08/12/2025
Bagaimana Taktik Bola Mati Ruben Amorim Ubah Manchester United Jadi Mesin Gol Paling Efisien Di Liga Primer
Ruben Amorim ubah wajah Man United. Dari tim yang tumpul dalam bola mati, kini jadi yang paling mematikan di Liga Primer. Simak analisis taktik 'curian' ini.
Manchester United sedang mengalami transformasi taktis yang signifikan di bawah asuhan Ruben Amorim, dan perubahannya paling terasa di sektor yang selama ini sering diabaikan: bola mati (set-pieces). Kemenangan 2-1 atas Crystal Palace, di mana kedua gol lahir dari tendangan bebas, menjadi bukti nyata evolusi ini. The Red Devils kini bukan lagi tim yang bisa diremehkan saat mendapatkan tendangan sudut atau tendangan bebas di area berbahaya.
Statistik berbicara lantang mengenai perubahan ini. Dengan 10 gol dari situasi bola mati musim ini, United memuncaki daftar tim paling produktif di Liga Primer dalam kategori tersebut. Angka ini mengejutkan banyak pihak, mengingat di era sebelumnya, mereka dikenal sebagai tim yang minim ancaman dari bola mati. Kini, hampir separuh (47,6 persen) dari total gol mereka musim ini berasal dari skema bola mati.
Kunci dari perubahan ini bukanlah penemuan roda baru, melainkan keberanian Amorim untuk "mencuri" ide-ide terbaik dari rival dan menerapkannya dengan presisi. Dengan mengadopsi strategi yang sukses dari tim seperti Arsenal dan memadukannya dengan eksekutor kelas wahid, United telah menemukan senjata rahasia untuk mendulang poin. Strategi ini menjadi penyelamat di tengah performa permainan terbuka (open play) yang masih inkonsisten.
05/12/2025
Tak Janjikan Reuni, Barcelona Pilih Siapkan 'Penghormatan Megah' Untuk Lionel Messi
Barcelona telah menegaskan kembali bahwa mereka tidak akan "memicu kontroversi atau spekulasi" terkait kemungkinan kembalinya Lionel Messi ke Camp Nou. Tim Caatalan masih merencanakan "penghormatan megah" untuk pencetak gol terbanyak sepanjang masa mereka, tetapi La Pulga masih terikat kontrak di MLS dengan Inter Miami dan tampaknya tidak akan kembali ke panggung sepakbola Eropa.
Messi mengakhiri kariernya di Barca pada tahun 2021 ketika bergabung dengan Paris Saint-Germain sebagai agen bebas. Perpisahan yang emosional diucapkan kepada publik Catalan setelah klub kala itu menyadari bahwa dana untuk memberinya kontrak baru tidak mencukupi.
Dua tahun dia habiskan di Prancis sebelum hijrah ke Amerika. Messi, istrinya Antonela, dan ketiga putra mereka kini menetap di Florida Selatan. Perpanjangan kontrak dengan The Herons juga telah disepakati hingga 2028.
Masih ada kemungkinan Messi kembali ke Barca selama jeda musim MLS, sebelum kalender mereka diubah, dengan Piala Dunia 2026 yang semakin dekat. Messi ingin memastikan dirinya bugar dan siap untuk mempertahankan gelar juara dunia Argentina.
Namun, Barca telah meredam rumor peminjaman dan presiden Joan Laporta terus menjauhkan Blaugrana dari spekulasi mengenai potensi 'Last Dance' bagi Messi di Camp Nou.
Ditanya kembali tentang topik tersebut di forum Foros de Vanguardia, Laporta mengatakan kepada para wartawan: “Saya tidak akan memicu kontroversi atau spekulasi tentang hal-hal yang tidak realistis. Setiap orang berhak atas pendapatnya masing-masing. Leo akan selalu berada dalam ingatan para penggemar Barcelona. Leo memiliki kontrak dengan klubnya.”
Laporta menambahkan tentang rencana Barca untuk Messi, dengan laga eksibisi atau pertandingan persahabatan yang telah lama dipertimbangkan: “Penghormatan itu seharusnya dilakukan di saat kita bisa berterima kasih kepadanya atas semua yang telah ia lakukan untuk Barca. Penghormatan di Camp Nou yang penuh, dengan 105 ribu penggemar Barca yang berterima kasih kepada Messi atas semua yang telah ia lakukan untuk klub, bisa menjadi hal yang indah.”
