Info Cegatan Klaten - ICK

Info Cegatan Klaten - ICK

Share

.. just info for klaten citizen Dengan bergabung di ICK, berarti anda setuju pada semua
ketentuan dibawah ini. Oleh Admin ICK.

Bila merasa keberatan , di persilakan meninggalkan Group ICK.

=>Postingan sosial di persilakan, namun bila ada pengumpulan DONASI atau mencantumkan nomer REKENING silakan hubungi pengurus,

=>Postingan tersebut di luar sepengetahuan pengurus akan di hapus sekalipun untuk kepentingan sosial atau bahkan bencana alam sekalipun. Bila masih memaksa mohon maaf akun anda kami keluarkan.

■Mohon tidak me

19/12/2025

🎬 | Setiap Liburan Desember, “Home Alone” Selalu Jadi Teman Setia

Setiap memasuki liburan sekolah di bulan Desember menjelang Natal, ada satu tradisi kecil yang hampir tak pernah terlewatkan: menonton Home Alone.

Film komedi keluarga yang rilis pada 1990 ini seolah menjadi “penghangat suasana” yang selalu berhasil membawa kembali kenangan masa kecil.

Kisah Kevin McCallister, bocah cerdas yang tanpa sengaja tertinggal di rumah saat keluarganya liburan, selalu sukses membuat kita tertawa sekaligus tersentuh.

Aksinya menjebak dua maling kocak, Marv dan Harry, adalah bagian yang selalu kita tunggu, meski sudah hafal alurnya.

Bukan hanya lucu, Home Alone juga mengingatkan kita tentang arti keluarga, keberanian, dan kebahagiaan sederhana yang sering kita temukan di masa kecil.

Mungkin karena itulah film ini tak pernah benar-benar “tua”, dan selalu terasa pas untuk dinikmati di akhir tahun.

Siapa yang dulu selalu nunggu film ini tiap liburan sekolah? Terimakasih Kevin sudah menemani masa kecil kita pada saat liburan .. ❤️

19/12/2025

📝 | Alda Risma: Artis Cantik Bersuara Lembut yang Pergi Terlalu Cepat

Ada suara yang tak pernah benar-benar hilang, meski pemiliknya telah lama pergi. Di antara deretan penyanyi perempuan Indonesia era 90-an.

Sebuah nama Alda Risma Elfariani adalah salah satu yang masih sering disebut dengan nada haru.

Lahir pada 23 November 1982, Alda tumbuh sebagai remaja berbakat dengan wajah manis dan suara lembut yang mudah menyentuh perasaan.

Dunia hiburan menyambutnya sejak usia belia. Pada umur 14 tahun, Alda sudah melangkah jauh dengan berkolaborasi bersama boyband asal Inggris, Code Red.

Dalam lagu “We Can Make It” (1997). Sebuah pencapaian yang jarang diraih penyanyi Indonesia seusianya kala itu.

Namun puncak karier Alda datang ketika ia merilis lagu “Aku Tak Biasa”. Lagu patah hati ini bukan sekadar hit ia menjadi anthem luka cinta generasi 90-an.

Liriknya sederhana, namun terasa jujur dan dalam. Lagu tersebut mengantarkan Alda meraih Artis Solo Wanita Pop Terbaik AMI Awards 1998, sekaligus mengukuhkan posisinya sebagai bintang baru yang bersinar terang.

Nama Alda kian kuat lewat lagu-lagu lain seperti “Patah Jadi Dua” dan “Menanti Kekasih”, yang mempertegas ciri khasnya: balada sendu, emosional, dan penuh rasa.

Ia bukan penyanyi dengan vokal meledak-ledak, tapi justru itulah kekuatannya Alda bernyanyi seolah sedang bercerita tentang patah hati yang nyata.

Sayangnya, cahaya itu meredup terlalu cepat. Pada 12 Desember 2006, publik dikejutkan oleh kabar duka.

Alda Risma ditemukan meninggal dunia di kamar 432 Hotel Grand Menteng, Jakarta Timur, dalam usia yang masih sangat muda, 24 tahun.

Kepergiannya menyisakan tanda tanya besar dan rasa kehilangan mendalam bagi penggemar serta dunia musik Indonesia.

