Etty Sunanti Power

Etty Sunanti Power

Share

Knowledge and Spiritual

07/06/2019

KASUS RUMIT MENJADI SEDERHANA DAN BERES KARENA ESP

Suatu ketika datanglah sepasang suami isteri kepada saya. Keluarga muslim terpandang, intelek, dan sangat religius. Beliau mempunyai persoalan pelik rumit, sudah konsultasi ke psikolog, psikiater, bahka semua ustadz yang terkenal di radio A s.d Z beliau datangi. Tetapi tidak kunjung selesai, dan semakin rumit.

Bi idznillah datanglah kepada saya, tanpa sengaja bercerita itupun karena pertanyaan pertanyaan kritis saya. Tentang segala apa yang di sampaikan.

Tanpa beliau duga, semua pertanyaan saya, bisa menguak setiap rahasia dalam keluarga tersebut. Dan mampu menjadikan kasus rumitnya terurai perlahan pasti.

Singkat cerita, beliau berdua mengikuti nasihat dan treatment saya. Dalam waktu 1 tahun, perubahan begitu drastis dalam keluarga tersebut. Beliau berdua sampai begitu salut dan berterimakasih atas setiap solusi yang saya berikan.

Penyakit penyimpangan perilaku yang dialami anak gadisnya itu atas izin Allah bisa berubah membahagiakan karena ESP.

Sangat sederhana, seringkali seseorang ber-islam itu secara parsial. Padahal setiap variabel itu berkaitan.

Kesehatan nanusia itu ada kaitannya dengan psikologi, sosial, budaya, politik, pendidikan, ekonomi, semuanya sangat berkaitan. Dan setiap simpul itu harus kembali kepada Islam.

Sementara saat ini yang ada setiap bidang hanya terkotak kotak, parsial, bahkan tidak dikaitakan dengan Al Quran dan Assunnah. Mana mungkin terselesaikan persoalannya itu ?

Silahkan konsultasi persoalan anda di no 08113050452

25/02/2019

HIDUP SEHAT DENGAN AKTUALISASI DIRI
By : Etty Sunanti

Dalam ilmu Psikologi ada topik pembahasan yang namanya AKTUALISASI DIRI. Dimana setiap orang itu memiliki kemampuan dan hak untuk ber-ekspresi. Jika area ini, mereka tidak mampu mengaktualisasikan dirinya, maka mereka akan tumbuh menjadi orang-orang yang penuh persoalan. Bahkan bisa mengarah kepada gangguan kejiwaan.

Coba bayangkan saja, beberapa hari yang lalu saya harus mengklarifikasi dan mengusut dengan tuntas. Seorang gadis yang sudah di khithbah dan hampir menikah. Tiba tiba membuat aksi memusuhi orang tua, dengan akhlaq yang tidak baik. Dan menjadi anti pati terhadap calon suaminya. Orang tua nya marah besar. Saya mencoba meredam semuanya. Dan saya harus berbicara secara langsung kepada si gadis, apa sebenarnya yang terjadi. Ternyata keputusan menerima pinangan si lelaki, karena takut kepada orang tuanya, yang selama ini keras kepadanya.
Singkat kesimpulan, akhirnya semuanya sudah saya hentikan dengan baik dan bijaksana.

Memutuskan perkara besar hanya karena takut, tertekan, ataupun segenap amarah. Dan tahukah, hukum bisa berubah HARAM ketika niat itu sudah salah.

Contoh lagi, ada orang takut bergaya karena sungkan dengan temannya yang 01, upssst... untungnya masih sungkan, dan tidak ikutan bergaya 01, hahaha...

Saya mendapati , anak anak terkena justru terdapat pada anak anak jenius, akdemik nya cumlaude, kuliah di perguruan tinggi ternama, bahkan mereka anak dari orang orang yang berkedudukan, terpandang, bahkan religius.
Mengapa bisa terjadi seperti itu ?
Karena , ekspresi yang mereka miliki tidak tulus. Karena seringkali melakukan apapun karena target orang lain, bukan dari hatinya.
Ingin berprestasi karena mendapat pujian orang lain. Ingin masuk perguruan tinggi tidak sesuai keinginan, yang penting bisa masuk fakultas bergengsi, yang penting bisa di terima, yang penting membanggakan orang tua. Tidak ada porsi sesuai hati nuraninya yang bahagia melakukan hal tersebut.
Sehingga Aktualisasi dirinya terhambat, dan timbul salah sasaran.