Ia melanjutkan dengan mengatakan tentang mengabadikan Messi dalam bentuk patung, mungkin berdampingan dengan ikon-ikon Barca lainnya: “Orang-orang dapat saling memahami dengan berbicara. Saya tidak melihat ada masalah. Kami telah mempertimbangkan untuk memberinya penghormatan terindah yang pernah diberikan, dan sebuah patung berdampingan dengan para pemain yang telah mengukir sejarah. Kubala, [Johan] Cruyff, Messi, dan Ronaldinho juga terlintas dalam pikiran. Leo telah mendefinisikan sebuah era dan merupakan pemain terbaik dalam sejarah dan dalam sejarah Barca.”
03/12/2025
Erling Haaland: Hancurkan Rekor Alan Shearer, Definisikan Ulang Arti Ketajaman Di Liga Primer
Erling Haaland resmi jadi pemain tercepat yang cetak 100 gol Liga Primer. Ia hancurkan rekor Alan Shearer dalam laga dramatis 5-4 kontra Fulham.
Rabu (3/12) dini hari WIB di Craven Cottage menjadi saksi terciptanya sejarah baru dalam buku rekor Liga Primer Inggris. Erling Haaland, mesin gol Manchester City, secara resmi menahbiskan dirinya sebagai penyerang paling mematikan yang pernah menginjakkan kaki di kompetisi ini. Dengan satu sentuhan mematikan di menit ke-17, ia mencetak gol ke-100-nya, sebuah pencapaian monumental yang diraih dalam waktu yang sangat singkat.
Haaland hanya membutuhkan 111 pertandingan untuk mencapai angka keramat tersebut. Catatan ini menghancurkan rekor sebelumnya yang dipegang oleh legenda Inggris, Alan Shearer, yang membutuhkan 124 pertandingan untuk mencapai 100 gol. Selisih 13 pertandingan ini bukan sekadar angka, melainkan bukti dominasi absolut Haaland sejak tiba di Inggris.
Momen bersejarah ini terjadi dalam laga yang tak kalah spektakuler, di mana Manchester City menang tipis 5-4 atas Fulham. Gol Haaland, yang menyambut umpan silang Jeremy Doku, menjadi pembuka pesta gol tersebut. Namun, yang lebih penting dari hasil pertandingan adalah konfirmasi bahwa kita sedang menyaksikan seorang fenomena yang mungkin tidak akan kita lihat lagi dalam waktu dekat.
01/12/2025
Mantan Menteri Olahraga Saudi Klaim Cristiano Ronaldo 'Satu-satunya Pemain Asing Yang Layak Digaji Mahal' Di Liga Pro Saudi
Mantan Menteri Olahraga Arab Saudi Pangeran Abdullah bin Mosaad menyebut Cristiano Ronaldo satu-satunya pemain asing di Liga Pro Saudi yang pantas menerima gaji selangit. Ia memuji dampak global Ronaldo, sementara pemain 40 tahun itu baru saja memperpanjang kontrak dua tahun di Al-Nassr.
Bin Mosaad menjabat sebagai menteri olahraga negara itu antara 2014 dan 2017, sebelum pemerintahan Mohamed Bin Salman mulai berinvestasi besar-besaran dalam proyek olahraga termasuk Saudi Pro League (SPL).
Politisi tersebut berbicara di saluran berbahasa Arab Al-Arabiya, ketika dia ditanya pendapatnya tentang striker pemecah rekor, Ronaldo. Bin Mosaad memuji bintang Portugal berusia 40 tahun itu dengan antusias, sembari menyindir rekan-rekannya yang bergaji tinggi.
Ronaldo bergabung dengan Al-Nassr pada Januari 2023, setelah periode keduanya bersama Manchester United berakhir dengan buruk. Kepindahannya yang terkenal ke negara Teluk itu membuka jalan bagi sejumlah pemain terkemuka seperti Karim Benzema, Sadio Mane, dan Riyad Mahrez untuk meninggalkan sepakbola Eropa demi janji gaji yang lebih tinggi.
Masa tinggal mantan bintang Real Madrid dan Juventus di kerajaan itu diperpanjang awal tahun ini, dengan Ronaldo menandatangani kesepakatan yang ditingkatkan senilai $211 juta per tahun.
