02/04/2021
PERLUNYA FINANCIAL PLANNING
By August H. Siregar (02-April-2021)
Hallo sobat sekalian apakah sobat memiliki pola keuangan keluarga yang sehat? Apakah sobat dalam menata dengan baik berbagai pos penerimaan dan juga perencanaan pos untuk pengeluaran dengan baik dan sehat? Mungkin dari antara sobat sekalian pernah mendengar dengan istilah perencanaan keuangan atau disebut dengan financial planning?
Baik melalui artikel ini maka saya mencoba untuk memaparkan tentang pengelolaan keuangan keluarga yang baik dan sehat melalui adanya financial planning. Namun sebelumnya sobat perlu tahu tentang apa yang dimaksud dengan financial planning. Perencanaan keuangan atau financial planning itu adalah konsep untuk mengatur arus kas keuangan yang kita miliki sehingga kita bisa mengidentifikasi dengan baik berbagai sumber-sumber penerimaan keuangan kita serta dapat mengidentifikasikan berbagai kebutuhan kita dengan cara mengalokasikannya dana dengan cermat berdasarkan skala kebutuhan prioritas. Dengan financial planning yang baik maka diharapkan struktur keuangan menjadi lebih sehat karena telah direncanakan dengan baik.
Apakah sobat sudah mengetahui tentang hierarki kebutuhan? Besar kemungkinan saat di bangku kuliah maka sobat mendengar atau mempelajari tentang teori Maslow yang mana kebutuhan manusia terbagi menjadi beberapa tingkatan yang disebut Piramida Kebutuhan Maslow. Apa yang menjadi kebutuhan dasar manusia menurut Maslow? Jawaban sobat sekalian benar, yaitu kebutuhan fisiologis seperti makanan. Kemudian disusul dengan kebutuhan akan keamanan seperti tempat tinggal yang layak, kemudian kebutuhan sosial, kebutuhan akan penghargaaan, dan terakhir kebutuhan untuk aktualisasi diri.
Demikian juga dalam perencanan keuangan maka ada yang disebut sebagai piramida perencanaan keuangan.
Yang menjadi dasar dari perencanaan keuangan adalah Cash Flow, Dana Darurat, Pelunasan Hutang. Perlu sobat ketahui hal ini berarti bahwa kita harus mengutamakan aspek keamanan dalam keuangan terlebih dahulu berupa arus kas yang positif dalam pengertian bahwa jumlah penerimaan kita lebih besar dari jumlah penggunaan dana, dan tanpa Utang konsumtif serta tersedia sejumlah dana untuk pengeluaran tidak terduga atau emergency yang disebut dengan Dana Darurat yang jumlahnya ditetapkan antara 3x-12x kebutuhan bulanan. Setelah level ini maka sobat juga perlu menyediakan “payung” untuk melindungi asset sobat sekalian dan ini yang disebut dengan Manajemen Resiko yaitu melalui Asuransi. Kedua level inilah yang dinamakan konsep KEAMANAN dalam piramida keuangan. Hal ini juga berarti agar sobat sekalian lebih mengutamakan keamanan (safety) dibanding aspek kesenangan. Dalam hal perencanaan keuangan maka sobat sekalian diminta untuk lebih memprioritaskan aspek keamanan (yaitu pyramida level-1 dan level-2).
Jadi prinsip dasar dalam perencanaan keuangan adalah memiliki arus kas yang surplus bukan defisit dan melakukan peminjaman dana ke sana ke mari. Hal ini sangat perlu agar sobat-sobat terhindar dari kondisi apa yang disebut sebagai gali lobang tutup lobang karena sibuk melakukan peminjaman dana ke sana ke mari dan bahkan hutang digunakan untuk membayar hutang sebelumnya. Kalo sudah masuk dalam kondisi keuangan demikian maka sulit yang menata keuangan dengan sehat karena hutang akan selalu semakin besar berhubung adanya beban bunga yang harus sobat bayar.