Suatu ketika, saya mendampingi pasien bipolar, untuk mendekatinya, saya harus ikut melukis dan menyanyi rock ala dia. Meskipun ini hanya strategi saya. Tetapi dari apa yang saya lakukan sempat mampu menguak isi hatinya,
"Ummi.. lihat nih ustadzah Etty tidak jaim, ustadzah saja bisa melukis, bisa menyanyi, nggak kayak ummi, gayanya ummi sok alim, masa' nyanyi haram, melukis haram, sekarang aku sudah sakit jiwa, baru di biarkan..."

Hihihi..

Nah makjleb, umminya langsung diam, dan hanya bisa senyum senyum.. ketika semuanya sudah hancur, baru tersisa keikhlashan yang sia-sia.. meski tidak ada kata percuma..

Suatu ketika, saya juga bisa menguak pasangan suami isteri yang selama ini nampak rukun dan damai. Islami, terpandang, pendidikan sangat tinggi, sangat religius.
Ketika terjadi kasus putrinya yang tomboy yang selalu bermusuhan dengan bapaknya. Bahkan bisa saling adu jotos. Sudah konsultasi ke seluruh ustadz-ustadz di radio islam A s.d Z, ke psikolog dan psikiater. Bi idznillah, dalam hitungan 1 jam, saya bisa menguak banyak hal yang di sembunyikan anggota keluarga itu. Di antaranya si isteri tidak di sangka, tak dinyana kalau di rumah full murottal quran, tetapi kalai di tempat kerjanya justru mengkoleksi lagu lagu jadul hingga modern, semua koleksi punya. Bertahun tahun, suaminya itu tidak pernah tahu kalau isterinya mempunyai hobby mengkoleksi dan mendengarkan berbagai lagu.
Ketika terkuak itu, pasangan suami isteri yang sudah separo abad itu saling bertatap muka speechless. Alhamdulillah step by step kasus kelarga tersebut terselesaikan atas setiap nasihat saya.

Masih teringat juga, saat masih kuliah dulu, sang mantan suami *mengharamkan musik* maklum kami kuliah di fakultas yang sama. Cuman beda jauh usianya, selisih 4 tahun. Kalau mau nyanyi nasyid acapela saja. Waktu itu saya menyampaikan protes, "Jangan terburu mengharamkan, apabila kalian tidak mampu menghindari musik. Karena ada fatwa ulama' yang membolehkan dengan syarat begini begitu.. kalau sudah konsekuen dengan pendapat itu ya alhamdulillah saya dukung.. "

Eeeh.. nasyid Islami yang awalnya Nada Murni, Hijjaz dll tanpa musik, beberapa tahun kemudian berubah bermusik semua. Seperti Raihan dan lain lain..

Qodarullah, saya menikah dengan sang mantan abinya anak-anak. Saya kaget setelah menikah ternyata punya koleksi lagunya Ida Laela ndangdut, hahahaha.. ( maaf bercanda ndeso dot com )
Saya tidak melarang, juga tidak mencoba menjatuhkan pendapatnya yang jaim, musik itu haram. Tetapi saya mencoba mengisi kesempatan hidup dengan hal hal positif yang tidak ada cela dengan bermusik.

Begini lagi, saya pernah di kritik beberapa akhwat karena memasang foto di sosial media. Katanya begini dan begitu !!
Saya jawab dengan tegas, yang harus lah di pasang foto saya, lha ini kan akun akun saya. Lebih parah lagi, kalau namanya Etty Sunanti profile nya gambar artis bercadar !!
Atau profilenya Etty Sunanti tapi gambar kucing, lha apa saya ini kucing ?? Hahaha..

Terkadang, orang itu parsial memahami ilmu. Bahkan seringkali sempit sehingga menjebak dirinya dalam kedunguan.

Bergama itu mempunyai qaidah, juga prioritas hukum !!

Namanya muslimah itu menjaga kehormatan diri baik di luar ataupun di dalam.

Saya tidak hendak membela diri, kan ya lucu, ada orang selalu memakai cadar, merasa alim, tapi akhlaqnya melebihi orang yang ngumbar aurat. Hal ini fakta, beberapa kali saya mendaptkan curhatan si A hingga si Z. Jadi tahu apa apa yang terjadi sebenarnya.