30/11/2025
Pep Guardiola Ungkap Isi Percakapan Intens Dengan Erling Haaland Usai Man City Menang Dramatis Atas Leeds
Berusaha kembali ke performa terbaik menyusul kekalahan beruntun melawan Newcastle United dan Bayer Leverkusen di Liga Primer dan Liga Champions, City mengamankan kemenangan besar atas Leeds asuhan Daniel Farke. Unggul 2-0 berkat gol Phil Foden dan Josko Gvardiol, City sempat disamakan lewat gol Dominic Calvert-Lewin dan Lukas Nmecha.
Namun, pada menit pertama tambahan waktu, Foden mencetak gol keduanya sekaligus kemenangan City saat ia menggiring bola ke ruang kosong sebelum melepaskan tembakan melewati kiper Leeds Lucas Perri. Hasil ini membuat tim asuhan Guardiola naik ke posisi kedua klasemen, terpaut empat poin di belakang pemimpin klasemen Arsenal, yang akan menghadapi tim peringkat ketiga Chelsea pada Minggu malam.
Dalam pertandingan yang terbukti membuat frustrasi bagi Haaland, sang striker gagal menambah pundi-pundi golnya di musim 2025/26. Meski bermain 90 menit penuh, pemain berusia 25 tahun itu — pencetak gol terbanyak liga dengan 14 gol hanya dalam 13 pertandingan — gagal mencetak gol melawan Leeds, klub yang pernah dibela ayahnya, Alf Inge Haaland, antara 1997 dan 2000.
Kecewa karena upayanya menjadi pemain tercepat yang mencetak 100 gol Liga Primer tertunda, Haaland kemudian terlibat diskusi intens dengan Guardiola setelah peluit akhir.
Setelah tampak menyampaikan maksudnya, mantan penyerang Borussia Dortmund itu mencoba berjalan pergi sebelum dipeluk dua kali oleh manajer City, yang juga ingin mengungkapkan perasaannya. Baik Haaland maupun Guardiola tersenyum setelah obrolan mereka akhirnya selesai.
Dan Guardiola kini mengungkapkan apa yang dia katakan kepada Haaland setelah pertandingan. Membuka tabir kejadian tersebut, mantan bos Barcelona dan Bayern Munich itu mengatakan kepada BBC Sport: “Dia akan melakukannya [mencetak gol ke-100] di pertandingan berikutnya."
“Kami hanya berbicara tentang istirahat. Dia punya tubuh yang besar. Menit bermain, menit bermain, pada saat itu Anda segar."
“Istirahat [itu] bukan hanya kaki [menunjuk ke kepalanya]. Ini tidak seperti Phil atau Jeremy [Doku], mereka bisa istirahat. Erling adalah pria besar. Kami sangat membutuhkannya.”
Sementara itu, Haaland mengunggah postingan di Instagram setelah kemenangan telat City atas Leeds, dengan tulisan singkat: "Tidak mudah hari ini tapi kami tidak pernah menyerah!"
28/11/2025
Declan Rice: Dibuang Chelsea Di Usia 14, Dipuji Arsene Wenger, Hingga Jadi Bintang Termahal Arsenal
Rice, yang kini dikenal sebagai salah satu gelandang bertahan terbaik di dunia, sebenarnya memulai langkahnya di akademi Chelsea. Namun, mimpi indahnya di London Barat harus terhenti secara brutal ketika ia dilepas pada usia 14 tahun karena masalah fisik. Sebuah momen yang bisa saja menghancurkan mental seorang remaja, namun justru menjadi titik balik bagi Rice.
Kisah kebangkitannya tidak lepas dari peran figur-figur penting seperti Arsene Wenger, yang sudah melihat bakat istimewanya bahkan saat Rice bermain di luar posisi aslinya. Transformasi dari seorang bek tengah menjadi jenderal lini tengah adalah salah satu narasi paling menarik dalam perkembangan kariernya.
Momen paling menentukan dalam hidup Rice terjadi saat ia masih berusia 14 tahun. Chelsea, klub tempat ia menimba ilmu sejak usia tujuh tahun, memutuskan untuk melepasnya. Alasannya bukan karena kurangnya teknik, melainkan masalah pertumbuhan fisik yang membuatnya terlihat canggung saat berlari. Ia dianggap "tidak bisa mengikuti anak-anak lain" secara fisik, sebuah vonis yang sangat menyakitkan bagi seorang anak yang bercita-cita menjadi pesepakbola.
