26/11/2013
IKPAN Cetak 600 Kader Anti Narkoba di 10 Kampus se-Jatim
RADJAWARTA > Hanya dalam waktu 1 bulan, Badan Narkotika Nasional (BNN)prop Jatim berhasil mencetak 600 kader anti narkoba di kalangan kampus. Ke 600 kader itu tersebar di 10 perguruan tinggi di Jawa Timur. Antara lain: Unipa PGRI Adhi Buana, Univ dr Soetomo (Unitomo), Unair, IAIN Sunan Ampel yg seluruhnya berkedudukan di Surabaya. Untuk Malang di Unibraw, Univ Muhammadiyah dan Uin Maliki. Sedangkan di Jember Stain dan Unej dan yg terakhir di Universitas Trunojoyo Madura.
60 MAHASISWA
Masing-masing PT diambil 60 dari semester pertama hingga maksimal semester 5. Tentu saja, para delegasi mahasiswa adalah yang memiliki kriteria penilaian unggulan dari masing-masing fakultasnya. Hal ini terbukti saat memasuki materi Fokus Grup Discution (FGD) hampir semua peserta aktif melontarkan pertanyaan kritis dari materi yang diterima. Dra Siti Nasyi”ah SH, Ketua Ikatan Kader Penyuluh Anti Narkoba (IKPAN) Jatim mengaku bangga dengan kwalitas kader yang dihasilkan tahun ini. “Luar biasa, mrk sangat kritis dan cerdas dalam menyikapi permasalahan yang timbul. Saya bangga punya kader seperti ini,” kata perempuan yang akrab disapa Ita seraya membuka tangan tanda bangga.
IMUNISASI DIRI
Selama 3 hari, para kader diberi berbagai materi tentang narkoba. Diantaranya: bahaya narkoba dan implementasi hukumnya, UU 35/2009 tentang Narkoba, Inpres 12/2012 tentang kebijakan strategi nasional (Jaktranas) pemberantasan dan pencegahan, penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkoba (P4GN), public speaking. Selain itu, kader juga diberi informasi adanya IPWL (institusi penerima wajib lapor).
Jadi, lanjut Ita, kader penyuluh yang tergabung dalam IKPAN itu tugas utamanya adalah pencegahan di lingkungan masing2. ” IKPAN dibentuk BNN sebagai mitra atau kepanjangan tangan di lapangan dalam bidang pencegahan narkoba,” tegas Ita yg juga dedengkot Bonita–Bonek wanita–tersebut.
REHABILITASI
Terkait dengan IPWL, tiap kader diberikan bekal u melakukan pendekatan-pendekatan persuasif terhadap adanya fasilitas rehabilitasi terhadap pengguna atau pemakai narkoba yang ingin senbuh. Sebab, BNN menyaipkan fasilitas ini secara cuma-cuma.
IKPAN itu sendiri tidak sekedar dibentuk untuk gagah2an. Melainkan, bergerak secara dinamis di masyarakatnya, secara berkesinambungan demi tercapainya Indonesia bebas Narkoba di 2015.
Salah satu contoh, Desember mendatang, ada 2 program berbeda tetapi digelar dalam satu kota. Tepatnya, Training Or Trainer (TOT) bagi kader serta sosialisasi dan FGD pd acara Jambore Pramuka. Dua acara ini akan dihelat di kabupaten Malang. (mail)
Sumber : http://www.radjawarta.com/ikpan-cetak-600-kader-anti-narkoba-di-10-kampus-se-jatim
26/11/2013
Terima kasih Bhirawa yg mensuport pembentukan kader penyuluh anti narkoba BNN P Jatim, di kalangan kampus di 10 perguruan tinggi di Jatim.
26/11/2013
IKPAN Cetak 600 Kader Anti Narkoba Jatim
Surabaya (Antara Jatim) - Ikatan Kader Penyuluh Antinarkoba Jawa Timur mencetak 600 kader antinarkoba di 10 perguruan tinggi se-Jatim dalam waktu satu bulan.
Ketua Ikatan Kader Penyuluh Antinarkoba (IKPAN) Jatim Siti Nasyi'ah, Senin, mengatakan pihaknya bangga dengan kualitas kader antinarkoba yang dihasilkan IKPAN pada 2013.
"Luar biasa, mereka kritis dan cerdas dalam menyikapi permasalahan yang timbul. Saya bangga punya kader seperti ini," katanya.
