Rish*ta Dewi

Rishita Dewi

Share

Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Rish*ta Dewi, Coach, Jalan Kemang Raya No 88, Jakarta.

20/08/2026

“When small men begin to cast big shadows, it means the sun is about to set”
by Lin Yutang, Chinese American Philosopher

Melihat quote ini jadi penguatan,…
Teringat bagaimana alam mengajarkan bayangan akan cenderung membesar saat matahari beranjak ke ufuk barat
Waktunya matahari akan terbenam,..
Ah,…
Teringat juga Odessey yg memegang erat cinta di hatinya supaya tetap bisa kembali ke Itacha
Meski sempat “menyasarkan diri” karena rasa bersalah, dan justru jadi sukses tersasar puluhan tahun sebagai “bayaran” atas pelanggaran hukum alam
Peringatan beatapa pentingnya jaga hati, jaga diri, jaga nurani
Karena itulah KOMPAS untuk kembali p**ang,..

*tadewi

18/08/2026

Get well soon, Indonesia
Happy belated birthday Indonesia

Pray for Flores
❤️‍🩹🥀

Photos from Rishita Dewi's post 16/07/2026

Where does your heart go?

Tanpa disadari, seringkali hidup bergerak dalam ketidak sadaran, autopilot, yang penting bergerak, yang penting ada “ada arah”, meskipun jika di renungkan lebih dalam, tak jelas juga ini arahnya siapa?
Karena apa? Mulai kapan dan sampai berapa lama?
Digerakkan oleh apa?
Keinginan? Ambisi? Tuntutan ?
Atau pemenuhan kewajiban demi kewajiban yang pada akhirnya bikin hangatnya api perlahan surut nyalanya,..
Entah,…
Yang penting bergerak saja, hingga nanti lelah menghantam, rangkumannya menghentikan langkah dan padamkan semangat.

Jika ini yang terjadi, beri jeda.
Hentikan pola perulangannya,..
Beri waktu untuk terhubung dengan diri, dengarkan hatimu, rasakan api yang ada di dalam dirimu
Meski mungkin nyalanya kini lemah, upaya setiamulah yang akan kuatkan cahayanya hingga tiba saatnya berkobar kembali, terangi dunia

Jadi sayang,..hadirlah terus untuk dirimu untuk terhubung kembali dan siap hadapi dunia tanpa sibuk mengisi diri dengan kompensasi-kompensasi di sana sini

Take your time,..
Someday will be,..

Note : Komposisi Sandtray adalah bukan hasil terapi klien.

Jakarta, 16 Juli 2026
*tadewi

Ilustrasi foto : Replikasi tray Jungian Sandplay Therapy, Personal Refleksi, Bukan sesi Klien, 13 Juli 2026

Photos from Rishita Dewi's post 29/05/2026

Selalu ada yg pertama
Kali ini, ke Taman Mini!
Untung aja akhirnya kesini juga, berkat diajakin Ketua Suku Team Nari S**a S**a Playtherapy Indo Ms awal bulan di hari Minggu 3 Mei 2026
Kumpul bareng terapis bermain lainnya sembari ambil video utk kegiatan signature Playtherapy Indonesia, GIB - Gerakan Indonesia Bermain 💙
Hasilnya? Hati senang, baju basah keringat !
Untung semuanya playful, jadinya ketawa terus

Super fun!

Kapan di ulang lagi?
Narinya, maksudnya hihihi!

.ardianingsih

Photos from Rishita Dewi's post 28/05/2026

Unexpected But Revealing The Pandora Box

Buat saya inilah jalan saya ke Bach Flower Remedies. Awalnya krn pengguna crisis remedy (5 flower) nya krn manjur utk bantu menenangkan saat dlm kondisi cemas ataupun kurang connect (Clematis moment,..bagi teman-teman praktisi Bach pasti kenal istilah ini). Apalagi, pas pertengahan 2024, sempa ketemu budhe disarankan beliau utk pelajari modality yg terkait dgn mixture air dan bunga. Jalanpun terbuka, teman belajar yg jg Psikolog klinis .sadewo ambil training hours sbg trainer BFR L1, sbg bentuk support, ikutlah saya kelasnya sbg bentuk support, termasuk tergoda beli set 38 remedies termasuk box kayu yg di personalized nama dgn quote Dr Bach p**a! ( ini mah niat ya? ). Training pertama BFR terwujud di, 18 Januari 2025.