Namun, di tengah kekecewaan itu, sebuah dukungan tak terduga datang dari legenda Chelsea John Terry. Terry secara pribadi menelepon Rice, yang saat itu sedang duduk merenung di tempat tidurnya, untuk memberikan semangat agar tidak menyerah. Dukungan dari idola masa kecilnya ini menjadi bahan bakar awal bagi Rice untuk membuktikan bahwa keputusan Chelsea adalah sebuah kesalahan besar.
Steve Willmore, guru olahraga Rice di sekolah, menjadi saksi mata betapa kuatnya karakter sang pemain. Alih-alih tenggelam dalam kesedihan, Rice memilih untuk bangkit dengan determinasi tinggi. Ia tidak malu untuk memulai kembali, bahkan rela meninggalkan kenyamanan rumahnya demi bergabung dengan West Ham United, sebuah keputusan berani yang mengubah jalan hidupnya.
Resiliensi yang ditunjukkan Rice di usia muda ini menjadi fondasi mentalitasnya hingga saat ini. Ia belajar untuk menerima pukulan, bangkit, dan bekerja lebih keras. Seperti yang dikatakan Willmore, Rice adalah contoh utama seseorang yang mampu mengubah berita buruk menjadi motivasi untuk mencapai kesuksesan yang lebih besar.
21/11/2025
Legenda Manchester City RESMI Pensiun Usai Juara Liga Inggris Lima Kali
Fernandinho resmi pensiun, mengakhiri lebih dari dua dekade karier yang dipenuhi trofi dan masa keemasan yang menempatkannya di jajaran pemain paling berprestasi dalam sejarah Manchester City. Mantan gelandang timnas Brasil berusia 40 tahun itu memastikan tidak akan melanjutkan karier profesionalnya, mengakhiri spekulasi yang muncul sejak ia kembali ke Athletico Paranaense pada 2022.
Fernandinho menghabiskan sembilan musim di Manchester City setelah didatangkan dari Shakhtar Donetsk pada 2013, klub yang juga memberinya enam gelar liga Ukraina dan satu trofi Piala UEFA/Liga Europa. Di bawah arahan Manuel Pellegrini dan kemudian Pep Guardiola, ia menjadi fondasi bagi lini tengah The Citizens.
Visi permainan, tekel presisi, kesadaran posisi yang tak tertandingi, hingga kemampuan membaca ruang menjadikannya salah satu gelandang bertahan terbaik era Liga Primer Inggris. Dari total 383 penampilan, ia memenangkan lima gelar EPL, enam Piala Liga, satu Piala FA, dan satu Community Shield, serta membuka jalan bagi para kreator Man City untuk bersinar.
Selepas meninggalkan Man City pada 2022, Fernandinho pulang kampung ke Brasil dan kembali ke Athletico Paranaense, klub yang pertama membesarkan namanya. Seiring bertambahnya usia, menit bermainnya mulai menurun dan ia terakhir tampil pada Desember 2024 melawan Atletico Mineiro dalam laga Serie A Brasil.
Berbicara usai laga amal di markas klubnya pekan ini, ia mengaku tubuhnya sudah memberi sinyal terakhir.
“Saya sudah lelah. Tadi saya berlari 30 menit lebih dan benar-benar kehabisan tenaga,” ujarnya. “Tidak ada lagi yang memotivasi saya di sepakbola. Saya sudah mencapai semua yang saya bisa. Sekarang saatnya menikmati waktu bersama keluarga.”
Pria berusia 40 tahun itu menambahkan bahwa keputusannya meninggalkan klub terjadi setelah ia dan Athletico Paranaense gagal mencapai kesepakatan baru.
“Kami tidak mencapai kesepakatan untuk kontrak baru, dan itu hal yang sangat wajar. Saya tidak pernah menyembunyikan rasa terima kasih, hormat, dan kasih sayang saya untuk Athletico, terutama para suporternya," katanya.
Ketika Fernandinho memutuskan meninggalkan City, Pep Guardiola ternyata belum diberi tahu.
