18/01/2022
○Enggak tau mau bilang apa lagi dengan para pelatih psis baik lokal maupun pelatih asing hari nur selalu menjadi pilihan utama , padahal dari segi penampilan jauh dari kata layak , hari nur sudah menjalani 16 pertandingan tanpa mencetak goal terakhir mencetak goal saat lawan persiraja dengan score 3-1 dimenangkan oleh psis diputaran pertama , dilihat dari performa yg sudah dijalani sudah sepantasnya hari nur diparkir dulu dan beri kesempatan pemain lain untuk menunjukan kemampuannya , jangan sampai hari nur dicap sebagai anak kesayangannya pak anto/pak yoyok , semuanya harus adil pemain buruk/tidak berkontribusi harus diganti dengan yg lain demi kebaikan psis.
23/08/2020
○
Selamat Datang, Galih!
Galih Trianggoro Mahmud, pemain baru PSIS Semarang.
PSIS Semarang resmi memperkenalkan rekrutan terbaru jelang lanjutan kompetisi Liga 1 2020. Pemain yang baru saja didatangkan Laskar Mahesa Jenar adalah Galih Trianggoro Mahmud.
Pemain kelahiran Semarang, 13 Februari 2001 ini sebelumnya memperkuat Bhayangka FC di kompetisi Elite Pro Academy (EPA). Musim lalu ia juga mencetak gol kemenangan The Guardians Muda ketika berhasil menaklukkan PSIS U-18 pada laga final kompetisi EPA U-18 di Stadion Sultan Agung, Bantul.
Berkat prestasinya di tahun 2019, Galih juga sempat menerima panggilan pelatih kepala Timnas Shin Tae-yong dalam pemusatan latihan di Bekasi awal tahun lalu.
Pemain yang berposisi sebagai penyerang ini juga pernah mengantarkan kontingen sepak bola Indonesia menjadi juara 2 Asian School Games Iran 2017 dan juara 2 Asian School Games India 2018 dengan mencetak empat gol.
Galih sendiri mengaku bergabung dengan PSIS merupakan mimpinya sejak kecil. Sebagai putra daerah, ia memang memiliki cita-cita memperkuat klub kebanggaan Panser Biru dan Snex ini.
“Ini seperti mimpi saya yang jadi sebuah kenyataan. Sebagai orang Semarang, dari dulu saya memiliki cita-cita untuk bermain di PSIS. Alhamdulillah di tahun ini terwujud dan saya akan berlatih, belajar, dan bekerja semaksimal mungkin untuk berprestasi bersama PSIS,” tutur Galih, Minggu (23/08/20).
Sementara itu, Yoyok Sukawi selaku CEO PSIS mengatakan bahwa perekrutan Galih Trianggoro merupakan sebuah komitmen PSIS untuk mengembalikan putra daerah yang sempat berkostum tim lain.
Galih juga dipagari PSIS dengan kontrak jangka panjang yakni 3 tahun sejak ia menandatangi kontrak di Bulan Agustus 2020.
“Selamat datang, Galih. Semoga segera beradaptasi dan menyatu dengan skuat PSIS. Kalau soal perekrutan Galih, ini sebagai salah satu wujud komitmen kami selama ini. Kami terus berupaya mengembalikan putra daerah untuk berprestasi bersama PSIS dan kami beri kontrak yang cukup panjang,” ujar Yoyok
03/08/2020
○
Dragan Djukanovic Beberkan Alasan Bersedia Jadi Pelatih PSIS Semarang
- Dragan Djukanovic buka suara perihal alasannya memilih untuk menjadi pelatih PSIS Semarang.
Dragan mengaku sangat terkesan dengan visi misi dari manajemen PSIS Semarang .
Rencana jangka panjang yang dimiliki oleh manajemem PSIS membuat Dragan merasa tertantang.
Menurut Dragan, PSIS memiliki potensi yang sangat baik untuk masa depan.
Sebagai seorang pelatih, Dragan mengaku senang mengambil tantangan yang ada.
"PSIS Semarang memiliki kemungkinan besar di masa depan untuk menjadi seperti klub serius dan tangguh," kata Dragan.
