Indonesia Berkarakter

Indonesia Berkarakter

Share

IB TRAINING & CONSULTING

0857.18.55.33.11/ 0821.9779.9944

IB Training & Consulting Lembaga Penyedia Jasa Pelatihan, Outbound, Psycological Service, Event Organizer, Workshop dan Konsultasi untuk Pengembangan Sumber Daya Manusia

Photos 25/09/2015

Qurban lebih berarti jika diniatkan untuk berbagi..
Karena bukan besar atau kecil yang memberi nilai sebuah ibadah...
SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA 1436 H
Semoga Qurban kita berbuah berkah...

Aamiiin
indonesia-berkarakter.com

Photos 14/04/2015

Apakah Anda seseorang yang selalu BERUSAHA MAKSIMAL (baca : Perfectionist) atau seseorang yang MUDAH PUAS ?
# Seri Psikologi

Luangkan Waktu Anda sejenak untuk menyimak 10 pernyataan dibawah ini untuk mengenali sejauh mana pernyataan tersebut menggambarkan diri Anda. Berikanlan nilai rentang 1 (sangat tidak setuju) sampai dengan 5 (sangat setuju) untuk setiap pernyataan.

1. Jika menonton TV, saya lbh s**a berpindah-pindah saluran dibanding tetap pada satu program.

2. Saya menganggap belanja adalah sesuatu yang sulit, krn Saya tidak akan membeli sesuatu kecuali benar-benar Saya inginkan.

3. Saya membutuhkan waktu yang lama untuk memilih sebuah produk atau barang.

4. Kadang Saya membayangkan berbagi peluang yang Saya lewatkan dalam hidup

5. Saya s**a mempertimbangkan semua pilihan sebelum mengambil keputusan.

6. Saya tidak s**a membuat keputusan yang tidak bs diubah.

7. Bila sudah membuat keputusan, Saya sering membayangkan apa yang akan terjadi jika seandainya Saya mengambil keputusan yang lain.

8. Saya tidak merasa puas dengan sesuatu yang bukan terbaik.

9. Jika sedang membuka internet biasanya Saya hanya berpindah dari satu lama ke lama yang lain.

10. Saya jarang merasa senang dengan apa yang Saya miliki, karena Saya membayangkan mendapat yang lebih baik.

Jumlahkan nilai Anda. Skor 10-20 termasuk nilai rendah, sementara 21-39 sedang dan 40-50 adalah nilai yang tergolong tinggi.

Penelitian mengungkapkan bahwa setiap manusia kerap menggunakan salah satu dari dua strategi fundamental dalam menjalani setiap aktivitas dalam keseharian, yaitu 'berusaha dengan maksimal' atau 'merasa puas'.

Mereka yang berusaha dengan maksimal cenderung senantiasa menjajal berbagai pilihan untuk memastikan pilihan merekalah yang terbaik. Sementara orang yang cenderung merasa puas hanya mencari sesuatu yang sudah memenuhi keinginan mereka.

Orang yang berusaha maksimal secara objektif mendapatkan sesuatu lebih banyak, namun dibutuhkan waktu yang lebih lama untuk menemukan apa yang mereka inginkan serta dibayangi perasaan kurang bahagia, menyesal atau gelisah yang membayangi mereka dikarenakan pilihan lain yang tidak mereka ambil.

Sebaliknya walau mendapatkan produk yang 'tidak sempurna' orang yang cepat merasa puas lebih mudah merasa bahagia dikarenakan keinginan mereka sudah terpenuhi.

Untuk Anda yang selalu berusaha maksimal,hematlah waktu Anda untuk membuat keputusan secara tegas dengan membatasi pilihan serta membuat keputusan yang tidak dapat diubah.

Sahabat, terkadang kebahagiaan adalah soal menginginkan apa yang sudah Anda miliki, bukan memiliki apa yang Anda inginkan.

Salam hangat,

IB Consultant

Photos 26/03/2015

Waspada ! ' Tidak PD' dapat menyebabkan ' Matre '
# Seri Psikologi

Dalam keseharian kita sering mendengar istilah ‘matre’. Orang yang ‘matre’ memiliki kecenderungan yang kuat akan kepemilikan uang dan harta benda. Dimana motivasi dasar dalam melakukan aktivitas adalah keinginan untuk memiliki uang dan harta benda yang berlimpah.

Istilah ‘matre’ berasal dari kata materialis, yaitu orang-orang yang hidupnya berorientasi kepada materi. Sementara itu pahamnya sendiri adalah Materialisme, suatu paham dalam filsafat yang menyatakan bahwa hal yang dapat dikatakan benar-benar ada adalah materi.

Apa yang membuat manusia menjadi materialistis ? apakah kecintaan terhadap harta benda disebabkan oleh kepribadian mereka, pengalaman masa kecil atau peristiwa masa lalu yang terjadi dalam diri mereka ?

