi rencananya sekalian membersihkan dan merapikan kamar legend milik Mas Baim semenjak ikut Kakek sedari kecil. Biar terlihat ada sentuhan tangan sang istri di balik kenyamanan ruangan ini.
Ada salah satu benda terjatuh saat aku mengangkat tumpukan buku-buku tebal. Sebuah buku catatan dalam keadaan terbuka saat mendarat di lantai. Aku memungutnya, penasaran dengan foto yang menempel di salah satu lembarannya.
Dalam foto tersebut, terdapat gambar tiga orang berseragam SMA. Dua di antaranya sudah kukenal, satu Mas Baim dan satu lagi Mas Panji.
Namun perempuan yang mereka rangkul di tengah-tengah itu siapa?
Bersambung
Di KBM App udah tamat dengan judul sama
Penulis : Purnama_Julita
***
Novel karya Purnama Julita
selamat pagi
04/04/2026
Terima kasih kepada pengikut terbaru saya! Senang Anda bergabung! Rudji Janto, Kurniawan, Ahfu Ting, Hermanto Devi Husna, Vito Riko Manuel, Amrendra Kumar, Wahono, Suparman, Anwar Gledek, Asmiyati, Samson Zon, Rio Febriance Salampe Rio, Siahaya Siahaya, Can, Siti Mursidah, Md Harun Ur Rashid, Ani Karim, পরি ণীতা, M Mubarok, Matahari Tertutup Mendung Adpensri, Mah Ono, Bodial Sk, Farel Dirgantara, Eliyanti, مولانا محمدیوسف آفیشل پیج, Madidi Barsa Madidi Barsa, Don, Mang Ian, Rianto Pardede, Sarlotha Poprady, Ipul Nacikit, Orce Bobsuni, Bndr Fox, Adinda Rayqa Shanom, Said Rio Riski, Jm'lia Tidore Al Binanti, A'ripp P, Zarcho Naif, Allian Rona, Meliana Abuk Bria, Dewi Lika, Ranianiabs, Moms Felly Moms Felly, Amin Amine, Arsy Ukar, Yuni, Yuliana Gerson Yuliana Gerson, Bobiende, Uty Mhbu, Komang Sudiarse
02/04/2026
Ini kok gini ya kak
27/03/2026
Memang kecil 100–200 views.
Sering diremehkan, sering bikin down.
Tapi justru dari angka kecil itu, akun ini mulai tumbuh.
Dari yang awalnya nggak ngerti apa-apa, buta tentang dunia konten…
pelan-pelan mulai belajar:
✨ cara bikin konten
✨ cara memahami algoritma
✨ sampai akhirnya ngerti bagaimana dunia perkontenan itu berjalan
Dan dari angka kecil itu juga…
Alhamdulillah bisa membuktikan kalau gajian dari FB Pro itu nyata. ✨
Jadi jangan remehkan fase kecilmu.
Karena bisa jadi, itu adalah pondasi dari hasil besar yang akan datang.
Bismillah semoga yang masih berjuang di 100–200 views, segera naik ke ribuan, puluhan ribu, hingga jutaan. 🤲🔥
26/03/2026
Alhamdulillah gajian ☺️☺️☺️
#𝗿𝗲𝗲𝗹𝘀𝗳𝘆𝗽シ ✅
#𝗿𝗲𝗲𝗹𝘀𝗳𝘆𝗽 ✅
#𝗿𝗲𝗲𝗹𝘀𝗳𝘆𝗽シ𝗳𝗯 ✅
#𝗿𝗲𝗲𝗹𝘀𝘃𝗶𝗿𝗮𝗹シ ✅
#𝗿𝗲𝗲𝗹𝘀𝘃𝗶𝗿𝗮𝗹 ✅
#𝗿𝗲𝗲𝗹𝘀𝘃𝗶𝗿𝗮𝗹シ𝗳𝗯 ✅
Click here to claim your Sponsored Listing.
Location
Category
Website
Address
Denpasar