Sebanyak 600 kader itu tersebar di 10 perguruan tinggi di Jawa Timur meliputi Unipa PGRI Adhi Buana, Universitas dr. Soetomo (Unitomo), Universitas Airlangga (Unair), UIN Sunan Ampel, Universitas Brawijaya (UB), Universitas Muhammadiyah Malang dan UIN Malang, STAIN Jember, UNEJ dan Universitas Trunojoyo Madura.
"Masing-masing perguruan tinggi diambil 60 mahasiswa dari semester pertama hingga maksimal semester 5. Tentu saja, para delegasi mahasiswa adalah yang memiliki kriteria penilaian unggulan dari masing-masing fakultasnya," katanya.
Hal ini terbukti saat memasuki materi fokus grup discution (FGD) hampir semua peserta aktif melontarkan pertanyaan kritis dari materi yang diterima.
Selama tiga hari, kata dia, para kader diberi berbagai materi tentang narkoba, di antaranya bahaya narkoba dan implementasi hukumnya, UU 35/2009 tentang Narkoba, Inpres 12/2012 tentang kebijakan strategi Nasional (Jaktranas) pemberantasan dan pencegahan, penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkoba (P4GN), dan public speaking.
"Selain itu, kader juga diberi informasi adanya IPWL (institusi penerima wajib lapor)," katanya.
Ia mengatakan kader penyuluh yang tergabung dalam IKPAN itu tugas utamanya adalah pencegahan di lingkungan masing-masing. "IKPAN dibentuk BNN sebagai mitra atau kepanjangan tangan di lapangan dalam bidang pencegahan narkoba," katanya.
Terkait dengan IPWL, tiap kader diberikan bekal untuk melakukan pendekatan-pendekatan persuasif terhadap adanya fasilitas rehabilitasi terhadap pengguna atau pemakai narkoba yang ingin sembuh sebab BNN menyiapkan fasilitas ini secara cuma-cuma.(*)
Sumber : http://antarajatim.com/lihat/berita/122065/ikpan-cetak-600-kader-anti-narkoba-jatim
25/11/2013
IKPAN Cetak Kader Anti Narkoba Di 10 Kampus Se Jawa Timur
Oleh Bayu Murti
Minggu, 24 Nopember 2013 22:56
BANGKALAN (WIN) – Hanya dalam waktu 1 bulan, Badan Narkotika Nasional (BNN) propinsi Jatim berhasil mencetak 600 kader anti narkoba di kalangan kampus.
Ke 600 kader itu tersebar di 10 perguruan tinggi di Jawa Timur. Antara lain: Unipa PGRI Adhi Buana, Univ dr Soetomo (Unitomo), Unair, IAIN Sunan Ampel yg seluruhnya berkedudukan di Surabaya. Untuk Malang di Unibraw, Univ Muhammadiyah dan Uin Maliki. Sedangkan di Jember Stain dan Unej dan yg terakhir di Universitas Trunojoyo Madura
60 MAHASISWA
Masing-masing PT diambil 60 dari semester pertama hingga maksimal semester 5. Tentu saja, para delegasi mahasiswa adalah yang memiliki kriteria penilaian unggulan dari masing-masing fakultasnya. Hal ini terbukti saat memasuki materi Fokus Grup Discution (FGD) hampir semua peserta aktif melontarkan pertanyaan kritis dari materi yang diterima.
Dra Siti Nasyi"ah SH, Ketua Ikatan Kader Penyuluh Anti Narkoba (IKPAN) Jatim mengaku bangga dengan kwalitas kader yang dihasilkan tahun ini.
"Luar biasa, mrk sangat kritis dan cerdas dalam menyikapi permasalahan yang timbul. Saya bangga punya kader seperti ini," kata perempuan yang akrab disapa Ita seraya membuka tangan tanda bangga.
IMUNISASI DIRI
Selama 3 hari, para kader diberi berbagai materi tentang narkoba. Diantaranya: bahaya narkoba dan implementasi hukumnya, UU 35/2009 tentang Narkoba, Inpres 12/2012 tentang kebijakan strategi nasional (Jaktranas) pemberantasan dan pencegahan, penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkoba (P4GN), public speaking. Selain itu, kader juga diberi informasi adanya IPWL (institusi penerima wajib lapor).
Jadi, lanjut Ita, kader penyuluh yang tergabung dalam IKPAN itu tugas utamanya adalah pencegahan di lingkungan masing2. " IKPAN dibentuk BNN sebagai mitra atau kepanjangan tangan di lapangan dalam bidang pencegahan narkoba," tegas Ita yg juga dedengkot Bonita--Bonek wanita--tersebut.
