22/03/2021
Iro Yudo Wicaksono
Makna filosofi dari Iro Yudo Wicaksono adalah menjalankan semangat kesatria sebenarnya yang menegakkan kejujuran, kebenaran dan menjalankan Panca Setia secara penuh dan tanpa embel-embel apapun.
Tidak ingin pujian dan rasa kagum dari orang lain, namun Iro Yudo Wicaksono yang sebenarnya adalah senantiasa hidup di kehidupan ini selalu berguna bagi diri sendiri dan orang lain dalam hal kebaikan apapun dan di manapun.
Iro Yudho Wicaksono adalah sebuah
semboyan keprajuritan zaman kerajaan yang mengutamakan keberanian, kegagahan, kerendah hatian dan kebijaksanaan dari cara hidup prajurit perang dan kesatria yang penuh dengan etos, dedikasi, perjuangan, kerja keras, pantang menyerah dan
disiplin.
Tetaplah menjadi Anggota PPS Bintang Surya yg selalu menjunjung Tinggi Nama Baik Perguruan dengan menjalankan dan menjaga Ajaran ataupun identitas Organisasi yg sebenarnya.
Salam Pasgujati Bintang Surya Indonesia
13/03/2021
Ngelmu Iku Kelakone Kanthi Laku
Ngelmu iku (mencari ilmu itu), kelakone (tercapainya), kanthi laku (lewat proses atau perjalanan lahir batin).
Menurut pandangan jawa, ngelmu berbeda dengan ilmu. Ngelmu adalah ajaran batin untuk bekal hidup di dunia dan akhirat.
Ajaran tersebut akhirnya menjadi penuntun bagi seseorang dalam berperilaku. Oleh karena itu, untuk memperolehnya pun memerlukan kekuatan batin serta penghayatan pribadi, bukan dengan aktivitas logika melulu.
Sedangkan ilmu, adalah pengetahuan yang dikemas secara sistematis, disusun berdasarkan metodologi tertentu yang berlandaskan nalar atau logika.
Menurut kepercayaan Jawa, untuk mendapatkan ngelmu, seseorang harus menggunakan olah roso, batin, atau laku pribadi.
Upaya tersebut jelas berbeda dengan mencari ilmu yang harus duduk di bangku sekolah hingga perguruan tinggi atau ngobrol ngalor ngidul dirumah saja. Ngelmu hanya bisa dikuasai setelah dilakoni (dilaksanakan), dengan tindakan nyata. Bukan hanya jagongan di rumah dan sambil ngopi saja.
Jadi, bukan sekadar dipelajari seperti matematika, melainkan harus dipraktekkan sebagaimana ibadah dan puasa. Biasanya, ngelmu didahului dengan puasa atau yg lainya, yang prinsipnya membersihkan jiwa dan raga dari segala nafsu duniawi.
Misalnya, jangan s**a berbohong, jangan menipu, jangan mengingkari janji, jangan sombong, jangan menghina orang, tirakat, menepi,perjalanan spiritual dan lain-lain.
Dalam menjalani lelaku tersebut diperlukan meneng (fisiknya diam), hening (batin-rasa-pikiran yang bening), eling (sadar), dan awas (waspada). Semoga jadi bermanfaat bersama untuk pangeling-eling khususnya praktisi spiritual, bahwasanya Ngelmu harus dengan laku. Ngelmu harus berani melangkah dalam spiritual. Orang punya Ngelmu bisa mengemban amanat Guru dan Setia.
Ingat….!! Tak kan ada kemuliaan dan disebut orang hebat apabila seorang berilmu tidak berdamping dengan orang hebat p**a.
Jadi, Ngelmu selain laku juga dituntun Guru, bukan sak penak udele dewe gawe ukoro lan boso. Wes gatuke wong linuwih iku sing kang gentur laku, dudu wong kang adol suworo ananging Gondo alus wae durung iso mambu. Ojo kegeden angen-angen yen durung nglakoni sak jroning lakuning jasad mateni kabeh howo papat kiblat. Ora ono ceritane wong turu lan jagongan mung ning omah wahyune lumampah.