Lalu bagaimana yang benar !!

1. Keimanan itu apa yang di hati, di fikirkan, di ucapkan dan di amal perbuatan harus sama. Tidak boleh ngomong A, hatinya B, pikirannya C, perbuatannya D, ini namanya munafik. Jadi ketika kita memutuskan perkara A maka pertaanggung jawabkan apa yang dalam A tersebut, mulai hati, fikiran, ucapan hingga perbuatan. Jangan bermain main tentang hal tersebut.

2. Kalaupun berbuat khilaf, harus banyak istighfar dan berjuang membenahi diri. Tidak ada yang sempurna dan terbebas dari dosa. Tetapi minimal , bersahaja dan rendah hati , jauh lebih aman , daripada merasa super tapi dibalik itu semua melanggar sendiri.

3. Kalaupun belum sanggup terhadap sebuah hukum Allah ataupun sunnaturrasul, paling tidak kita meng-imani-nya. Dan berusaha memperjuangkannya step by step sesuai kemampuan. Dan mendukung segala kebaikan orang lain. Misal, ponakan anak kakak yang dulu saya asuh masa emas nya mbak Nabila, sekarang pakai cadar, ya alhamdulillah. Anak saya mbak Fada juga pakai cadar, ya alhamdulillah. Bersyukur pada Allah atas nikmat anak anak yang shalihah.
Terus ada yang protes terus kenapa ummi nya malah nggak pakai cadar ?? Bisa baca artikel saya CADAR dalam ISLAM beberapa waktu lalu ya.. waktu saya mengisi materi ini di Universitas Muhammadiyah juga. Wkwkwk kok melebar jadi ke cadar yaa...

Intinya, sesorang itu harus melakukan apapun dengan ikhlash. Ciri ikhlash itu bahagia, tanpa ada tekanan !!!

Jika anda dan saya, masih *Kemrungsung* dalam melakukan sebuah urusan, berarti belum ikhlash.

Nah beraktualisasi itu bisa menjadikan seseorang sehat. Karena mereka melakukan apapun tanpa ada paksaan dan tekanan.

Di dalam tubuh ada segumpal darah, jika segumpal darah itu sehat, maka sehatkan seluruh badan itu. Jika segumpal darah itu sakit, maka sakitlah seluruh tubuhnya. Dialah hati.

Note : fotografer anak kecilku adik Fahma Al A'la.




05/12/2018





Photos 03/10/2018






















Photos 03/10/2018





















Photos from Etty Sunanti Power's post 28/09/2018

Para ibu shalihah, Wali Murid MIM 25 Surabaya, yang antusias belajar parenting bersama
•
Mendidik anak-anak, tidak bisa setengah-setengah. Harus sepenuh hati, sepenuh jiwa, sedikit saja kita terlena, maka anak-anak akan terlena besar, dan menjauh dari tujuan ilallah.
•
Asyiknya materi dari saya , GROW UP WITH PARENT, Membedah anak-anak dari 6 sisi mereka yang seruuu.
1. Bukti Fisik __ break down lagi
2. Bukti Kecerdasan __ break down lagi
3. Bukti Ikatan Hati __ break down lagi
4. Bukti Sosial__ break down lagi
5. Bukti Religiusitas__ break down lagi
6. Bukti Tantangan Hidup ___ break down lagi
Waah waaah.. apa saja ituu ?
•
Yupp..
Yang kemudian kita kombinasikan dengan kebutuhan sekolahnya. Internal dan Eksternal, akan kita bedah dan kalkulasi..
Saya akan mengajarkan kepada ayah ibu, bagaimana menghitung kualitas mendidik orang tua, pada anak-anaknya. Seruuu kaan ?
Kita akan bisa menilai, seberapa besar baiknya kita sebagai orang tua šŸ˜‚šŸ˜ŽšŸ˜˜šŸ˜™šŸ˜—














Photos 27/09/2018

•
ANEH TAPI NYATA
•
Pertama kali, saya datang mengajar mahasiswa calon karyawan yang siap bekerja di area penerbangan. Calon Pramugari & Karyawan di area Penerbangan seluruh Indonesia ini. Ada yang luar biasa, HP mahasiswa di sita dulu oleh lembaga, agar fokus. Next, dg saya malah harus bawa HPšŸ˜Ž
•
Kemudian, saya masuk ruangan, di sorak sorai , saya di bully.. ehm.. kira kira ini ustadzah mereka fikir mau ngajari sholawatan kali yaa... hahaha..
•
Saat pertemuan pertama, saya mengajar. Saya buka lap top, PPT siap tersaji, mic saya pegang, materi saya berikan dengan sepenuh hati. Tiba-tiba suasana hening dan tertegun melihat dan mendengarkan saya..
•
Pendidikan 1 tahun, dengan biaya sekitar 30 juta , agar siap di terjunkan di area emergency & public, macam Bandara. Sementara mentalitas masih begini?😩
•
Di lembaga keren ini, di ajarkan Bahasa Inggris , Bahasa China, dan segenap Materi tentang dunia kerja mereka.
Sayangnya itu semua tidak cukup. Perlu pendidikan Agama yang baik.
•
Generasi kita di masyarakat, sudah terlanjur berorientasi matrealistik. Pendidikan Agama, Aqidah, Ibadah/Fiqih, Akhlaq, sepertinya agak jauh. Padahal mereka pandai membaca Al Quran semua.
•
Dan fenomena ini ternyata, dimana mana terjadi. Kualitas diri generasi bangsa yang perlu di perbaiki. Dakwah tanpa pernah berhenti.
•
Alhamdulillah, beberapa kali pelajaran saya berikan. Mereka telah berubah santun, aktif, kreatif, smart, dan berjuang menjadi shalih shalihah, aamiin.
•
Pendidikan, memerlukan Tehnik Mendidik serta Muatan Pendidikan yang tanpa batas, menyentuh hati dan otak manusia.
•
Alhamdulillah, ESP diberikan amanah untuk mengajarkan Al Islam dan Kepribadian seorang Muslim yang baik.
•
Mentalitas yang berkualitas Unggul, hanya bisa diberikan jika hati dan otak manusia tersentuh !!
Maaf, anak Autis saja bisa kembali normal. Apalagi generasi yang sehat, cantik gagah dan normal, bahkan cerdas seperti mereka. Subhaanallah..
•
Alhamdulillah, betapa dahsyatnya mereka ketika kita mampu mendidik dengan baik.














Photos 05/04/2018

•
MENYEKA AIR MATA
•
Aktifitas saya adalah aktifitas air mata, sebagai owner *BJIE Biro Jodoh Islami Etty Sunanti* dan *Praktisi Thibunnabawi*
•
Mengurusi, memikirkan, dan mencoba membantu menyelesaikan persoalan tiap insan. Yang mengharapkan bantuan jalan keluar..
•
Bisakah, jika Allah hanya menguji saya dengan suatu perkara yang ringan-ringan saja ???
•
Jawabannya, *TIDAK MUNGKIN*.
•
Allah harus Melatih saya, Harus Mendidik saya, dengan segala macam kesulitan dan penderitaan terlebih dahulu..
Saya harus terlatih..
•
Agar saya bisa mengerti apa yang mereka rasakan dan keluhkan..
•
Sebuah ruang jiwa..
Yang memperebutkan sebuah bilik antara Malaikat dan Iblis, itulah manusia.
•
Jika tidak mengenal bilik bilik itu, apakah mungkin saya bisa membantu tiap manusia di antara ruang Iblis dan Malaikat itu... ??
Bisakah ???
•
Sebelum saya menyeka air mata insan lain, saya harus menyeka air mata saya sendiri...
•
Etty Sunanti
08113050452
The Owner Of ESP moving in all fields Islamic Science
•






Photos 12/01/2018

RESUME KAJIAN TENTANG CADAR/NIQOB DALAM ISLAM
Oleh : Etty Sunanti
-The Owner of ESP moving in all fields Islamic Science
- Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Surabaya.

Alhamdulillah, sore tadi selesai sudah saya mengisi Kajian Muslimah. Yang di selenggarakan oleh adik-adik akhwat IMMAWATI. Acara di mulai, ba'da sholat Ashar Berjama'ah di Masjid KH. Mas Mansyur Universitas Muhammadiyah Surabaya, hingga selesai saat adzan Maghrib berkumandang.

Kajian berjalan lancar dan sukses, setiap peserta juga sangat antusias bertanya.

Sebelum saya memberikan ringkasan materi yang saya berikan. Saya akan sedikit cerita, kejadian yang qodarullah diberikan Allah sebagai bahan kajian.

Begini ceritanya..

Saat saya selesai sholat Ashar berjama'ah, ada 1 orang akhwat bercadar menyusul sholat sendirian. Saya melihat sholatnya, mulai awal hingga selesai. Luar biasa, sholat si akhwat tersebut memakai cadar/niqob, mulai awal hingga salam.. hingga dia duduk santai di dekat pintu masjid.

Rasa penasaran, membuat saya menghampiri si akhwat tersebut. Saya dekati, saya sapa dan saya ajak berjabat tangan..

"Assalamu'alaikum yaa ukhti.. perkenalkan saya Etty Sunanti. Anti namanya siapa ?"

Si akhwat menjawab, dan memperkenalkan diri juga. Singkat cerita dia adalah mahasiswa UMS, beliau adalah ibu rumah tangga, melihat mata saja, saya sudah bisa mengira, beliau sudah berumur dan pasti sudah punya anak. Dan ternyata begitulah kenyataannya. Dia seorang guru , makanya perlu kuliah lagi untuk menunjang akademisnya. Tidak usah saya sebutkan, nama, tempat tinggal dan no HP, yang pasti sudah saya safe semuanya.

Ada yang menarik dari kisah berkenalan dan dialog saya dengan si akhwat bercadar tersebut.

"Ukhti.. afwan.. mengapa anti tadi sholat mengenakan cadar ?"

Dia menjawab,
"Oh iya.. soalnya di depan saya ada jama'ah laki-laki.."

"Oh.. jadi.. karena ada jama'ah laki-laki, anti pakai cadar, begitu ?"

"Ukhti.. bukankah perintah agama kalau sholat, hajji dan umroh, harus menampakkan wajah ? Mengapa anti pakai cadar ?"

"Oh iya.. memang di suruh melepas, tapi kalau tidak ada laki-laki, kalau ada laki-laki cadar harus di pakai. Dan saya kalau sholat sendirian, saya lepas cadar saya. Berhubung ini ada jama'ah laki-laki, makanya saya pakai cadar.."

"Oh begitu ya.. apakah ada dalilnya, kalau sholat harus pakai cadar kalau pas ada laki-laki ? Tolong kasih tahu saya dalilnya, tolong kirim ke WA saya, dalilnya yaa.. ?"

"Iya nanti saya carikan, saya pernah baca, menurut saya begitu, jadi kalau ada laki-lali makanya saya pakai cadarnya.."

Rupanya si akhwat tersebut sudah mulai grogi, saya suruh cari dalilnya..
Sesaat saya berikan penjelasan..

"Ukhti.. afwan, dalam masalah ibadah khusus, terutama sholat, hajji, umroh, syari'at Islam telah menjelaskan dan menetapkan, bahwa dalam persolan ibadah tersebut wajah tidak boleh di tutup. Harus di nampakkan. Dan itu ada dalil Al Quran dan Al Hadits nya jelas.. semua ulama' sepakat. Mengapa, anti membuat hukum sendiri ? Kecuali di luar sholat, silahkan kalau anti mau bercadar, tetapi dalam sholat lepas cadarnya, dan itu tidak perduli ada laki-laki atau tidak. Kecuali UMROH ada salah satu Madzhab Fiqih yang membeolehkan. 3 madzhab lainnya sepakat di nampakkan wajah bagi wanita."

Si akhwat itu terdiam, tidak bisa membantah pernyataan saya..

Wahai akhwati fillah, mari kita melakukan apapun harus berdasarkan ILMU. Bukan berdasarkan kenyamanan, atau menurut saya begini, menurut kelompok saya begitu, kata ustadz saya begini, atau saya pernah membaca sebuah artikel ( dan itupun lupa dalil ayat dan hadits, juga tidak tahu sembernya ), aduuuh.. please..

Mari kita belajar sedikit ( resume ) dari kajian saya tadi..

Kalau kita berbiacara tentang Cadar/Niqob, maka itu berarti tidak terlepas dari masalah aurat wanita. Dan sumber aurat wanita, dan sumber pembahasan asal muasal Niqob/Cadar ada dalam Al Qur'an surat Annur ayat 31.

