Cipta Wahana Mandiri Consulting

Cipta Wahana Mandiri Consulting

Share

CWM Consulting is an education and training company, established in Sydney 1989.

Beside conducting In-house training & Public Seminars , CWM Cnsltng also developed many best-selling Out Bound program (pioneer in motivational and strategic management)

25/12/2020

Keluarga besar CWM Consulting mengucapkan selamat hari Natal bagi Bpk/Ibu yang merayakannya 🙏

Photos 16/07/2015

Saya Rudy Rachman & Jajaran CWM Management Consulting mengucapkan Selamat Idul Fitri, Minal Aidin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir & Bathin...

Photos from Cipta Wahana Mandiri Consulting's post 11/03/2014

STRATEGI TERBAIK
Oleh : Rudy Rachman MBA

Harian Analisa, Selasa 11 Maret 2014, Hal 29
Sun Tzu dimasa muda terkesima melihat cara perang gurunya, “Basmilah rumput sampai ke akar-akarnya” , persembahan kepala Jendral dan kuping dari prajurit yang telah meninggal di atas nampan bukanlah pemandangan yang baik. Melihat wajah Suntzu yang tidak gembira, sang guru menegur “Jangan tunjukkan welas asih dan berikan pukulan telak pada mental musuhmu, jika engkau menunjukkan rasa kasihan engkau akan celaka” .

Kelak Sun Tzu menyusun kitab perang, yang isinya memenangkan pertempuran secara layak, dengan mempertimbangkan :
1. Tidak merusak potensi manusia,
2. Tidak menguras kekayaan negara,
3. Metode perang yang lebih efektif (cepat dengan tingkat kerusakan yang minimal ),
4. Memiliki sumber daya yang sepadan dengan biaya perang dan
5. Jenis teknologi yang di kerahkan,

Karena sadar bahwa membangun peradaban membutuhkan waktu, perhatian dan biaya besar, Sun Tzu memperingatkan setiap penguasa bahwa “Puncak dari strategi perang adalah menguasai strategi lawan”. Bahkan peperangan membutuhkan Panglima yang cakap, tetapi tantangannya setiap penguasa akan ketakutan pada bakat para panglima, terlalu bersemangat dikecam ambisius, terlalu santai disebut tidak kompeten.

Para panglima sendiri menghadapi resiko gugur di medan perang atau pulang dibantai penguasa, dalam historis Jendral Yo Fei , Jendral Shi Ren Kui dan Jendral Fan Li, ketiga jendral ini akhirnya mendapat penghargaan yang tidak sepadan dengan jasa dalam medan perang, Yo Fei terbunuh, Ren Qui turun pangkat mengingat strategi jitu yang kemudian disebut berpotensi kudeta dan Fan Li melarikan diri setelah membantu rajanya dalam merebut kembali tahta yang hilang.

Selanjutnya Sun Tzu mengingatkan agar penguasa “Menyusun Rencana” dan “Panglima yang handal melaksanakannya”, satu pelajaran penting tentang rencana “Siapa orang-orang disekitar raja akan menentukan bobot rencana”, catatan penting dynasty Tang mengenai kekalahan Shi Ren Qui dalam perang ketika raja dihasut untuk mengawasi dan membatasi gerak-gerik Ren Qui, tidak kepalang tanggung Zhang Si Kui yang berwatak buruk ditunjuk sebagai pemimpinnya, setiap Ren Qui berkata maju maka Si Kui bertindak sebaliknya, banyak prinsip strategi yang dilanggar, malapetaka yang luar biasa manakala raja lebih khawatir pada popularitas Ren Qui ketimbang perang yang akan dihadapi, Ren Qui kalah telak ketika Si Kui tidak memberikan bantuan, mereka kehilangan wilayah dan pertahanan penting.

Jadi dapatkah penguasa mendapatkan Panglima cakap untuk melaksanakan rencananya? Liu Bei penguasa Shu dalam era Tiga Kerajaan paling berhasil dalam hal ini, sikap tulus Liu Bei dan keberanian mempercayai para Jendral utamanya merupakan kiat sukses dalam membangun Kerajaan Shu menghadapi Cao Cao yang agresif dan Sun Quan yang cerdas dalam strategi perang. Esensi Strategi Liu Bei adalah:

