05/08/2019
Bantu share ya buat anak ini
bantu halaman ini agar budaya indonesia dapat berkembang dengan cara ikuti halaman ini
terimakasih
05/08/2019
Bantu share ya buat anak ini
Shalawat asyghil atau shalawat nya orang betawiyin
Shalawat ini sempat ngetren di era Orde Baru, khususnya di Jakarta. Dipopulerkan oleh radio milik Yayasan Pesantren As-Syafi'iyyah yang diasuh ulama besar Betawi, almarhum KH Abdullah Syafi'i (wafat 1406 H). Kalangan ikhwan-akhwat tentu familiar dengan shalawat ini, karena pernah jadi intro lagu salah satu grup nasyid beken lawas. Ada yang menyebutnya 'Shalawat Dzalimin', 'Shalawat Salimin', atau 'Shalawat Asyghil'. Dulu saya memakai istilah 'Shalawat Sibuk', namun kayaknya lebih pas kusebut 'Shalawat Mlipir', alasannya ada di paragraf akhir.
Banyak kalangan yang mengamalkan dan mendendangkan shalawat ini menisbatkannya kepada Habib Ahmad bin Umar al-Hinduan (wafat 1122 H). Sebab, shalawat ini tercantum di dalam kitab kumpulan shalawat beliau, Al-Kawakib al-Mudhi'ah. Namun di situ beliau 'hanya' mencantumkan, bukan mengarang redaksinya. Di ensiklopedi besar, Afdhalu as-Shalawat, susunan Syaikh Yusuf An-Nabhani (wafat 1350 H) pun tak saya temukan.
Konon, susunan shalawat berisi doa ini kerap dipanjatkan oleh Imam Ja’far ash-Shadiq (wafat 138 H), canggah Rasulullah. Salah seorang tonggak keilmuan dan spiritualitas umat di awal masa keemasan umat Islam. Beliau hidup di akhir masa Dinasti Umawiyyah dan awal era Abbasiyyah yang penuh intrik dan konflik politik.
Semoga kita diberikan kesadaran dan ketentraman hingga dijauhkan orang orang dzalim
AAMIIN
Astaghfirullah 😭😭 tinggal nunggu mati nya aja kyak gimana nih manusia
Yaa allah semoga mati kita seperti pemuda ini yaa allah..
Khusnul khatimah untuk mu😊
Gerak rasa sanalika. Manteb beh terus lestarikan beh
Perhatikan anak anak generasi kita jangan sampai mereka kecanduan game/gadget agar mereka tidak kehilangan fokus dan gangguan syaraf pada otak mereka