Lebih lanjut, juru taktik asal Serbia itu menyebut dirinya memiliki beberapa ide dan gagasan untuk membawa tim berjuluk Mahesa Jenar itu sukses di masa mendatang.
"Ini sederhana. Satu tantangan bagi saya. PSIS memiliki banyak pemain muda yang baik yang memiliki bakat," ungkap pelatih berusia 50 tahun itu.
"Tetapi mereka harus bekerja keras untuk menjadi berguna di masa depan," sambungnya.
Eks pelatih Borneo FC itu juga memuji beberapa pemain muda yang saat ini ada di skuatnya.
Ia menilai, para pemain tersebut masih memiliki potensi yang bisa digali lebih dalam lagi.
"Itu adalah kombinasi pengalaman saya menjadi pelatih dan menggali potensi, khususnya pemain muda. Itu yang ingin saya buat," tutur Dragan.
"Ini adalah apa yang saya harap. Kita dapat membuat untuk musim berikutnya," pungkasnya.
sumber berita ↪️bolanas.com
13/07/2020
○
Ingin Bertahan Lama di PSIS, Bruno Silva Impikan Bermain di Stadion Jatidiri
Penyerang asing PSIS Semarang, Bruno Silva.
- Striker PSIS Semarang , Bruno Silva ingin bertahan lama di klubnya agar bisa mencicipi Stadion Jatidiri .
Striker asing PSIS Semarang , Bruno Silva menyatakan keinginannya bertahan lama di klub berjuluk Mahesa Jenar.
Bruno Silva menantikan momen ketika PSIS Semarang bermain di kandang asli yaitu Stadion Jatidiri Semarang yang saat ini tengah direnovasi.
Bruno Silva , kelahiran 14 April 1991, memang terlihat betah di PSIS Semarang .
Beberapa waktu lalu, video Bruno Silva menyanyikan tembang Didi Kempot berjudul Tatu viral di dunia maya.
Striker berkepala plontos tersebut pertama kali membela
PSIS Semarang di Liga 1 2018.
Pada musim itu, Bruno mencetak 16 gol dalam 31 pertandingan.
Pada musim 2019, Bruno sempat pindah sebentar ke Arab Saudi sebelum kembali ke pelukan PSIS pada putaran kedua
Liga 1 2019.
Mengingat ia juga sudah mulai belajar berbahasa Indonesia Bruno mengaku ingin bertahan lama di PSIS .
"Saya ingin tetap (lama) di sini seperti Hari Nur, Fauzan Fajri, Safrudin Tahar," ujar Bruno, dikutip dari kanal Youtube PSIS (10/7/2020).
"Bagi saya, tidak penting saya menjadi legenda atau tidak, tapi yang terpenting saya memberikan yang terbaik untuk tim ini," lanjutnya.
Selain itu, Bruno juga mengaku ingin segera menginjakkan kaki di kandang asli PSIS, Stadion Jatidiri.
"Yang pertama saya ingin bermain di kandang, dan Jatidiri adalah kandang PSIS, tapi sekarang masih direnovasi," ujarnya.
Memang PSIS belum juga bermain di Kota Semarang sejak promosi ke Liga 1 pada 2018.
Pada Liga 1 2020 PSIS berkandang di Stadion Moch. Soebroto Magelang.
"Tentu saya ingin bermain di Jatidiri stadion fantastis salah satu stadion terbesar layaknya di (Stadion) Soebroto , saya mencetak gol dan assist serta memenangkan pertandingan," pungkasnya.
Stadion Jatidiri sendiri dijadwalkan menyelesaikan proses pada akhir 2021.
sumber berita ↪️bolanas.com
11/04/2020
○
Bijak dan Penuh Makna, Begini Wejangan Bomber Ganas PSIS buat 2 Juniornya
Nama Hari Nur Yulianto saat ini masih menjadi striker lokal yang diandalkan PSIS Semarang. Pemain asal Kendal ini ternyata sudah kepala tiga dan Juli nanti akan menginjak usia 31 tahun.
Walaupun tenaganya belum seperti pesepak bola yang berumur 30 tahun ke atas, Hari Nur tetap mewanti-wanti juniornya untuk siap menggantikan posisinya di lini depan PSIS.