1. Liu Bei bercita cita membangun kembali Han yang kuat dan mempersatukan rakyat, dalam bahasa modern kita menyebutnya sebagai Visi
2. Dalam tugas membasmi pemberontakan, Liu Bei konsisten pada nilai yang diperjuangkannya : Adil, bermoral dan etis, nilai-nilai ini kemudian menjadi panggilan bagi pejabat yang se Visi dengannya (Dizaman sekarang kita menyebutnya sebagai Core Value atau Nilai inti dari pendiri perusahaan yang dapat terlihat/teruji oleh waktu) bagian ini akan berpengaruh pada loyalitas dan daya perang, belajar dari kekalahan Amerika di Vietnam banyak tentaranya mengeluh “Itu bukan perangku”, nilai yang tidak dapat dipanuti dan ironi tentara patuh pada hukum tetapi mereka tidak yakin pada penguasanya.
3. Karena memiliki tujuan yang jelas, melalui penasihatnya yang bernama Zu Ge Liang akhirnya Liu Bei memiliki rencana tindak, dari konsolidasi tentara, perpolitikan, infra struktur, teknologi perang dan persekutuan (dizaman modern kita menyebutnya sebagai Misi dan taktik)
4. Selama rencana tindak/Action Plan disusun, Liu Bei tidak menyia nyiakan bakat jendral cemerlang dan melatih ketentaraan hingga tata Negara, kesatria Liu Bei yang cerdas adalah Guan Yu Zhang dan Zhao Ze Long (kalau mau diamati lebih seksama Guan Yu jendral yang tidak banyak basa-basi dan tidak berkompromi, Zhe Long sangat diplomatis dan asertif, jadi perusahaan membutuhkan dua jenis pejabat yaitu satu yang tempramen dan yang lain bersifat flamboyant).
5. Walau hanya lelucon, Liu Bei pernah kebingungan memilih dua jendral untuk satu misi, akhirnya Liu Bei berkata siapa yang mampu membunuh semut paling cepat maka dialah yang akan diutus, Zhang Fei segera meninju kumpulan semut, Guan Yu menunjukkan lima jari dan mulai menginjit-injit, dalam waktu singkat kita tentu tahu Guan Yu pemenangnya (dizaman modern, seorang pimpinan harus mengetahui karakter dan kecerdasan pejabatnya, selain tahu bagaimana menyeleksi ia juga tidak boleh menjatuhkan harga diri pejabatnya)
6. Liu Bei jarang menghadapai peperangan frontal, mereka menyukai gaya gerilya. Hal ini berarti memancing musuh ke medan yang paling dikuasai, selain logis dalam kemenangan, memperkecil resiko sekaligus menggembos moral pejabat dan pasukannya (di zaman modern kita menyebutnya membangun medan persaingan dengan keunggulan yang nyata)

Karena mengetahui enam faktor penting diatas dan membangunnya secara konsisten, maka siapapun yang ditunjuk sebagai penerus mereka memiliki arah, nilai dan alasan untuk bertindak. Manuver bukanlah strategi terbaik karena dalam situasi terdesak dibutuhkan pejabat cemerlang, gaya perang seperti ini merupakan gaya perang paling beresiko ibarat ungkapan “Ketika seorang General Manager cerdas pergi, perusahaan itu tidak berjalan sehat.”

30/11/2013

Tanggal : 30 November 2013
Pelatihan : Konsolidasi taktik menuju Grand Strategi
Pembicara : Rudy Rachman MBA kolaborasi Indawani Bakrie MBA
Team : PT.Tanita Global Cemerlang (Medan)
Tujuan : Merubah paradigma konsep
Waktu : 10.00 - Selesai

11/11/2013

We generally change ourselves for one of two reasons: inspiration or desperation." -- Jim Rohn

Photos 08/07/2013

Keluarga Besar CWM Management Consultant mengucapkan Selamaty menunaikan Ibadah Puasa...

23/03/2013

Kami Segenap Keluarga Besar CWM Consulting mengucapkan Selamat Ulang tahun kepada Bapak H.Anif, yang ke 74, Semoga diberkahi oleh yang Maha Kuasa dengan Kesehatan dan Umur Panjang...

Salam Respek dan Kecintaan kepada Sesepuh Kami ..
CWM Consulting

31/12/2011

Happy Outstanding New Year....

Want your business to be the top-listed Gym/sports Facility in Medan?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Telephone

Website

Address


T. HAKO INDAH
Medan
20212

Opening Hours

Monday 09:00 - 16:00
Tuesday 09:00 - 16:00
Wednesday 09:00 - 16:00
Thursday 09:00 - 16:00
Friday 09:00 - 16:00