Penelitian yang dilakukan oleh L.N chaplin dan D.R. John mengungkapkan bahwa materialisme berakar sejak masa kecil seseorang yang disebabkan rendahnya rasa percaya diri seseorang.

Hasil penelitian ini menjelaskan lebih lanjut bahwa terdapat hubungan yang kuat antara kepercayaan diri dan materialisme.Seseorang yang memiliki rasa percaya diri lebih rendah jauh lebih materialistis dibanding seseorang yang memiliki rasa percaya diri tinggi.

Penelitian ini juga mengungkapkan bahwa seiring meningkatnya rasa percaya seseorang, maka kecenderungan materialistik seseorang akan menurun.
Lalu bagaimana cara instan untuk meningkatkan rasa percaya diri ?

Sahabat, tuliskan hal-hal positif yang ada pada diri dengan penuh kesyukuran…
dan lihatlah keajaiban yang akan terjadi..

Salam Hangat,
Mas Toro
IB Consultan

Photos from Indonesia Berkarakter's post 20/03/2015

SuccessYouth Training # Donate School For Gaza
Maret 10 · · Taken at FE Universitas Trisakti

Join Us ! Invite To Your School /Campus
Segera daftar : ketik YT_nama institusi_pj institusi_nomor HP_alamat email kirim ke 0857.1855.3311 atau 0813.1063.9215. 100% Free Of Charge # kuota terbatas

Photos from Indonesia Berkarakter's post 20/03/2015

SuccessYouth Training # Donate School For Gaza
Maret 9 · · Taken at Mts Al wahyu Ciracas

Join Us ! Invite To Your School /Campus
Segera daftar : ketik YT_nama institusi_pj institusi_nomor HP_alamat email kirim ke 0857.1855.3311 atau 0813.1063.9215. 100% Free Of Charge # kuota terbatas

Photos 17/03/2015

BERSIKAP (SEPERTI) BAHAGIA
Psikologi

Ketika sedang merasakan pengalaman emosional tertentu, manusia akan melakukan hal–hal yang mudah ditebak. Bila merasa bahagia, seseorang akan tersenyum. Bila bersedih, seseorang akan menangis.

Namun apakah hal yang sama berlaku sebaliknya ? apakah seseorang yang tersenyum akan merasa bahagia dan seseorang yang menangis akan merasa bersedih ?

Sebuah bidang penelitian psikologi proprioseptif mengungkapkan bahwa ketika kita meminta seseorang untuk bertindak dengan cara tertentu, maka kita akan membuat orang tersebut merasakan emosi tertentu dan memikirkan hal tertentu.

Penelitian ini mengungkapkan bahwa orang-orang yang mengerjakan tugas dengan mengernyitkan dahi merasa mengeluarkan energi lebih besar dibandingkan mereka yang mengerjakan tugas sembari tersenyum.

Begitu p**a dengan kebahagiaan. Pada penelitian serupa mengungkapkan bahwa orang-orang yang ‘dipaksa’ untuk tersenyum ketika menonton film kartun, merasa lebih bahagia dan menganggap film yang ditonton lebih lucu dibadingkan dengan mereka yang ‘dipaksa’untuk merengut.

Yang lebih menakjubkan lagi perasaan bahagia yang muncul dari ‘paksaan’ senyum tersebut tidak begitu saja hilang ketika Ia berhenti tersenyum, namun tetap ada dan berpengaruh terhadap banyak aspek dari perilaku, termasuk berinteraksi lebih positif dengan orang lain.

Pesan yang didapat dari hasil penelitian ini sangat sederhana. Sahabat, jika Anda ingin membuat diri Anda bahagia, maka bersikaplah seperti orang yang bahagia.

Selamat Berbahagia.

Salam hangat,
Mas Toro
IB Consultant

Photos 07/03/2015

MEMBELI KEBAHAGIAAN
Psikologi

Dalam kehidupan ini kadang sering muncul pertanyaan: " Apakah kebahagiaan dapat Kita beli ???"

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, silakan simak dan bayangkan sejenak kondisi berikut ini.

Anda sedang berjalan menuju pusat perbelanjaan dan tertarik ingin membeli suatu barang yang Anda yakini bahwa jika Anda membeli barang tersebut akan membuat merasa lebih bahagia. Lalu apakah keajaiban yang muncul setelah melakukan pembelian ? Apakah Anda merasa jauh lebih baik setelah membeli barang tersebut ? Dan jika iya, berapa lama perasaan tersebut akan Anda rasakan ?

Ada beberapa hasil riset terkait seseorang dlm membelanjakan uang untuk 'membeli kebahagiaan.

