04/10/2026
CURHAT SEDIH PRESIDEN SRIWIJAYA FC
Gelora Sriwijaya Jakabaring kembali bergemuruh saat laga amal Sriwijaya FC digelar di Jakabaring Sport City Palembang, Jumat (2/10/2026) malam.
Laga amal yang diikuti langsung para pemain Elang Andalas tersebut sukses menyedot antusiasme masyarakat.
Selain menjadi ajang laga amal, kegiatan itu juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan jersey latihan terbaru Sriwijaya FC sekaligus menggalang dukungan dari pengusaha dan perusahaan di Sumatera Selatan.
Di tengah ramainya tribun penonton, Presiden Sriwijaya FC Mohammad David mengaku merasakan perasaan campur aduk.
Ia bangga melihat antusiasme masyarakat kembali memenuhi Gelora Sriwijaya Jakabaring.
Namun, di sisi lain, David mengaku sedih melihat Sriwijaya FC kini harus berjuang dari Liga Nusantara atau kasta ketiga sepak bola Indonesia.
"Ini salah satu momentum di mana antusias masyarakat yang mulai ramai menyaksikan Sriwijaya FC ini, aura Liga 1 dan 2-nya kelihatan," kata David, Jumat (2/10/2026) malam.
Menurutnya, suasana tersebut mengingatkan kembali besarnya kecintaan masyarakat Sumatera Selatan terhadap Sriwijaya FC.
Namun, David mengaku terharu melihat kondisi tim yang saat ini harus berjuang membangun kembali kejayaan dari bawah
"Saya di sini sedikit merasa sedih melihat Sriwijaya FC bermain di sini (Gelora Sriwijaya Jakabaring), dan sedikit terharu sekaligus ini laga misi penyelamatan Sriwijaya FC," ujarnya.
Kecewa Dukungan Pengusaha Minim
David juga menyampaikan kekecewaannya karena dukungan dari pengusaha dan perusahaan di Palembang maupun Sumatera Selatan dinilai masih minim.
Padahal, menurutnya, dukungan dari dunia usaha sangat dibutuhkan untuk membantu Sriwijaya FC melewati masa sulit dan mengarungi Liga Nusantara.
David mengungkapkan pernah ada pengusaha di Sumsel yang menyatakan keinginan membantu Sriwijaya FC. Namun, bantuan tersebut akhirnya batal.
"Ternyata di hasil akhir minus, nampaknya itu hilang, tanpa pemberitahuan, ada poin-poin yang mereka harus pikirkan untuk membantu Sriwijaya FC," katanya.
Ia mengatakan manajemen terus berkomunikasi dengan berbagai perusahaan di Sumsel untuk mencari dukungan.