“Saya tidak tahu,” kata Pep di konferensi pers saat itu. “Kalian yang memberi kabar itu kepada saya. Kami akan melihat apa yang akan terjadi pada akhir musim. Saya telah katakan berkali-kali kami akan melihat apa yang terjadi. Saya katakan pada akhir musim kami akan berbicara – mungkin ini adalah keputusan keluarga, mungkin dia ingin lebih banyak menit bermain. Saya ingin sekali bersamanya."
Guardiola menambahkan mungkin Txiki Begiristain, direktur olahraga, sudah mengetahui soal itu lebih dulu.
“Mungkin Txiki tahu dan tidak memberi tahu saya," imbuhnya. "Saya tidak tahu. Ini kejutan buat saya. Saya akan berbicara padanya (Txiki), 'Apa yang terjadi?' Tapi saya tahu niat [Fernandinho]. Ia bukan tipe pemain yang mengambil keputusan untuk kepentingan pribadi.”
"Saya ingin kebahagiaan bagi para pemain saya dan tentunya besok kami akan bermain untuknya dan memberinya momen perpisahan terbaik, kembali mencapai semi-final Liga Champions dan mencoba untuk melaju lagi. Saya memahami para pemain ingin bermain, itu sangat bisa dimengerti. Bukan hanya karena dia berusia 35 atau 36 tahun. Lihat apa yang terjadi dengan Ferran Torres: dia ingin bermain sehingga bergabung dengan Barcelona. Saya paham Ferna ingin pulang ke Brasil, dekat dengan ayah dan ibunya. Klub pasti akan membantunya.”
Setelah gantung sepatu, masa depan Fernandinho menjadi perhatian. Ia pernah menyatakan ketertarikan untuk terjun ke dunia kepelatihan dan Manchester City memiliki tradisi merangkul mantan pemain ke dalam struktur akademi, jaringan klub, atau peran duta besar.
Dengan pengetahuan mendalam tentang filosofi Guardiola, ia bisa menjadi aset penting bila memilih jalur tersebut. Namun untuk saat ini, seperti yang dikatakan, Fernandinho ingin menikmati waktu bersama keluarga setelah bertahun-tahun berada di level tertinggi sepakbola.
14/11/2025
Zlatan Ibrahimovic Bergerilya Bajak Robert Lewandowski Dari Barcelona Untuk AC Milan
Raksasa Serie A ini bertekad memperbaiki lini serang mereka dengan mengangkut striker profil tinggi yang berada di ujung kontrak. Lewandowski sendiri kontraknya berakhir ketika musim 2025/26 rampung.
Pemain internasional Polandia itu telah mengemas 108 gol dan 20 assist dalam 159 penampilan bagi raksasa Catalans di seluruh kompetisi. Musim ini, dia mencetak tujuh gol dalam sembilan pertandingan La Liga.
Pihak Barca sampai saat ini belum tertarik untuk segera mengegosiasikan kontrak anyar buat Lewandowski.
"Saya masih tak tahu jawabannya. Itulah kenapa saya tidak terburu-buru. Saya merasa tenang," kata Lewandowski.
"Dan itulah hal terpenting. Misalnya, sekalipun klub menghubungi saya sekarang, saya tidak akan menjawab pertanyaan itu. Sebab, saya juga perlu untuk merasakan yang terbaik bagi diri saya. Sekarang ini, saya tenang, tidak terburu-buru. Saya tidak mengharapkan apa pun lagi saat ini," lanjutnya.
Hirarki di San Siro dikabarkan akan memulai pertemuan dengan perwakilan dari Lewandowski dalam beberapa pekan ke depan untuk mengetahui struktur gaji yang dimiliki sang striker.
Eks bintang Bayern Munich itu bergaji €20 juta per tahun dan sepertinya harus rela menerima pemotongan gaji jika yang bersangkutan mengambil langkah transfer.
Berbagai laporan menyebut bahwa Ibrahimovic bisa menjadi salah satu kunci bagi Milan untuk mendorong terwujudnya perekrutan Lewandowski, dengan harapan besarnya si pemain bisa menjadi panutan bagi para pemuda di tubuh Rossoneri.
Di sisi lain, pemain berusia 37 itu disebut-sebut enggan meninggalkan keluarganya meski Milan hanya berjarak dua jam penerbangan bagi sang penyerang veteran yang telah membangun kehidupan di Spanyol dalam beberapa tahun terakhir.