Saat ini, pemain bertipe seperti Hari Nur Yulianto di PSIS ada dua orang. Mereka adalah Adithya Jorry Guruh (19) dan Andreas Ado (23) yang sama-sama memiliki posisi asli menjadi penyerang sayap.
Menurut Hari Nur, dua juniornya di PSIS Semarang ini punya kemampuan yang cukup baik. Namun, mereka tetap harus berlatih dengan keras agar bisa mencapai top level pada saatnya nanti.
“Kalau menurut saya pribadi, mereka berdua mempunyai kualitas yang bagus dan layak berada di sini. Asalkan tetap disiplin dan berada di jalur yang benar, mereka adalah masa depan cerah untuk PSIS Semarang,” beber Hari Nur Yulianto, Rabu (8/4/20).
Hari Nur saat pertama kali datang ke PSIS bukanlah berlabel bintang seperti sekarang. Pemain yang akrab disapa Mukri ini datang ke PSIS pada 2013 di usia 24 tahun dan berstatus sebagai pemain jebolan dari tim PON sepak bola Jawa Tengah.
Namun, Hari Nur terus berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi klub kebanggaan Panser Biru dan Snex ini. Akhirnya ia berhasil membawa PSIS Semarang promosi (2017) dan setelahnya mampu bersinar dan bersaing dengan nama-nama beken di kompetisi Liga 1.
sumber berita ↪️bolaindo.com
06/04/2020
○
Libur Panjang, Dragan Khawatir dengan Kondisi Pemain PSIS
- Pelatih PSIS Semarang , Dragan Djukanovic mengaku khawatir dengan kondisi pemainnya. Sebab, kompetisi Shopee Liga 1 2020 dihentikan dalam jangka waktu yang cukup lama.
Dragan khawatir, karena dia tidak bisa memantau langsung perkembangan pemain. Tetapi, dia berharap anak asuhnya tetap profesional menjalankan tugas.
”Tentu saya khawatir. Kami mengirimkan program kepada pemain, tapi tidak ada yang bisa mengontrolnya saat ini, apakah mereka melakukannya atau tidak,”.
”Tapi tergantung pemain. Saya harap mereka profesional dan mereka memahami situasi,” imbuh arsitek asal Serbia tersebut.
Kompetisi dihentikan oleh PSSI hingga tanggal 29 Mei 2020 sesuai dengan masa darurat nasional. Artinya, jika situasi kembali normal, kemungkinan tim baru bisa berkumpul pada Bulan Juni.
-Perbedaan Intensitas Latihan
Dragan sebenarnya meminta pemain untuk mengirim laporan dalam bentuk video. Tetapi, dia tetap khawatir karena individual training berbeda dengan latihan bersama.
”Sebagian besar dari mereka mengirim video, tetapi tetap saja tidak sama ketika kami berlatih bersama dan seperti ini,” jelas Dragan.
Menurut mantan arsitek Borneo FC tersebut, individual training tujuannya hanya untuk menjaga kondisi. Sedangkan latihan bersama tim lebih serius dan intensitasnya lebih tinggi.
”Latihan tim dan individu memiliki perbedaan yang besar,” tegas pelatih 50 tahun tersebut.
sumber berita ↪️bola.net
03/04/2020
○
Hari Nur Yulianto, Pasangan Duet Terbaik di Mata Bruno Silva
- Bruno Silva menyanjung Hari Nur Yulianto, partnernya di PSIS Semarang . Di matanya, Hari Nur adalah legenda klub yang layak dihormati oleh semua orang.
Duet Bruno dan Hari Nur bersama PSIS musim ini memang layak dinanti. Sayang, di saat keduanya tengah moncer-moncernya, pandemi virus corona COVID-19 memaksa
Shopee Liga 1 2020 dihentikan sementara dengan status force majeur.
Kedua pemain telah berduet sejak Liga 1 2018 silam, tahun pertama PSIS kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Hingga kini, kerjasamanya di lini depan merupakan satu di antara yang paling menakutkan di liga.
Bruno mengaku, Hari Nur adalah duet terbaiknya sepanjang berkarier di lapangan hijau. Tak cuma soal gol, mereka juga kerap mengirimkan assist satu sama lain.
