02/10/2026
โ๏ธ ๐๐๐ซ๐ข ๐๐ข๐ซ๐ฎ๐ค-๐๐ข๐ค๐ฎ๐ค ๐๐จ๐ง๐๐จ๐ง ๐ค๐ ๐๐๐ง๐๐ง๐ ๐ง๐ฒ๐ ๐๐๐ฌ๐ข๐ฌ๐ข๐ซ ๐๐ข๐ฃ๐๐ค๐: ๐๐๐ซ๐ฃ๐๐ฅ๐๐ง๐๐ง ๐๐๐ซ๐๐ง๐ข ๐๐๐ง๐ข๐๐ฅ ๐๐๐ฎ-๐๐๐ฃ๐๐ข ๐ด๓ ง๓ ข๓ ฅ๓ ฎ๓ ง๓ ฟ๐ญ๐ท
Pernahkah kalian berpikir, mengapa banyak pemain muda Inggris enggan meninggalkan zona nyaman mereka untuk berkarier di luar negeri? Daniel Adu-Adjei, striker berusia 21 tahun jebolan akademi AFC Bournemouth, memilih jalan yang berbedaโdan keputusannya terbukti brilian!
Pada Agustus 2025 lalu, Daniel mengambil langkah besar dengan menerima kontrak empat tahun dari klub papan atas Kroasia, HNK Rijeka. Meninggalkan sepak bola Inggris yang menjadi impian banyak orang, ia mencari jam terbang reguler dan kesempatan bermain di kompetisi Eropa.
๐ฅ Performa Gemilang di Musim 2026/2027
Adaptasinya di lapangan berjalan luar biasa. Musim ini, Daniel menjadi salah satu pilar penting di lini depan Rijeka. Pada 20 September 2026 lalu, ia turut menyumbang satu gol saat Rijeka melibas raksasa Kroasia, HNK Hajduk Split, dengan skor telak 3-0. Sebelumnya di awal September, ia juga mencetak brace (dua gol) dan satu assist saat menghancurkan NK Osijek 4-1. Keputusannya merantau juga membawanya mencicipi atmosfer kompetisi elit Eropa melalui laga-laga UEFA Conference League.
โ Kehidupan Baru di Kroasia: Budaya Ngopi dan Cuaca Fantastis
Dalam wawancara terbarunya di bulan Oktober 2026, Daniel membagikan kisah adaptasinya. Baginya, transisi dari London yang serba cepat ke Rijeka sangat menyegarkan.
"Di London semuanya berjalan 100 mil per jam, semua orang selalu terburu-buru. Di Rijeka, orang-orang sangat santai. Mereka punya budaya ngopi yang kuat, cuacanya cerah, dan makanannya (terutama ikan kakap putih segar) sangat enak," ungkap Daniel.
Tantangan terbesar? Tentu saja bahasa Kroasia yang sangat sulit. Beruntung, ada sekitar sembilan pemain di skuad Rijeka yang menggunakan bahasa Inggris, sehingga ia tidak merasa terasingkan di ruang ganti. Kini, Daniel sangat merekomendasikan pemain muda lainnya untuk berani merantau ke Eropa daratan demi perkembangan karier.
๐ฃ๏ธ MARI BERDISKUSI DI KOLOM KOMENTAR! ๐
Melihat kesuksesan Daniel Adu-Adjei, apakah menurut kalian para pemain muda berbakat (baik dari Inggris, maupun wonderkid Indonesia yang ingin abroad) harus lebih berani keluar dari zona nyaman?
Lebih baik mana: Berjuang di liga kasta bawah/akademi negara top, ATAU merantau ke liga Eropa Timur/Balkan (seperti Kroasia) yang rutin main di kompetisi Eropa (Liga Champions/Europa/Conference)?
Coba bagikan opini tajam kalian di bawah ya!