06/03/2021
REGENERASI SEBUAH PROBLEMATIKA KLASIK dalam SEBUAH ORGANISASI
Organisasi merupakan sebuah wadah yang kompleks untuk setiap anggotanya dalam berkomunikasi dan bersosialisasi. Jalannya roda kepengurusan dalam organisasi juga melibatkan peran aktiv anggotanya sendiri untuk mempertahankan supaya organisasinya tetap bisa eksis. Hampir setiap organisasi selalu melakukan pembaharuan dalam struktur kepengurusan supaya organisasi nya bisa tetap eksis. Periode demi periode kepengurusan selalu membawa sebuah harapan baru untuk kemajuan yang lebih baik dari periode sebelumnya.
Apa yang sebenarnya menjadi kendala dalam setiap organisasi untuk terus berkembang? Mungkin sebuah pertanyaan yang cukup sederhana, tapi dapat menimbulkan banyak pendapat dan argument yang berbeda p**a. Masalah klasik yang sering timbul dan menjadi kekhawatiran dalam setiap organisasi pada umumnya adalah masalah regenerasi. Tidak dapat dipungkiri, bahwa tanpa adanya regenerasi, maka bisa dipastikan organisasi tersebut hanya mampu bertahan dalam satu generasi saja. Yah, jelas saja, tanpa adanya penerus generasi, maka tidak ada proses regenerasi, yang berarti organisasi tersebut akan vakum atau bahkan akan hilang sama sekali.
Bagaimana sebenarnya proses regenerasi itu berlangsung….??? Apakah hanya sekedar perekrutan anggota saja…??? Tentu saja jawabannya tidak. Perekrutan angota merupakan langkah awal dalam mempersiapkan generasi yang selanjutnya. Nah, dalam proses inilah, dimana generasi baru yang akan dipersiapkan melanjutkan jalannya roda kepengurusan digembleng dan didik bagaimana caranya menjalankan organisasi itu. Tahap demi tahap diprogramkan untuk anggotanya supaya mendapatkan porsi keilmuan dan pengetahuan yang sama. Tahap berikutnya merupakan pengembangan diri (soft skill) dari anggotanya untuk mendapatkan pengetahuan yang lebih.
Peran penting anggota yang sudah lebih dulu berperan dalam organisasi atau yang lebih familiar disebut senior juga berperan penting. Selain wajib mentransfer keilmuannya, para senior ini juga wajib dalam mengontrol juniornya supaya tetap terarah dan berjalan sesuai dengan program organisasi yang sedang dijalankan. Para junior (anggota baru) juga sebaiknya jangan malu bertanya kepada para seniornya.
Sebuah kekhawatiran lain yang muncul adalah, ketika para junior (anggota baru) bertanya kepada senior yang tidak tahu (kurang menguasai), namun karena merasa diri senior maka sang senior menjadi sok tahu dan mentransfer ilmu yang juga asal-asalan, hingga akhirnya si junior juga akhinya menjadi sok tahu. Nah, disinilah bagaimana si anggota baru harus bisa beradaptasi dan menilai, senior mana yang harus didekati untuk mendapatkan ilmu. Dan para senior pun, jika memang kurang menguasai atau kurang memahami, sebaiknya merekomendasikan juniornya untuk bertanya kepada senior yang lebih berkompeten (yang lebih memahami).
Keterbukaan diri dan mau mengevaluasi diri sendiri juga menjadi sebuah factor penentu jika ingin maju dan berkembang, terutama dalam pengelolaan soft skill yang dimiliki. Nah, jika sudah begini, maka tidak akan sulit untuk mempersiapkan regenerasi yang akan meneruskan jalannya roda kepengurusan organisasi.
Semoga bermanfaat.
15/05/2020
Assalamu'alaikum Wr. Wb. Salam Rahayu..
Sekilas info untuk sedulurku semua tentang Ketua Umum dari PPS BINTANG SURYA saat ini.
Beliau adalah Ibu R. FITRIANA, SE RADEN PANDJI.
Beliau adalah anak Ke-7 dari Guru Besar PPS Bintang Surya yaitu alm. Mbah RADEN PANJDI.
Beliau sekarang bertempat tinggal di Desa Bunga Antoi, Kecamatan Tabir Selatan, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi.