05/05/2025
Selamat atas B2B nya 🎉🎉 semoga tetap jaya selamanya, di tunggu konvoinya para Bobotoh 🤣🤣 hayu gaskeun
. Loyalitas tampa batas ini lah cara kami mendukungmu @officialpersebaya
.
.
#bajolijo #greenforce
05/05/2025
Selamat atas B2B nya 🎉🎉 semoga tetap jaya selamanya, di tunggu konvoinya para Bobotoh 🤣🤣 hayu gaskeun
13/12/2024
🙏 matur Suwon g*e dolord-dolord Viking - Bobotoh VPC matur Suwon g*e dolord-dolord Bonek Bonita, 🤗🤗 sekian lama kita menjalin persaudaraan dan sudah bnyak kenangan yg kalian berikan ,💙💚 bnyak lika-liku yang kita hadapi entah saat kita berduka entah saat kita bahagia.
🤗 dulu kita saling menguatkan satu sama lain....saya selaku admin pamit undur diri dari dunia persuporteran.
karena saat kita saling debat saya merasa saya adalah orang gagal dan terlahir sebagai seorang yang gagal 🤗 gagal mempererat tali persaudaraan gagal dalam bersilaturahmi gagal dalam menjaga persaudaraan ini tapi saya percaya bahwa kalian pasti bisa untuk tetap bersatu bergandengan tangan seperti dulu lagi ✋ saya tidak sedang mencari panggung ataupun sedang mencari simpati ✋
Matur Suwon (Haturnuhun) Salam satu hati satu nyali wani 💚💙
13/12/2024
Komisi Disiplin (Komdis) PSSI sangat tegas dalam menegakkan aturan kompetisi sepak bola di Indonesia. Terbukti, mereka mengeluarkan sejumlah sanksi kepada klub maupun pemain.
Dalam sidang yang digelar Komdis PSSI pada 3-6 Desember 2024, mereka mengeluarkan keputusan. Salah satunya menyasar kepada Green Force setelah mereka mendapati Bonek datang ke Madura saat pertandingan antara Madura United menjamu Persebaya. Akibatnya, manajemen Persebaya harus membayar sekitar Rp 25 juta.
Ternyata dalam sidang itu, Komdis PSSI juga memberikan sanksi kepada PSKC Kota Cimahi sebesar Rp 25 juta. Mereka menerima itu karena terdapat lima pemain mendapatkan kartu kuning dalam satu laga kontra Dejan FC di Liga 2 Indonesia.
Selain itu, Muhammad Agung P dari PSKC Kota Cimahi juga mendapatkan larangan bermain sebanyak dua pertandingan plus denda Rp 5 juta. Dia menerima konsekuensi itu setelah menerima kartu merah akibat tindakan kasar.
PSPS Pekanbaru, Sriwijaya FC, pemain Persibo Bojonegoro, Nurhidayat, juga tak luput dari hukuman Komdis PSSI dengan hukuman beragam. Tapi, paling menghebohkan adalah hukuman yang diterima Persewar. Kontestan Liga 2 ini dihukum Rp 500 juta akibat tak datang di pertandingan kontra Persela Lamongan.
12/12/2024
Next match
🏆 BRI Liga1
📅 Minggu 15 Desember 2024
🕦 Kick off 15.30 WIB
🏟️ Stadion Gelanggang Olahraga Haji Agus Salim
11/12/2024
Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun
Kami keluarga besar BONEK - BONITA merasakan duka cita yang mendalam atas meninggalnya Putra Teguh Wicaksono malam ini. Almarhum meninggal dalam kecelakaan lalu lintas saat perjalanan pulang dari mendukung Persebaya di Stadion Gelora B**g Tomo.
Semoga seluruh amal baik Putra diterima Tuhan Yang Maha Penyayang, diampuni segala dosanya. InsyaAllah Putra diberikan tempat terbaik di sisi Allah SWT...
Al Fatihah 🙏
09/12/2024
Next match
🏆 BRI Liga1
Persebaya vs
📅 Rabu, 11 Desember 2024
🕦 Kick off 15.00 WIB
🏟️ Stadion Gelora B**g Tomo
09/12/2024
——
Gangster di teriakin Bonek
Ngambil hp ngambil motor jadi Bonek
Lha Bonek gak ngapa²in di teriakin gangster
Dan lebih kebacute di suruh TTD damai dengan paksa.
KAWAL
05/12/2024
Pertandingan bergengsi antara Persebaya Surabaya melawan Arema FC akan segera tersaji. Panitia Pelaksana (Panpel) Persebaya telah menyiapkan kuota sebanyak 25 ribu tiket.
Duel bertajuk derby Jawa Timur ini bakal dihelat di Stadion Gelora B**g Tomo (GBT), Sabtu (7/12/2024) sore. Stadion GBT dipastikan tidak akan full dalam laga tersebut. Sebab, pihak keamanan membatasi jumlah penonton.
"Kuota laga Persebaya melawan Arema sebanyak 25 ribu," ujar Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Persebaya Surabaya, Ram Surahman kepada detikJatim, Rabu (4/12/2024).
Jumlah kuota tersebut tergolong sedikit untuk laga big match. Padahal, di pertandingan sebelumnya saat melawan Persija, kuota mencapai 30 ribu penonton.
Pertandingan melawan Arema sendiri begitu penting bagi Persebaya. Kemenangan wajib diraih Persebaya agar bisa terus bertahan di posisi puncak klasemen Liga 1.
Persebaya saat ini berada di posisi teratas dengan raihan 27 poin dari 12 pertandingan. Sementara itu, Arema tengah berada dalam tren positif dengan menempati urutan keenam dengan 21 poin.
Adapun dalam head to head keduanya, Persebaya jauh unggul dari Arema. Dari 11 pertemuan, Persebaya berhasil meraih 7 kemenangan, 1 imbang, dan menderita 3 kekalahan.
Di pertemuan terakhir, Persebaya sukses membungkam Arema dengan skor 1-0 di Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar, Bali. Gol semata wayang Persebaya saat itu dicetak oleh Yan Victor.
05/12/2024
Meski telah berlangsung 29 tahun, mantan pemain Persebaya, Nurkiman ternyata masih mengingat dengan jelas insiden yang membuat kehilangan penglihatannya dan pensiun dini.
Insiden yang dialami Nurkiman itu terjadi pada tanggal 26 Desember 1995. Saat itu, Persebaya Surabaya menjalani laga tandang menghadapi Persema Malang di Stadion Gajayana.
Laga tersebut memang berjalan normal dan disudahi dengan skor akhir sama kuat 1-1. Rombongan bus tim Persebaya selanjutnya hendak meninggalkan Stadion Gajaya sesudah laga.
"Setelah pertandingan Persema vs Persebaya selesai 1-1. Kita pulang dengan menggunakan bus, tapi jalannya melambat karena di pinggir jalan banyak suporter Malang. Terus pas di tikungan, bus dilempari batu dan saya nengok kiri langsung kaca pecah," kenang Nurkiman dalam obrolan di kanal YouTube Omah Bal-Balan.
"Kaca busnya pecah karena gak ada kaca film. Sehingga serpihan kaca langsung kena mata kiri. Saya duduk di sebelah Mursyid Effendi," sambungnya.
Nurkiman kemudian dibawa ke rumah sakit menggunakan ambulans usai kejadian tersebut. Dalam hatinya, saat itu, dia merasa khawatir dengan karirnya sebagai pemain bakal terancam.
Nurkiman kala itu masih berusia sangat muda, 22 tahun. Sebagaimana pemain muda pada umumnya, Nurkiman juga punya ambisi untuk melanjutkan karier yang lebih tinggi.
Sayang, karier Nurkiman harus terhenti akibat kejadian tersebut. Dokter memvonis dia tidak bisa melanjutkan karier sepak bolanya.
"Umur saya waktu itu 22 tahun (saat kejadian). Hati saya kacau. Dari mobil ambulans ke rumah sakit nggak karu-karuan," tutur Nurkiman.
Nurkiman sebenarnya masih bermain setengah kompetisi usai insiden itu. Namun karena keterbatasan pandangan, dia memutuskan untuk berhenti bermain bola.
"Sampai sekarang di dalam mata kiri saya masih ada serpihan kacanya. Kata dokter, kalau diambil bola mata bisa gembos," lanjutnya.
Usai tak lagi bermain bola, Nurkiman memilih menjalani kehidupan dan bekerja di PDAM Surabaya. Dia sudah bekerja di lingkungan PDAM Surabaya sejak sebelum membela Persebaya.
"Setelah agak enakan, saya kembali kerja. Tapi kalau lihat bola, saya malah tersiksa. Jadi saya pingin kerja terus. Kebetulan saya masuk PDAM Surabaya,"
03/12/2024
Paul Munster pelatih Persebaya mengaku sedang meminta manajemen Persebaya untuk mengajukan banding atas kartu kuning yang ia dapat di laga away lawan Madura United.
Pelatih berpaspor Irlandia tersebut marah, karena menurutnya ia tidak melakukan pelanggaran yang bisa mendapat ganjaran kartu kuning. Apalagi kartu kuning tersebut membuatnya terancam tidak bisa mendampingi Persebaya saat lawan Arema di Stadion Gelora B**g Tomo (GBT) Surabaya, pada Sabtu (7/12/2024).
“Saya harus banding dan saya sudah bicara pada manajemen. Harus banding pada situasi ini, karena saya tidak menerima keputusan bodoh ini,” katanya.
Paul mengatakan bahwa Gedion Depaherang wasit yang memimpin laga Persebaya lawan Madura United juga bungkam ketika dirinya tanya soal alasan kenapa memberinya hukuman kartu kuning.
“Mengapa kartu kuning? Wasit tidak menjawab, tapi hanya menunjukkan ekspresi keras,” ucapnya.
Menurutnya, keputusan wasit memberi kartu kuning kepada dirinya menjadi aneh. Ia mengaku kecewa dengan apa yang dilakukan wasit dalam pertandingan pekan ke-12 tersebut.
“Ini adalah keputusan kartu kuning terbodoh yang saya terima dalam karier saya,” ujarnya.
Seperti diketahui, Gedion Depaherang memberi kartu Paul Munster ketika pelatih Persebaya tersebut berusaha keras tanya kenapa Malik Risaldi dianggap melakukan pelanggaran. Namun, wasit tidak menjawab dan justru mengeluarkan kartu kuning.
Kartu kuning tersebut diberikan kepada Paul Munster di penghujung babak kedua, yakni berada pada menit 90+9.
Meskipun hasil akhir lawan Madura United, Persebaya berhasil merebut tiga poin, tetapi ia merasa pertandingan berjalan tidak adil.
Saat ini, Paul Munster telah mengantongi dua kartu kuning. Pertama, didapat Pertama, saat Persebaya melawan PSS Sleman di pekan pertama dan kedua saat menghadapi Madura United di pekan ke-12 laga lanjutan Liga 1 putaran pertama.
Sumber: suara Surabaya.net
30/11/2024
Kabar pembatasan kuota penonton di laga Derbi Jawa Timur antara Persebaya Surabaya dan Arema FC menuai keresahan dari Bonek. Sebagai pendukung setia Persebaya Surabaya, mereka merasa keputusan tersebut tidak adil, mengingat laga ini berlangsung di kandang mereka sendiri, Stadion Gelora B**g Tomo, pada 7 Desember 2024.
mereka mempertanyakan alasan di balik pembatasan yang dianggap merugikan mereka sebagai tuan rumah.
“Dukung Persebaya di luar kandang terhalang regulasi, Bonek mendukung di kandang sendiri, kuota penonton di stadion malah dikurangi,” tulis akun tersebut.
Pernyataan ini mencerminkan kekecewaan Bonek yang selama ini merasa telah berubah menjadi lebih baik, namun tetap dibatasi oleh regulasi.
Bonek juga menyoroti keberadaan tribun khusus keluarga dan ramah anak, yang selama ini dianggap sebagai bukti mereka sudah dewasa. Selain itu, mereka menekankan pertandingan Persebaya Surabaya di kandang tercatat sebagai zero accident sepanjang musim.
Komentar-komentar netizen memperkuat suara hati ini. Salah satu Bonek mempertanyakan siapa yang bertanggung jawab atas pembatasan tersebut, apakah PT LIB atau pihak kepolisian?
“Tolong dijawab biar kita semua tahu, ini siapa sumber masalahnya?” tulis salah satu pengguna.
Ungkapan ini menggambarkan kebingungan para suporter terhadap kebijakan yang dianggap tidak jelas.
Bonek lainnya juga menyoroti ironi pembatasan penonton di tengah upaya mereka mendukung finansial klub. “Kalau stadion penuh, Bonek bisa bantu finansial Persebaya buat beli pemain grade A+. Kenapa regulasi malah membatasi?” tulisnya.
Hal ini mencerminkan kekecewaan atas pembatasan yang dianggap merugikan klub dan suporter.
Pembatasan penonton ini dianggap kontras dengan atmosfer Derbi Jatim yang selalu panas dan penuh antusiasme. Banyak yang merasa laga ini seharusnya menjadi momen untuk menunjukkan kedewasaan dan kekompakan suporter.
Pertanyaan besar tetap menggantung di benak para pendukung Persebaya Surabaya, yaitu alasan di balik keputusan pembatasan ini. Mereka menilai upaya untuk membuat suasana aman sudah dilakukan, namun hasilnya belum sesuai dengan harapan.