Penyelidikan mengungkap fakta yang mengerikan. Alda meninggal akibat overd0sis dan keracunan psik0tropika, dengan sekitar 20–25 bekas suntikn ditemukan di sekujur tubuhnya.

Kasus ini pun berubah menjadi tragedi kelam. Polisi menyimpulkan bahwa Alda menjadi korban p3mbunuhan. Sang kekasih, Ferry Surya Prakasa, dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman 15 tahun penjara.

Hingga kini, nama Alda Risma tetap hidup dalam ingatan. Lagu “Aku Tak Biasa” masih diputar, dinyanyikan ulang, dan dibagikan menjadi pengingat bahwa di balik suara lembut itu, pernah ada seorang perempuan muda dengan mimpi besar yang terhenti terlalu cepat.

🕊️ Alda Risma mungkin telah pergi, tetapi suaranya akan selalu tinggal di hati mereka yang pernah jatuh cinta… dan patah karenanya.

💬 Apakah kamu masih ingat pertama kali mendengar lagu “Aku Tak Biasa”? Ceritakan kenanganmu di kolom komentar.

03/12/2025

📹 | Aktor senior Epy Kusnandar dikabarkan meninggal dunia. Kabar duka ini diketahui lewat unggahan istri Epy, Karina Ranau di Instagram pada Rabu, 3 Desember 2025.

"Jenazah Epy Kusnandar disemayamkan di Harmony Residence 88, Jalan Pasir Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Prosesi pemakaman akan dilaksanakan di TPU Jeruk Purut pada 4 Desember 2025 pukul 08.00 WIB," begitu unggahan akun tersebut.

Epy Kusnandar adalah seorang aktor dan penyanyi senior Indonesia yang dikenal luas berkat perannya sebagai Kang Mus dalam sinetron populer Preman Pensiun.

Ia memulai karier seninya dari teater dan telah membintangi banyak sinetron serta film layar lebar. Ia menikah dengan Karina Ranau pada tahun 2008 dan memiliki tiga orang anak.

Pada Mei 2024, ia sempat menjadi sorotan media setelah ditangkap pihak kepolisian terkait kasus penyalahgunaan narkotika golongan I (ganj4), dan kemudian ditetapkan sebagai tersangka.

Epy Kusnandar juga aktif berjualan bersama sang istri, Karina Ranau. Keduanya menjajakan jukut goreng Samali. Buka sejak Oktober 2025, warung ini sempat viral lantaran diganggu aksi premanisme.

Kepergian Epy Kusnandar meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, rekan sesama artis, hingga masyarakat yang tumbuh bersama karya-karyanya.

Ia bukan hanya Kang Mus yang galak tapi lembut, bukan sekadar aktor kawakan, melainkan sosok yang penuh ketekunan dan semangat hidup.

Selamat jalan, Kang Mus "Epy Kusnandar", Terima kasih untuk cerita, peran, dan tawa yang pernah hadir lewat layar kaca.

Sumber : Antara News

03/12/2025

🌤️ Selamat pagi dan selamat menikmati hari Sabtu teman" dimana pun berada ..

Semoga akhir pekan ini membawa ketenangan, kebahagiaan, dan energi baru untuk kita semua. 🌼✨

Luangkan waktu sejenak untuk diri sendiri, lepaskan penat, dan isi hati dengan hal-hal yang membuatmu tersenyum.

Weekend adalah momen untuk merefresh jiwa nikmati setiap detiknya. 💛

Kalau kamu sudah punya rencana hari ini, share di kolom komentar ya… mungkin bisa jadi inspirasi untuk yang lain! ☕

Spesial untuk yang selalu ada di hati ❤️ .. berat .. Selamat Menikmati Liburan Akhir Pekan bersama keluarga atau teman tercinta .. 🙏❤️

03/12/2025

📹 | Aktor Gary Iskak dikabarkan meninggal dunia pada Sabtu (29/11/2025) setelah mengalami kecelakaan saat mengendarai sepeda motor.

Menurut beberapa sumber dan pesan singkat, Gary Iskak mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Suyoto pada pukul 09.24 WIB.

"Innalillahi wa innailaihi roji'un. Telah berpulang ke Rahmatullah Mohamad Gary Iskak bin Irwan Santoso Iskak," demikian isi pesan tersebut

Pesan tersebut juga menginformasikan bahwa jenazah akan disemayamkan di rumah duka kawasan Perumahan Gintung.