Ternyata, perjalanan bareng BFR berlanjut,..krn ternyata sadar tak sadar, menyaksikan klien & diri sendiri terbantu jg via BFR meski baru gunakan remedi yg terbatas (crisis remedies). Putuskan di tahun 2026 ini, ikuti BFR Level 2, Advanced Workshop difasilitasi Ong Hong Seng, BFRP & BFRAP dari Singapore, Sabtu-Minggu, 23-24 Mei. Hasilnya?

Unexpected! Revealing so many things
Sampe bikin deg2an.
Baik yg sempet bikin panik sampe excited.
Aku yg selama ini under estimate diriku sebagai org yg peka-peka amat terkait body, ternyata lumayan juga ( emang denial orangnya,..jitak aja! )
Yg bikin happy, align dgn metode yg selama ini di drill di playtherapy, sand,clay,brainspotting, di BFR juga diajak refleksi utk terapkan BFR ke diri sendiri dahulu.
Nah Pas! Ga instant! Latih reflective function. Ngosongin wadah. Ajak utk dissect emosi yg berlapis lapis dgn beragam tone warna
Syuka deh,..plus ketemu teman baru dari Thailand, Jakarta yg cepat terasa udah kenal lama krn cepat akrab, group kecil yg terasa aman

Lalu nextnya apa? Level 3, plannya tahun depan sih
Nabung dulu huhuhu,
Investasinya jangan tanya,… # # # # # ☺️☺️☺️☺️
Bismillah,..semoga dimampukan, Ya Allah ✨🙏🏻💗

Tangsel, 28 Mei 2026

*tadewi

Photos from Rishita Dewi's post 28/05/2026

Began the journey,..
Opened by .sadewo

Bach Flower Remedies Level 1, Jakarta, January 18 2025

*tadewi

Photos from Rishita Dewi's post 04/05/2026

Upaya Pantaskan untuk Setara, Seimbang, Bertumbuh Bersama

Di tengah “perang” opini ttg bagaimana hrsnya peran Puan & Pria dlm relasi, ga bohong jika deretan serial dracin & kdrama diatas jd oase yg bikin lebih hati lebih adem.
Termasuk yg masih on going tayang di Disney Channel, Perfect Crown. Serial 12 episode ini meski di kritisi abis-abisan, rasanya masuk dlm kriteria serial yg capture dinamika cinta yg setara, terlihat dari komunikasinya yg sat set, tahu apa yg dimau, clear, terbuka, tak beri jeda lama utk miskomunikasi.
Ga jelas? Tanya!
Ga s**a? Komunikasikan.
Konfirmasi, klarifikasi. Paham klo asumsi adlh ruang masuk Jin Dasim utk pecah belah relasi.
Dgn modal intensi yg jelas, niat baik, adil, mau berkorban satu sama lain, koneksi yg kuat serta komunikasi yg lancar,
Semoga berakhir bahagia
*ngarep :)

Meski hny film, yg jg satu alat propaganda yg dahsyat
Kisah mrk dlm film inspirasikan “bgmn daya upaya tak khianati hasil”
Yg awalnya mungkin tampaknya timpang krn tak terlihat secara kuantitatif
Ternyata stlh lalui berbagai tantangan hidup, tiap karakter bertumbuh & berjalan beriringan
Saling seimbangkan
Tanpa berhitung
Terbuka, komunikasikan apa adanya
Percayakan yg terbaik akan hadir dgn berikan cinta yg setulus-tulusnya, bhw cinta butuh kedisiplinan upaya
Pada akhirnya potensi tanpa aksi, bukanlah apa apa