Pertama adalah dari penelitian yang dilakukan psikolog Leaf Van Boven dan Thomas Gilovich (2003) yang menunjukkan bahwa dalam usaha 'membeli kebahagiaan' sebaiknya kita membelanjakan uang untuk membeli pengalaman (makan di luar, berlibur, dll) namun bukan untuk membeli barang.
Mengapa demikian ? Sahabat, barang-barang yang telah kita beli seiring berjalannya waktu lambat laun akan menjadi usang dan kehilangan daya tariknya, sementara pengalaman dapat memunculkan perilaku pemuncul kebahagiaan yang paling efektif - yaitu melewatkan waktu bersama orang lain.

Namun apakah benar dengan membeli pengalaman ( dan bukan barang) dapat membuat membeli kebahagiaan ?

Mari simak yang kedua, penelitian yang dilakukan oleh Dunn (2008) tentang hubungan antara penghasilan, pengeluaran dan kebahagiaan menunjukkan fakta yang mengejutkan. Orang-orang yang membelanjakan penghasilan mereka dengan prosentase lebih besar untuk orang lain ternyata jauh lebih bahagia dibandingkan mereka yang berbelanja untuk diri mereka sendiri. Atau dengan kata lain bahagiakanlah diri Anda dengan membahagiakan orang lain.

Hmm, lantas bagaimana jika tidak memiliki uang sama sekali untuk 'membeli kebahaagian' ?

Coba perhatikan yang ketiga, hasil penelitian yg dilakukan oleh Sonja Lyubomirsky (2005) menunjukkan bahwa orang-orang yang setiap harinya melakukan 'perbuatan baik' yang sederhana-tanpa uang ( seperti tersenyum ramah dengan orang lain, memberikan salam, mendoakan orang lain, dll) mengalami peningkatan kebahagiaan secara signifikan hingga 40%.
Well, Thats the Good News !

Sahabat, Cara mana yang akan Anda pilih untuk 'Membeli Kebahagiaan' ?

Selamat Meraih Kebahagiaan hari ini.

Salam Hangat,
Mas Toro ()
IB Consultant

30/01/2015

Don't be the same. Be Better !

21/01/2015

You don't learn to walk by following rules. You learn by doing and falling over - Richard Branson

20/01/2015

If you want to have simple life, then you'll meet simple problems. If you want to have the best life, sure you'll meet the most difficult problems - Lee Ka Shing

Photos 19/01/2015

KEBAHAGIAAN

# Seri Psikologi : Apa yg dapat membuat Anda Bahagia ?

Kebahagiaan tdk hanya membuat Anda lbh menikmati hidup, namun kebahagiaan mempengaruhi tingkat keberhasilan Anda baik secara pribadi maupun profesional.
Lalu apa yg dapat membuat Anda bahagia ?

Survei demi survei menyatakan bahwa kebutuhan untuk "memiliki uang lebih banyak" adalah cara nomor wahid yg harus dilakukan untuk mendapatkan kebahagiaan.

Namun apakah benar kebahagiaan dpt diperoleh dgn mengumpulkan uang lebih banyak ? Atau jangan- jangan cita- cita finansial tsb justru membuat kita jauh dari kebahagiaan ?

Penelitian yg dilakukan oleh Brickman (1970) mengungkapkan bahwa ketika seseorang mampu memenuhi kbthan hidupnya, maka kenaikan pendapatan tidak secara signifikan membuat kehidupan mjd lbh bahagia.

Sebagaimana yg diungkapkan oleh psikolog David Myers : 'Berkat kemampuan kita menyesuaikan diri dengan harta dan ketenaran yg lbh besar, kemewahan hari kemarin bisa langsung mjd kebutuhan hari ini dan peninggalan esok hari'.

Lalu..kalau bukan 'uang', apa yg dapat membuat Anda bahagia ?

Kabar buruknya adalah penelitian mengungkapkan bahwa 50% dr seluruh perasaan bahagia bersifat genetik dan tidak dapat diubah (Lyubomirsky, 2005). Sementara10% dr perasaan tsb ditentukan oleh hal yg bsifat umum (tingkat pendidikan, pendapatan, menikah/ lajang, dll).

Namun demikian, kabar baiknya adalah 40% dari kebahagiaan Anda diperoleh dari perilaku Anda sehari hari, serta dari cara Anda memandang diri Anda dan orang lain.
Anda ingin bahagia ?
Luangkanlah waktu bersama keluarga, menghadiri undangan kawan, lebih bersungguh-sungguh dalam pekerjaan Anda, atau melakukan hobi baru, dll.

Lakukanlah hal- hal kecil yg mengandung kebaikan, membawa kedamaian dan menumbuhkan rasa syukur.

Selamat mengawali hari Anda,
Sukses dan berkah selalu.


Salam mantab,
Ib Consultant

Want your business to be the top-listed Gym/sports Facility in Jakarta?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Category

Telephone

Address


Jalan Moh. Kahfi II Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan
Jakarta