-Pemain yang Luar Biasa
"Hari Nur adalah duet terbaik saya sepanjang karier sepak bola saja. Dia pemain yang luar biasa. Sejak 2018 saya bermain dengannya, kami mencetak banyak gol dan assist satu sama lain. Kami sangat cocok," kata Bruno Silva.
Lebih jauh, penyerang berusia 28 tahun itu mengatakan bahwa Hari Nur layak disematkan legenda PSIS. Bruno juga sudah menganggap Hari Nur sebagai kakaknya.
"Dia adalah legenda klub, banyak melewati memori indah dan sangat pantas dihormati oleh semua orang, terutama pendukung PSIS," kata Bruno lagi.
"Hari Nur, dia bukan cuma mitra di lini depan, dia adalah kakak bagi saya, yang telah membantu saya sejak saya tiba di Indonesia," ujarnya memuji.
-Doa Bruno Untuknya
Selain itu, Bruno juga mengasihi orang-orang terdekat Hari Nur. Striker asal Brasil itu berharap yang terbaik untuk karier dan kehidupan pribadi partnernya.
"Saya sangat menyukainya, saya memiliki kasih sayang dan rasa hormat kepada Hari Nur dan juga keluarganya," tambah Bruno.
"Saya berharap agar kariernya berhasil. Doa saya kepadanya, semoga dia mencapai semua tujuan dalam kehidupan pribadi dan profesionalnya," pungkasnya.
sumber berita ↪bola.net
03/04/2020
Jika sesuai jadwal, seharusnya hari ini adalah menghadapi tuan rumah PSS. Tapi karena liga yang masih terhenti dikarenakan adanya wabah corona , maka laga seru hari ini tidak jadi digelar.
02/04/2020
○
Respon Manejemen PSIS Atas Niat Bruno Silva ingin Menjadi WNI
- PSIS Semarang merespon keinginan penyerang asingnya, Bruno Silva untuk menjadi warga negara Indonesia (WNI). Manajemen menyambut baik niat pemain asal Brasil tersebut.
Namun, menurut CEO PSIS, Alamsyah Satyanegara Sukawijaya, keinginan itu sulit direalisasikan dalam waktu dekat. Karena tidak mudah prosesnya untuk menjadi WNI.
Sebenarnya kata pria yang akrab disapa Yoyok Sukawi itu, Bruno bisa menjadi WNI dengan mekanisme pemanggilan timnas Indonesia. Tapi, sekarang PSSI tidak punya kebijakan seperti itu.
Sehingga mau tidak mau harus mengajukan diri mejadi WNI secara mandiri. Namun syaratnya harus sudah bekerja di Indonesia minimal 7 sampai 8 tahun berturut-turut.
”Bruno baru dapat 2 tahun, kurang lima tahun lagi baru bisa ajukan. Sehingga enggak semudah itu menjadi WNI,” tegas.
-Tak Ragukan Niat Bruno Silva
Tetapi, Yoyok menegaskan bahwa manajemen tidak meragukan loyalitas pemain kelahiran Brasil tersebut. Terutama terhadap PSIS dan Kota Semarang.
“Saya yakin dia akan menjadi WNI yang baik bagi bangsa dan negara.Namun Bruno harus sabar,” sambungnya.
Bruno, kata Yoyok, juga sudah menyampaikan niatnya kepada manajemen. Namun, hanya sebatas obrolan santai ketika membahas masa depannya.
02/04/2020
○
Bruno Silva Akui Keluarga di Brasil Akan Mendukungnya Berseragam Timnas Indonesia
- Penyerang PSIS Semarang , Bruno Silva dilaporkan tertarik berseragam Timnas Indonesia. Ia mengatakan mendapat dukungan dari keluarga di Brasil untuk membela Merah Putih.
Pemain berusia 28 tahun itu tak membantah isu yang menyebut dirinya ingin dinaturalisasi. Bruno bahkan mengaku berharap hal tersebut menjadi nyata.
Ia juga melurusan bahwa tidak ada paksaan dari orang lain mengenai keinginannya. Bruno menegaskan bermain untuk Timnas Indonesia adalah niatnya pribadi.
"Saya jelaskan, saya berusia 28 tahun, saya tahu usia saya sudah lanjut, namun saya berniat melanjutkan sepak bola di negara ini," kata Bruno Silva.
