23/12/2017
Alhamdulillah telah terlaksana kegiatan Kohati Jombang santunan Dhuafa di Mojongapit Jombang bekerja sama dengan ibu PKK Desa Mojongapit dalam rangka memperingati hari ibu.
Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Hmi Jombang Beriman, Gang Garuda RT 2 RW 4Mojongapit Jombang, Jombang.
23/12/2017
Alhamdulillah telah terlaksana kegiatan Kohati Jombang santunan Dhuafa di Mojongapit Jombang bekerja sama dengan ibu PKK Desa Mojongapit dalam rangka memperingati hari ibu.
10/12/2017
Selamat mengikuti DIKLATSUS LEPPAMI di Malang Dinda Luluk Miatin semoga ketika pulang bisa memotivasi kader-kader lain agar lebih produktif dgn mengembangkan lembaga kekaryaan.
09/11/2017
*CATATAN SINGKAT TENTANG LAFRAN PANE*
*_Oleh: Hariqo Wibawa Satria_*
(Penulis Buku : *Lafran Pane; Jejak Hayat dan Pemikirannya*),
Beji, Depok
9 November 2017
1/ KELUARGA JURNALIS, SASTRAWAN DAN PEJUANG KEMERDEKAAN, Lafran Pane lahir 5 Feb 1922, di Kp Pangurabaan, Sipirok, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Ayahnya, Sutan Pangurabaan Pane adalah seorang jurnalis, sastrawan, kepala sekolah di HIS, pendiri Muhammadiyah di Sipirok, sangat komplit. Sutan Pangurabaan adalah pendiri dan pemimpin Surat Kabar Sipirok-Pardomuan (terbit 1927), berbahasa Angkola, yang terus menyuarakan kemerdekaan Indonesia, usahanya di bidang penerbitan dan percetakan. Sahat P. Siburian menyebut Sutan Pangurabaan sebagai juragan media cetak pada masa Kolonial. Dua kakak kandung Lafran Pane adalah Sanusi Pane (L: 1905), Armijn Pane (L: 1908), keduanya adalah sastrawan, budayawan yang sangat-sangat produktif (jika anda penggemar sastra, cek saja di internet tentang profil Sanusi Pane dan Armijn Pane, luar biasa). Lafran justru kurang produktif menulis, ia tipikal konsolidator, bidang studi Lafran juga terbilang serius, yaitu tata negara.
2/ SEDERHANA, Bahkan orang yang yang menurut saya sudah sangat sederhana hidupnya seperti Prof.Dr.Dochak Latief mengatakan: Lafran Pane itu sederhana sekali hidupnya. Soal kesederhanaan Lafran Pane ini sudah melegenda. sepertinya faktor didikan keluarga, faktor yogya, dll. Lafran tak punya rumah sampai meninggal. Saya sudah ke rumahnya, ke rumah teman dan murid2nya, ke ruang kerjanya di UNY, ke rumah anaknya di Bintaro dan ke kampungnya di Sipirok, semua jawabannya sama, Lafran sederhana sekali orangnya, Lafran tak punya ambisi politik mau jadi ini dan itu, padahal kesempatan ada dan tawaran tak pernah berhenti.
3/ LAFRAN PANE berhasil menanamkan semangat bela negara, rasa cinta tanah air, semangat persatuan, kepada salah satu kelompok strategis di masyarakat, yaitu mahasiswa. Itu terlihat dari dua tujuan HMI yang didirikannya: Pertama, mempertahankan Negara Republik Indonesia dan mempertinggi derajat rakyat Indonesia. Kedua, menegakkan dan mengembangkan ajaran agama Islam. Jadi kepentingan nasional diatas kepentingan lainnya. Di tahun 45, 50-an.
03/11/2017
Presiden Setujui Pendiri HMI Lafran Pane Dikukuhkan Sebagai Pahlawan Nasional | TELUSUR NasionalPresiden Setujui Pendiri HMI Lafran Pane Dikukuhkan Sebagai Pahlawan Nasional Jumat, 3 November 2017 5:43 PM 0 Berbagi di Facebook Tweet di Twitter telusur.co.id | Jakarta | Presiden Joko Widodo menyatakan setuju dengan diusulkannya Lafran Pane, pendiri Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) untuk d...
28/10/2017
Mari hadir dan ramaikan
Besok minggu
Kedatangan juga WAPRES Jusuf Kalla.
20/09/2017
Alhamdulillah
Kader HMI Jombang kembali menjadi Peserta Terbaik dalam Acara Training Instruktur Tingkat Nasional yg diselenggarakan oleh BPL HMI Cabang Jember.
Mari kita tunjukkan bahwa Hmi Jombang memang luar biasa.
12/09/2017
Selamat kepada Kanda Anton Arifin yang sedang mengikuti Training Instruktur Di BPL HMI Jember Semoga ilmunya bisa bermanfaat di HMI JOMBANG yg lebih baik dlm sistem perkaderannya.
03/09/2017
HMI Cabang Jombang Berkurban Juga.
Diawali dengan bismillah, dilakukan dengan ikhlas dan di ahiri dengan Alhamdulilah itulah seklumit proses kurban di internal HMI cabang Jombang.