"Mohon dimaafkan segala kesalahan dan kekhilafan almarhum," lanjut pesan yang mengatasnamakan keluarga, termasuk ibunda Winny Iskak dan istri Richa beserta anak-anaknya.

Kabar tentang Gary Iskak salah satunya dibagikan oleh musisi Ade Jigo, personel band Teamlo.

Melalui media sosialnya, Ade membagikan sebuah video yang berkaitan dengan kecelakaan tersebut dan mengucap "innalillahi wainnailaihi rajiun".

Hingga belum ada informasi lebih lanjut mengenai waktu dan lokasi pemakaman jenazah.

Sumber : Antara News

03/12/2025

📹 | Berita Duka: Ecky Lamoh, Vokalis Edane dan Elpamas, Berpulang di Yogyakarta

Dunia musik tanah air kembali kehilangan salah satu sosok terbaiknya. Pada Minggu, 30 November 2025 pukul 02.15 WIB, Ecky Lamoh, vokalis yang dikenal lewat kiprahnya bersama Edane dan Elpamas, dikabarkan meninggal dunia di RS Sardjito, Yogyakarta.

Kabar ini menyisakan duka mendalam bagi para sahabat, rekan musisi, hingga penggemarnya yang telah mengikuti perjalanan musikal Ecky sejak era kejayaan rock Indonesia.

Suaranya yang khas, aksi panggungnya yang penuh energi, dan dedikasinya terhadap musik membuat Ecky menjadi figur penting dalam perkembangan musik rock tanah air.

Semasa hidupnya, Ecky dikenal sebagai pribadi hangat dan rendah hati. Ia tak hanya meninggalkan karya, tetapi juga kenangan tentang kegigihan dan cinta pada dunia musik yang begitu ia perjuangkan hingga akhir hayatnya.

Semoga amal ibadah almarhum diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Semoga kuburnya dilapangkan, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kekuatan, serta penghiburan yang mendalam.

Mari kita kirim doa terbaik untuk almarhum.
Silakan tinggalkan ucapan belasungkawa dan kenangan Anda tentang Ecky di kolom komentar, semoga menjadi amal kebaikan bagi beliau.

🙏 Selamat jalan, Ecky Lamoh. Terima kasih atas karya dan inspirasimu.

| |

03/12/2025

📝 | B**g Salim : Peran Orang Susah atau Teraniaya Sudah Melekat Kepada Dirinya.

Di tengah hiruk-pikuk dunia perfilman Indonesia yang kini dipenuhi nama besar dan deretan bintang baru, ada satu nama yang perlahan memudar dari ingatan publik: B**g Salim.

Namun di balik cahaya gemerlap industri yang kian komersial, dialah salah satu penjaga api idealisme seni peran yang tak pernah padam.

Lahir di Jakarta pada 3 Juli 1935 dengan nama asli Abdul Salim, perjalanan hidupnya jauh dari kata instan. Usai SMA, ia bekerja di dunia percetakan NVG & Kolff pada 1954–1958. Rutinitas itu mungkin membosankan bagi sebagian orang, tapi tidak bagi Salim.

Jiwa seninya mengalir deras. Ia kemudian melangkah ke panggung akademik dengan masuk Akademi Teater Nasional Indonesia (ATNI) pada 1961. Bahkan sempat kuliah Biologi di UNAS, meski hanya sampai tingkat dua.

Tak banyak aktor yang memulai karier dari pencahayaan. Tapi B**g Salim berbeda. Tahun 1962–1971, ia menjadi penata cahaya di Bali Room, Hotel Indonesia.

Dari balik lampu-lampu panggung itulah ia belajar tentang ritme, estetika, dan nyawa sebuah pertunjukan. Kesabaran itu berbuah: perlahan ia masuk layar lebar.

Sejak awal 1960-an, nama B**g Salim hadir dalam berbagai film seperti Ballada Kota Besar (1962), Apa Jang Kau Tangisi (1965), Si Pitung (1972), hingga Petualang-petualang (1978).

Di balik panggung, B**g Salim dikenal sebagai sosok idealis yang tegas dan jujur. Ia tak ragu mengkritik arah industri film yang menurutnya makin menjauh dari fungsi budaya.