"Saya melihat ada kans untuk bermain buat Timnas Indonesia, itu adalah keinginan dan kemauan saya.
Jika saya ada kesempatan untuk dinaturalisasi, saya mau," ujarnya lagi.
Lebih lanjut, pindah kewarganegaraan bukan sesuatu yang sepele di Indonesia. Namun, ia tetap berharap bisa mewujudkan keinginannya.
"Saya paham ini tidak sederhana, pasti akan sangat birokratis. Tapi, bisa bermain untuk Timnas Indonesia akan luar biasa buat saya," tambahnya.
"Soal keluarga saya di Brasil, saya yakin mereka akan mendukung niat saya bermain untuk Timnas Indonesia," ujarnya.
01/04/2020
○
CEO PSIS: Pemain PSIS Sudah Gajian Penuh pada Bulan Maret
PSIS Semarang Shopee Liga 1
Shopee Liga 1 2020 Liga 1 2020 Liga 1
Semarang - Bos PSIS Semarang , Yoyok Sukawi merespons keluh kesah pemain terkait kebijakan pemotongan gaji. Yoyok mengatakan gaji pemain PSIS bulan Maret telah dibayarkan sejak awal bulan.
"Di PSIS, bulan Maret sudah gajian tanggal 10 sebenarnya. Jadi kalau dikatakan bulan Maret dibayar penuh itu juga agak membingungkan," ungkap Yoyok Sukawi , Rabu (1/4/2020).
PSIS dan kontestan Shopee Liga 1 2020 lainnya bakal menerapkan imbauan PSSI, yakni berupa pemberian hak pemain sebesar 25 persen dari nilai kontrak. Pembayaran itu berlaku saat kompetisi dinyatakan force majeure selama bulan Maret, April, Mei , dan Juni.
Pemain PSIS yang diwakili Hari Nur Yulianto belum lama ini mengaku belum mendapat informasi resmi dari klub perihal gaji pemain. Dirinya berharap gaji selama bulan Maret dibayarkan penuh.
Pertimbangannya adalah ada tiga pertandingan yang sudah dijalani Laskar Mahesa Jenar pada bulan Maret. Kemudian pemain berlatih hingga 23 Maret, sebelum akhirnya diliburkan sampai batas waktu yang belum ditentukan.
Yoyok juga menegaskan manajemen memberikan hak secara penuh untuk bulan Maret sebelum PSSI mengeluarkan surat kebijakan pemotongan gaji (23/3/2020). Jadi, PSIS Semarang baru akan memotong gaji pemainnya mulai bulan April ini.
"Mungkin mereka tahunya baru dari media. Secara langsung dari manajemen, skemanya seperti apa baru akan kami sampaikan. Saya yakin pemain menyepakatinya kok. Harapannya juga kompetisi kembali berjalan lagi," bebernya.
31/03/2020
Ditemani Istri, Jonathan Cantillana Betah Berdiam di Rumah
- Gelandang PSIS Semarang , Jonathan Cantillana punya cara tersendiri untuk mengusir kebosanan selama berdiam di rumah. Dia memilih menonton film dan membuka media sosial.
Namun, pemain kelahiran Chile yang berpaspor Palestina tersebut tidak terlalu bosan selama berada di rumah. Sebab, dia tinggal bersama istrinya di Semarang.
”Saya tidak bosan, saya dengan keluarga saya, dan itu yang paling penting,” kata Jonathan.
Yang pasti, mantan pemain Kuala Lumpur FA tersebut tetap menjaga kondisi. Dia berlatih secara rutin sesuai dengan instruksi tim pelatih.
”Kami memiliki rencana latihan yang kami lakukan setiap hari,” imbuh gelandang 27 tahun tersebut.
-Kesehatan Lebih Utama
Terkait keputusan PSSI menghentikan kompetisi, bagi Jonathan adalah keputusan yang berat. Tapi, menurutnya, kesehatan tetap harus menjadi prioritas.
”Jelas tidak ada yang s**a tanpa bermain dan hanya berlatih di rumah,” imbuh gelandang timnas Palestina tersebut.
”Tetapi, ini adalah masalah yang lebih besar dimana anda harus bertanggung jawab atas kesehatan semua orang,” tandasnya.