11/11/2025
Neymar Tak Percaya Rekan Setim Santos Mengabaikan Instruksinya Dalam Momen Permainan Yang Aneh
Insiden aneh itu terjadi pada menit ke-66 laga Santos melawan Flamengo di Maracana, saat frustrasi Neymar memuncak. Saat timnya tertinggal 2-0, penyerang berusia 33 tahun itu menuntut Santos meninggalkan pendekatan bola panjang mereka yang tidak efektif dan beralih bermain umpan pendek terkontrol dari belakang.
Ketika permintaannya diabaikan, Neymar — yang biasanya ditempatkan di lini serang — turun jauh untuk mengambil tendangan gawang sendiri, mencoba memulai build-up play yang ingin ia lihat.
Namun usahanya sia-sia. Beberapa saat kemudian, bek tengah Luan Peres kembali meluncurkan bola panjang ke depan, yang dengan mudah dicegat oleh Flamengo dan penguasaan bola kembali ke tuan rumah. Neymar terlihat berhenti, mengangkat tangannya karena kesal, sebelum menggelengkan kepala tak percaya.
Momen itu dengan sempurna merangkum putusnya koneksi antara Neymar dan rekan setimnya di musim yang penuh gejolak di Vila Belmiro. Bagi pemain yang meniti karier di Santos lalu membangun karier dengan sepakbola kreatif berbasis penguasaan bola di Barcelona dan PSG, kurangnya kohesi taktis sejak kepulangannya sangat mencolok. Klip itu viral secara online — dengan penggemar menyebutnya "hal paling khas Neymar" — yang hanya mempertajam sorotan pada komunikasi dan moral tim.
Kemudian dalam pertandingan, Neymar diganti oleh pelatih kepala Juan Pablo Vojvoda, sebuah tindakan yang hanya memperdalam frustrasinya. Saat Santos tertinggal 3-0 di menit ke-85, Vojvoda mengganti Neymar dengan gelandang Argentina Benjamin Rollheiser. Kamera menangkap pemain berusia 33 tahun itu tampak mempertanyakan keputusan tersebut, dengan mulut berkata, "Anda mau menarik saya keluar?" ke arah bangku cadangan, sebelum berjalan lurus keluar lapangan dan menuju ruang ganti tanpa menunggu peluit akhir.
Santos kemudian mencetak dua gol hiburan di akhir laga tetapi akhirnya kalah 3-2. Hasil itu membuat mereka tetap terperosok di zona degradasi dengan hanya enam pertandingan tersisa.
Dalam komentar pasca-laga, pelatih Vojvoda berusaha meredakan ketegangan, bersikeras reaksi Neymar "normal untuk pemain yang ingin membantu tim". Namun, kepergian pemain Brasil itu menyoroti meningkatnya frustrasi di kubu Santos, saat klub terus berjuang melawan degradasi. Kekalahan dari Flamengo membuat mereka tertinggal dua poin dari zona aman (33 poin dari 32 laga), membuat sang juara Brasil delapan kali itu berada dalam bahaya nyata terdegradasi ke Serie B.
Perjuangan pribadi Neymar mencerminkan perjuangan klub. Setelah kembali ke Santos dari Al-Hilal pada Januari, ia baru mengoleksi tiga gol dan enam assist dalam 15 penampilan di tengah masalah cedera yang berulang.
10/11/2025
Bisakah Sepakbola Memenangkan Pertarungan Politik?
Kekalahan timnas Indonesia dari Irak dan Arab Saudi pada Oktober lalu dianggap sebagai salah satu bencana terbesar dalam sepakbola nasional, terutama karena masyarakat menaruh harapan tinggi pada kelolosan bersejarah Garuda ke Piala Dunia 2026.
Akibat kekalahan itu, popularitas Ketua Umum PSSI Erick Thohir dinilai menuju ke arah negatif. Sosok yang kini merangkap jabatan sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga itu dituding paling bertanggung jawab karena telah memecat pelatih timnas yang disukai masyarakat, Shin Tae-yong, dengan legenda Belanda yang diragukan kecakapannya sebagai pelatih, Patrick Kluivert.