Ia bersahabat dekat dengan tokoh besar seperti Arifin C. Noer dan WS Rendra, berdiskusi panjang tentang seni, moralitas, dan tanggung jawab budaya.

Menurutnya, film yang hanya mengejar sensasi adalah bentuk pengkhianatan terhadap makna sejati seni.

Meski berkecimpung di dunia film, kehidupan B**g Salim jauh dari glamor. Ia tinggal di kamar kecil di Matraman Dalam, Jakarta Timur tempat ia menulis, membaca, dan merenung.

Ia tidak butuh sorotan kamera untuk merasa berarti. Buku adalah temannya. Seni adalah keyakinannya.

Tahun 1996, ia menerima Penghargaan Kesetiaan Profesi dari BP2N. Bukan karena popularitas, Bukan karena rating. Tapi karena keteguhannya menjaga integritas, bahkan ketika industri bergerak ke arah yang tidak ia sukai.

Hari ini, nama B**g Salim mungkin jarang disebut. Namun jejaknya jelas: ia adalah simbol kesetiaan pada seni.

Sosok yang mengingatkan kita bahwa perfilman Indonesia dibangun bukan hanya oleh bintang-bintang besar, tetapi juga oleh mereka yang bekerja dalam sunyi, menjaga idealisme dari balik layar.

03/12/2025

📝 | Iis Ariska : Seniman Dangdut Melankolis yang Menginspirasi

Di tengah gemerlapnya industri musik dangdut Tanah Air, nama Iis Ariska muncul sebagai sosok yang berbeda.

Perempuan Sunda kelahiran 3 Januari 1975 ini dikenal bukan hanya karena suaranya yang merdu, tetapi juga karena perjalanan hidupnya yang penuh keteguhan dan kerja keras.

Lahir dari keluarga sederhana, Iis kecil sudah akrab dengan dunia hiburan. Bakat menyanyi yang mengalir dari darah seni keluarganya membuatnya berani tampil dan menapaki panggung demi panggung.

Titik balik kariernya muncul ketika ia membentuk duo bersama saudari kembarnya, Aas Ariska, lewat nama Duo Iis & Aas Ariska.

Lagu-lagu mereka seperti Gerimis Mengundang, Mulut Manis Hati Berduri, hingga Dua Selera berhasil mencuri perhatian penikmat dangdut di era keemasannya.

Tak berhenti di situ, Iis kembali membuktikan kualitasnya lewat album solo fenomenal bertajuk Racun Asmara.

Album ini melambungkan namanya dan mengukuhkannya sebagai salah satu biduan yang memiliki ciri khas kuat di blantika musik Indonesia.

Di balik penampilannya yang selalu anggun di atas panggung, Iis adalah sosok ibu dari tiga anak yang harus melewati masa-masa sulit dalam hidupnya.

Namun kesederhanaan dan tantangan tak pernah memadamkan semangatnya. Ia terus berjuang, bekerja, dan menjaga mimpinya tetap hidup.

Iis Ariska bukan sekadar artis dangdut. Ia adalah cerminan perempuan Indonesia yang kuat, berani berbeda, dan pantang menyerah.

Kisahnya mengajarkan bahwa mimpi bisa tumbuh dari mana saja, selama kita mau terus melangkah.

✨ Sosok inspiratif yang layak diingat, didukung, dan dibagikan kisahnya.

| |

03/12/2025

☀️ Selamat pagi sahabat dimanapun berada, Hari ini adalah kesempatan baru untuk jadi lebih kuat, lebih hebat, dan lebih percaya diri dari kemarin ...

Ingat … kesuksesan tidak datang tiba-tiba, tapi lahir dari langkah kecil yang terus kamu jalani tanpa menyerah.

Apa pun tantangan hari ini, hadapilah dengan senyum dan keyakinan bahwa kamu mampu. 🔥

🌟 Yuk bangkit, bergerak, dan buktikan kalau mimpimu layak diperjuangkan!

Semangat bekerja, semangat berkarya, dan semoga harimu penuh energi positif!
Jika kamu siap menjemput keberhasilan hari ini, tulis “Siap!” di kolom komentar .. oke ? 💬

Want your business to be the top-listed Gym/sports Facility in Klaten?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Website

Address


Klaten