Yang mendasari dari persoalan hukum memakai cadar ada pada kata ( di dalam QS 24 : 31 )sebagai berikut,
Walaa yubdiina = dan janganlah menampakkan
Ziinatahunna = perhiasan mereka
Illaa = kecuali
Maadhoharo = apa yang tampak
Minhaa = darinya

Nah, kata Ziinatahunna, para ulama' mufassirin dalam Kitab Tafsir Ibnu Katsiir, dan Kitab Tafsir semuanya, sepakat bahwa semua seluruh tubuh wanita muslimah adalah perhiasan. Dalam ayat itu juga di sebut, 'alaa 'aurootinnisaa' = atas aurat aurat wanita. Jadi yang di maksud perhiasan adalah aurat wanita itu adalah semua tubuh wanita.

Kecuali.....
Illaa
Maadhoharo, apa yang tampak.

Nah kata apa yang tampak, atau yang boleh tampak, diperjelas dalam hadits hadits shohih yang di riwiyatkan oleh, 3 perowi hadits yang sangat akurat terpercaya dan sangat dekat dengan Rasulullah.
1. 'Aisyah RA isteri Rasulullah
2. Ibnu Abbas RA
3. Ibnu Umar RA

3 orang terdekat Rasulullah sama sama menjelaskan, bahwa yang dimaksud boleh nampak adalah Wajah dan telapak tangan wanita.

Telapak tangan ini juga ada riwayat hadits, ada yang sampai pergelangan tangan, ada yang telapak tangan bawah, yang telapak tangan atas gelap harus di tutup juga. Ini ada kisah sendiri, tentang Asma' binti Abu Bakar dan Aisyah.

Sedangkan khasanah Cadar/Niqob, bukanlah sebuah kewajiban, atau sunnah Nabi. Karena Rasulullah tidak pernah memerintahkan.

Di sini di zaman Shahabat dan Shahabiyah memang ada 2 khasanah, ada yang karena persoalan tertentu pernah dikisahkan hingga akhirnya harus menutup wajah, menghindari fitnah. Ada yang khasanah boleh membuka wajah, karena banyak kisah yang Rasulullah dan para shahabat pun pernah melihat wajah wanita muslimah/shahabiyah.

Cadar menjadi pembicaraan kembali, pada 4 madzhab fiqih baik Imam Hanafi, Maliki, Hambali dan Syafii. Dan hukumnya berbeda beda, ada yang menjadikan sunnah, ada yang mubah, ada yang wajib jika pada kondisi tertentu, dan lain sebagainya..

Apakah bisa dikatakan Cadar adalah budaya Arab ?
Saya katakan *TIDAK* !!
Cadar bukanlah budaya Arab, karena Cadar muncul semenjak zaman Rasulullah dan para shahabat.. kalau sebelum datangnya Islam wanita wanita Arab sangat jahiliyah dan tidak ada cadar. Jangankan cadar, menutup aurat saja tidak.
Kalau di katakan budaya Islam ? Saya katakan iya.. tapi itu bukan perintah Islam atau sebuah syariat. Hanya menjadi bagian budaya khasanah Islam. Budaya itu adalah Human Made. Artinya budaya manusia / masyarakat zaman Nabi. Tetapi Rasulullah tidak pernah memerintahkan menutup wajah muslimah. Kecuali ada beberapa kisah, yang bermakna meminimalisir fitnah. Rasulullah pernah menasihati shahabat agar menahan pandangan tidak melihat wajah wanita yang mempesona. Dan Rasulullah juga menasihati wanita ( tertentu : yg saat itu jadi sumber gosip lelaki tertentu ) menjaga dirinya agar tidak sengaja memamerkan wajah.. agar sama-sama menjaga.. di sisi lain masih banyak kisah yang mana rasulullah dan para shahabat sebaiknya tidak melihat wajah si fulanah fulanah..

Kesimpulannya, kalau ada muslimah mau pakai cadar silahkan. Tapi itu bukan sunnah, apalagi kewajiban.
Karena belum ada 1 dalilpun yang memerintahkan menutup wajah muslimah.
Yang mengambil pendapat madzhab memakai hukum sunnah, juga silahkan..

Dan Muhammadiyah, memutuskan bahwa Al Quran dan Al Hadits tidak ada perintah bercadar. Adalah benar !!

Want your business to be the top-listed Gym/sports Facility in Surabaya?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Telephone

Address


Kupang Krajan Kulon 4 No 12 B
Surabaya