Berawal dari diskusi ringan sekaligus rapat harian di depan stadion Merdeka Jombang, ketum mengusulkan untuk mengadakan kurban kambing. Gayung bersambut, peserta rapat pun menginginkan hal yang sama. Selanjutnya, di sepakatilah setiap pengurus cabang di haruskan iuran sebesar 100 ribu.
Tak semua pengurus membayar, pertarungan komitmen di uji lagi. Melihat dana yang kurang, ahirnya beberapa pengurus membayar lebih dari ketentuan awal.
Selanjutnya, tugas pun dibagi lagi. Bidang PTKP yang terbiasa dilapangan di minta mencari panti asuhan dan tempat pengolahan daging. Untuk mencari hewan kurban di serahkan ke Bendum.
Kerjasama yang baik, H-1 semua persiapan dipastikan selesai dan tinggal proses eksekusi. Syukur kepada Allah yang mempermudah proses niat baik ini.
Tidak ada niat lain yang ingin kami tampilkan kecuali rasa ingin berbagi dan memperkuat persaudaraan diantara kami. Menyerupai istilah dari Gus Mus, semoga dengan penyembelihan hewan ini, sifat hewaniah dari kami (red. Kader HMI cabang Jombang) juga turut serta hilang dari hati.
Sifat hewan yang ingin menang sendiri, egois, pemalas, cuek dan stagnan semoga bisa lebur dari kami setelah Idul Adha ini. Dan selanjutnya tumbuhlah sifat dermawan, rasa persaudaraan, dan penuh kreatifitas yang bertanggung jawab.
Tuhan memang unik, menciptakan akal dan nafsu dalam tubuh manusia. Tetapi sebagai kader HMI, kami sadar untuk menyeimbangkan keduanya butuh bantuan Tuhan. Menyembelih kurban adalah salah satu usaha menyelaraskan akal dan nafsu.
Kesadaran yang timbul dari ilmu pengetahuan, membuat kami sadar begitu pentingnya kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Jangan sampai ambisi pribadi menghilangkan hak orang lain. Padahal sesusi nilai dasar perjuangan (NDP) yang diajarkan di LK 1, bahwa kemerdekaan sejatinya satu individu itu dibatasi oleh kemerdekaan individu yang lain.
PTKP mengusulkan daging kurban diserahkan ke panti asuhan Muslimat Sambong Dukuh, Jombang. Penyerahannya diwujudkan dalam bentuk gulai dan gorengan daging. Hal ini guna menpermudah para penghuni panti dalam mengelola daging.
Satu kambing di potong pada pagi minggu (3/9/2017). Dipilihnya minggu karena merupakan hari libur bagi mayoritas kader. Diharapkan dengan itu banyak kader yang hadir dan makan bareng penghuni panti asuhan.
Cinta tak berbatas, itu slogan yang di pegang kader HMI Jombang dalam masalah ini. Selama untuk kebaikan dan kemanusian kami tidak akan menanyakan organisasi kalian, apalagi suku dan tampang. Hal ini sesuai dengan ajaran Kanda Nur Kholis Majid tentang islam kosmopolitan. Daging kurban akan diserahkan setelah sholat ashar berjamaah ke panti asuhan. Mohon doanya saudara semua.
Terahir, sebagai kader umat, sebagai manusia biasa. Tentu banyak salah dan lupa dalam berfikir dan bertindak. Saran membangun kami butuhkan demi kemajuan HMI Jombang.
Ttd
Wasekum PTKP HMI Cabang Jombang
Assalamuaikum wr wb kanda yunda
Salam satu jiwa
Salam satu saudara
Hijau hitam bendera kita
Salam hangat buat semua kader HMI Cabang Jombang yang berbahagia. Berangkat dari keinginan mengamalkan ajaran agama islam yang kaffah serta didorong oleh kesadaran yang muncul dari ilmu pengetahuan. Pengurus HMI Cabang Jombang mengadakan kurban seekor kambing dan makan bersama penghuni panti asuhan Muslimat Sambong Dukuh, Jombang
Oleh karenanya, kami mengajak rekan-rekan semua untuk turut hadir serta dalam acara tersebut pada:
Hari/Tanggal : Minggu/03 Sept 2017
Tempat : Panti Asuhan Muslimat Sambong Dukuh.
Waktu : pukul 16: 00 WIB
Acara : Makan bareng
Kehadiran teman-teman merupakan kebahagian kami dan warga panti asuhan. Tak ada keindahan di hari kemenangan kecuali hangatnya kekeluargaan kita. Salam hormat semoga semua bisa hadir.
Mohon maaf atas ketidak sempurnaan dan dimaklumi atas undangan ala kadarnya ini. Semoga kami bisa berbenah di lain waktu.
Yakusa
Islam Yes
Indonesia Jos
HMI jaya
Wassalamualaikum wr wb kanda yunda
Ttd
Mundzir (Ketum)
Roshi (Sekum)
01/09/2017
Karena hewan kurban rela di sembelih, dia layak jadi suguhan.
Di letakan di tempat yang terhormat, sampai2 kakinya pun masuk di mulut manusia. Begitupula bila manusia bila rela menghilangkan sifat kebinatangan dia akan layak menghadap Tuhannya..
-Drs KH Imron Djamil