REHABILITASI
Terkait dengan IPWL, tiap kader diberikan bekal u melakukan pendekatan-pendekatan persuasif terhadap adanya fasilitas rehabilitasi terhadap pengguna atau pemakai narkoba yang ingin senbuh. Sebab, BNN menyaipkan fasilitas ini secara cuma-cuma.
IKPAN itu sendiri tidak sekedar dibentuk untuk gagah2an. Melainkan, bergerak secara dinamis di masyarakatnya, secara berkesinambungan demi tercapainya Indonesia bebas Narkoba di 2015.
Salah satu contoh, Desember mendatang, ada 2 program berbeda tetapi digelar dalam satu kota. Tepatnya, Training Or Trainer (TOT) bagi kader serta sosialisasi dan FGD pd acara Jambore Pramuka. Dua acara ini akan dihelat di kabupaten Malang. (ATK)
Sumber : http://world-in-news.com/article/7298/IKPAN-Cetak-Kader-Anti-Narkoba-Di-10-Kampus-Se-Jawa-Timur.aspx
24/11/2013
Taukah Anda ????
Seorang Pelapor terhadap adanya Penyalahgunaan Narkoba, tidak akan dilibatkan di dalam Persidangan....
24/11/2013
Focus Discussion Group dan pembentukan Kader Penyuluh Anti Narkoba di Lingkungan Kampus Universitas Trunojoyo - Bangkalan - Madura yang diselenggarakan pada tanggal 22 - 24 November 2013, dengan melibatkan 60 peserta Mahasiswa terpilih, dimana merupakan perwakilan dari seluruh Fakultas yang ada di Universitas Trunojoyo - Bangkalan - Madura.
Antusias Mahasiswa serta kesungguhan peserta FGD, menjadikan acara berlangsung sangat meriah dan menghasilkan Kader-Kader Anti Narkoba serta didukung p**a oleh Pembantu Rektor III, sehingga dalam waktu dekat akan segera dibentuk UKM Anti Narkoba di Lingkungan Universitas Trunojoyo.
Diharapkan Universitas Tronojoyo dapat menjadi pioner dalam pencegahan penyalahgunaan Narkoba di sekitar Lingkungan Universitas khususnya, dan Madura pada Umumnya, dalam rangka mendukung Inpres No 12 Tahun 2011 tentang Jaktranas P4GN.
21/11/2013
FGD & Pembentukan Kader Anti Narkoba di lingkungan Kampus UNITOMO - SURABAYA, yang diselenggarakan pada tanggal 18 - 20 November 2013. Dimana untuk selanjutnya di dalam lingkungan Kampus Unitomo - Surabaya dibentuk IKPAN Komisariat UNITOMO, untuk mengkampanyekan gerakan Anti Narkoba.
21/11/2013
FGD & Pembentukan Kader Anti Narkoba di lingkungan Kampus UNITOMO - SURABAYA, yang diselenggarakan pada tanggal 18 - 20 November 2013. Dimana untuk selanjutnya di dalam lingkungan Kampus Unitomo - Surabaya dibentuk IKPAN Komisariat UNITOMO, untuk mengkampanyekan gerakan Anti Narkoba.
10/11/2013
Jangan tinggalkan Korban Narkoba...
Segera ajak ke BNNP-JATIM untuk mengikuti Program IPWL (Institusi Penerima Wajib Lapor)....
Narkoba tidak hanya merusak diri sendiri, namun juga keluarga dan lingkungan sekitarnya....
10/11/2013
FGD & Pembentukan Kader Penyuluh Anti Narkoba di Lingkungan Kampus UNIPA - Surabaya. Tanggal 28 - 30 Oktober 2013.
01/10/2013
Bertempat di Gayatri room, Hotel Narita - Surabaya, pada tanggal 30 September 2013, kemarin. Telah diselenggarakan upacara Serah Terima Jabatan Kepala BNNK Surabaya, dari AKBP. Wuwuh Priwibowo, yang selanjutnya akan menjadi Kepala BNNK Lumajang, digantikan oleh AKBP Debora Djihartin, yang sebelumnya adalah Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat BNNP - Jatim.
Pergantian dan perputaran jabatan tersebut adalah dalam rangka memperkuat dan merapatkan barisan Badan Narkotika Nasional menyongsong Indonesia Bebas Narkoba 2015.
Selamat & Sukses bagi pejabat yang dilantik dan yang akan menempati posisi baru. (im)