Mungkin sobat bertanya bagaimana kalau pengeluaran selalu lebih besar dibanding pemasukan dana? Maka jawabnya adalah sobat harus menambah sumber alternatif pemasukan dana. Bagaimana caranya? Tentu banyak sekali caranya di era digital ini sobat bisa memanfaatkan gadget untuk mendapatkan pemasukan mulai dari menawarkan produk secara online. Sobat bisa menjadi broker atau perantara atau reseller yang mana posisi sobat adalah menawarkan produk dari produsen tertentu dan jika konsumen dari sobat deal untuk membeli maka sobat bisa menghubungi supplier untuk mengirimkannya ke alamat pembeli dengan mencantumkan nama sobat sebagai penjual. Skema ini yang disebut sebagai dropship dan tidak membutuhkan biaya karena posisi sobat hanyalah sebagai perantara. Sobat juga bisa memasarkan skill yang sobat miliki melalui internet sehingga dapat menjangkau konsumen secara lebih luas. Intinya adalah keseimbangan pemasukan dan pengeluaran , dimana kalau kondisi ini sudah tercapai maka sobat secara perlahan sobat bisa memiliki cashflow yang positif dan memiliki ekses dana untuk dialokasikan ke pos lain seperti cadangan dana (Dana Darurat), dan manajemen resiko (Asuransi).
Jika sobat memiliki dana lebih, maka timbul pertanyaan berapa besar dana yang perlu dialokasi untuk Asuransi? Untuk menjawab ini maka sobat harus paham konsep tentang asuransi yakni prinsip pengalihan resiko yaitu sobat memproteksi asset yang sobat miliki. Ibarat sobat menyiapkan payung untuk melindung asset Kesehatan sobat dari kondisi hari panas atau hari hujan. Apakah sobat mengetahui dengan pasti kapan hujan tersebut akan turun? Namun jika sobat sudah memiliki payung maka setiap saat sobat dapat memakainya untuk melindungi diri sobat sekalian dari hujan. Tahukan sobat kapan sobat akan kena penyakit? Tentu tidak. Namun jika sobat sakit apakah akan mengganggu keuangan keluarga sobat? Tentu iya karena sobat tidak bisa mencari nafkah sedangkan dana akan terpakai untuk membayar biaya pengobatan selama anda sakit.
Maka dari itu sobat sekalian perlu menyiapkan asuransi, apakah itu jenisnya asuransi kesehatan yang memberikan sobat sekalian penggantian dana sejumlah tertentu saat sakit. Sobat juga bisa memilih untuk asuransi penyakit kritis yang memberi sobat perlindungan dana saat sobat terkena berbagai penyakit kritis (critical illness) sesuai dengan daftar jenis penyakit yang diperjanjikan pada kontrak (polis). Atau sobat juga bisa membeli produk asuransi jiwa yang memberikan manfaat perlindungan kepada ahli waris jika sobat mengalami sesuatu sehingga ahli waris masih tetap dapat melanjutkan hidup.
Kembali kepada pertanyaan sobat berapa besar dana yang kita perlukan untuk asuransi? Maka jawabanya adalah relatif sesuai kebutuhan dan kemampuan. Tidak ada batasan akan tetapi kisaran 5% - 10% dari income yang sobat miliki dapat dialokasi untuk membeli produk asuransi. Point yang terpenting adalah sobat sudah membeli perlindungan yaitu produk asuransi. Asuransi yang sobat pilih boleh jadi produk asuransi konvensional ataupun produk unit link. Hal ini tergantung pada pertimbangan dan kebutuhan sobat sekalian dan sobat bisa membicarakannnya dengan pihak perusahaan asuransi sebelum memutuskan untuk membeli proteksinya.
Demikian sedikit tips yang dapat saya bagikan kepada sobat sekalian tentang literasi keuangan semoga bisa memberikan pencerahan kepada rekan sobat sekalian.
----- 000 ------
18/08/2020
16/08/2020