Padahal, sebelum kekalahan menyesakkan itu, pamor Erick Thohir diprediksi akan meroket andaikan timnas Indonesia berhasil melangkah jauh. Bahkan, Erick dianggap sedang bertaruh dengan mengganti pelatih timnas agar popularitasnya naik dan dia bisa menjadi bakal calon presiden atau wakil presiden di 2029.
Namun, kita tidak akan membahas naik-turunnya elektabilitas Erick Thohir karena prestasi timnas Indonesia. Kita akan membahas apakah sepakbola, khususnya sepakbola Indonesia, memang benar bisa memenangkan pertarungan politik dan posisi ketua umum PSSI dapat menjadi batu loncatan untuk karier yang lebih tinggi.
Asumsi
Sejauh ini, itu semua sekadar asumsi. Edy Rahmayadi memang menjadi Gubernur Sumatera Utara (2018-2023) setelah menjadi Ketua Umum PSSI (2016-2019). Namun, keterpilihan Edy sulit dilihat hubungannya dengan posisinya di PSSI. Prestasi PSMS Medan, klub kebanggaan masyarakat Sumatera Utara, di masa kepemimpinan Rahmayadi sebagai Ketua Umum PSSI juga tidak terlalu menonjol.
Selain Edy, tidak ada sejarah Ketum PSSI yang kemudian mendapat jabatan publik yang dipilih rakyat melalui pemilu. Malah, beberapa politisi mendapat sentimen negatif setelah menjabat sebagai Ketum PSSI seperti La Nyalla Mattaliti dan Nurdin Halid. Jika PSSI dilihat sebagai mesin politik, PSSI adalah mesin politik yang buruk.
Namun, mengapa masih banyak politisi ingin menjadi bagian dari PSSI? Berdasarkan Goodstats.id, masyarakat Indonesia yang mengaku sebagai fans sepakbola adalah 165,4 juta jiwa atau hampir 60 persen dari masyarakat Indonesia. Ini adalah ceruk pemilih yang sangat besar. Tidak ada politisi yang melewatkan angka ini.
Sementara itu, berdasarkan penelitian dari Andrew Healy dari Loyola Marmount University, Los Angeles sejak 1964 menemukan bahwa keterpilihan kandidat dari partai petahanameningkat 2,8 persen ketika tim sepakbola Amerika di kota tersebut memenangkan pertandingan dalam jangka waktu 2 minggu sebelum pemilihan.
Meski belum pernah terjadi, prestasi monumental di sepakbola dianggap memangbisa menaikkan keterpilihan dan bahkan meletakkan seseorang di tampuk kekuasaan tertinggi.
Tidak Logis
Apakah logis jika menjadikan PSSI sebagai batu loncatan untuk karier jabatan publik yang lebih tinggi? Faktanya, prestasi timnas kita mentok. Jangankan bermimpi ke Piala Dunia, untuk level Piala AFF saja kita hanya terus berharap dan tidak kunjung berhasil meraih trofi. Kegagalan demi kegagalan meletakkan posisi ketua umum PSSI hampir seperti public enemy.
Dilihat dari struktur dan cetak biru perkembangan sepakbola Indonesia pun, dapat dikatakan bahwa timnas Indonesia masih jauh panggang dari api. Sebelum berbicara mengenai juara Piala AFF maupun tampil di Piala Dunia, kita harus berdiskusi mengenai liga kita.
Liga Indonesia harus diakui bukan liga yang baik. Sekadar menjadi entitas bisnis yang profesional dan berkelanjutan pun belum. Ini bisa dibuktikan dengan tunggakan gaji para pemain serta permasalahan pertandingan kandang dan tandang yang hampir setiap saat jadi polemik karena isu keamanan.
Sepakbola adalah olahraga dengan antusiasme besar di Indonesia, akan tetapi mimpi-mimpi sepakbola Indonesia jauh dari kata realistis. Menjadi ketua umum PSSI seharusnya dikaitkan dengan proyek jangka panjang, membenahi sistem dari bawah, bukan tiba-tiba bermimpi ke Piala Dunia.
Ibarat kata, bagaimana bisa punya pemain timnas yang bagus kalau kolam pembibitannya yaitu liga Indonesia saja masih begitu-begitu saja? Bagaimana bisa PSSI menjadi kuda politik yang menjanjikan kalau prestasi timnas saja masih dihantui ekspektasi tidak logis dari publik?