Nah, kita semua terbawa perasaan dgn cerita cinta yg sepadan
Memproyeksikannya ke sekitar, sadar tdk sadar
Harapan, jd ekspektasi, mudah jadi ilusi jika hny di simpan tanpa diurai dlm aksi
Jgn lupa, pd akhirnya dunia film & dunia realita tetap ada pembeda
Yg mungkin diwujudkan di dunia fiksi, tak otomatis mungkin jadi nyata di sini kini
Apalagi jika serta merta membabi buta dijadikannya ekspektasi yg pasti
Hmmm,..jgn yaaa

Wake up!
*sentil jidat

Jgn p**a menuntut ekspektasi utk dipenuhi, krn saat intensi divisikan, energi pun bergerak, bekerja secara otomatis
Hukum keseimbangan pun berlaku tak hny keluar, tapi juga di dlm diri

Saat memanjatkan harap, sdhkah kita adil, seimbang sedari mula ?

Berlanjut di kolom komentar ( pinned)

*tadewi

Photos from Rishita Dewi's post 17/04/2026

TFH, Belajar Interindependence dari Tubuh

Interdependence
Is the healthy balance of self-efficiency, and mutual support. It allows us to rely on and to support each other, fostering deeper connection and emotional resilience.

Pertama kali dengar TFH dari supervisor playherapy, Ms dan memilih belajar dari shinse yg dulu sempat tangani keluhan psikosomatis sejak 2022 an.

Hal pertama yg menarik perhatian untuk belajar TFH.
Metode ini menggunakan TCM sbg salah satu dasar ilmunya, yg utamakan pentingnya KESEIMBANGAN/HOMEOSTATIS bagi kesehatan seseorg secara holistik,mencakup aspek fisik, mental, emosional, & nutrisi. Touch for Health (disingkat TFH) adalah metode healing yg bertujuan tingkatkan vitalitas & seimbangkan sistem energi listrik tubuh.

Lebih ngefans lagi, pasca 4 training dasarnya & mulai berlatih praktek sambil isi workbook. Tanpa sadar, jadi dpt esensinya bahwa keseimbangan butuh di upayakan, dirasakan, dialami, namun bukan semata-mata kemudian menjadi buta hati dan pikiran,terabas kaidah aturan demi utk seolah “seimbang” yg sesungguhnya adlh kompensasi, cara coping yg maladaptive,

Self responsibility bukan ttg pada duty yg tanpa sadar dpt mentrigger rasa terbebani dgn tanggung jawab, namun justru mengingatkan pada sifat tubuh manusia sendiri. Interdependence yg di berakar dari self responsibility cerminkan bentuk relasi bekerja antara anggota tubuh&organ tubuh manusia hingga tercipta keseimbangan tubuh yg sehat secara holistik.

Dgn self responsibility, praktisi kembali diingatkan untuk welas asih, non judgement, jaga integritas & mengasah kerendahan hati bhw pada akhirnya kesembuhan klien berp**ang pada daya upaya sang klien utk sadari, jaga & percaya pd kebijaksanaan tubuh sendiri, bukan berkat sang praktisi yang serba bisa namun justru yg bantu berdayakan klien. Selaras esensi dgn modality yg telah dipelajari sebelumnya.

—- Lanjut di comment

Bali, April 17 2026

Photos from Rishita Dewi's post 29/03/2026

Spending hours playing with clay
Touching the soul within

✨💗

My Reflection on Chinese Drama : Pursuit of Jade

Photos from Rishita Dewi's post 17/02/2026

Lesson about Love from Punch in Ichikawa Zoo, Japan

LOVE is indeed UNIVERSAL

Thank u, Punch’s fav “hooman”
Who gives him chances to survive
Finally, another monkey has begun caring for Punch 💗

Another example that LOVE connects ✨

*tadewi

Want your business to be the top-listed Gym/sports Facility in Jakarta?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Category

Address


Jalan Kemang Raya No 88
Jakarta
12730