Persebaya selalu menciptakan bintang-bantang baru dikancah sepak bola nasional, baik itu hasil dari didikan klub internal, pemain lokal, maupun pemain asing. Datang tak terkenal namanya menjadi melejit dan diminati banyak klub. Pemain datang dan pergi, Persebaya akan tetap Hati.
Bonek Garis Hijau
Official facebook account of Bonek Garis Hijau
PERSEBAYA Dinadiku Tembus Jantungku
Twitter : @
12/12/2021
Football For Humanity, Penggalangan Dana Buat Korban Terdampak Erupsi Gunung Semeru.
Terimakasih Para Punggawa Persebaya atas tiga poin nya 🐊🐊🐊
20/07/2020
Bonek sobo pasar wani berbagi
17/06/2020
Happy Anniversary 93th Persebaya
Yuk Hari Minggu 27 Oktober 2019 Lokasi CFD Raya Darmo mari ikut serta meramaikan Acara Buat Tas dari kaos bekas, untuk mengedukasi masyarakat mengurangi pemakaian kantong plastik.
27/06/2019
Meskipun kalah dan dipermainkan wasit dalam laga kemarin dan sekaligus tersingkir dari Piala Indonesia, Green Force menemukan kembali kepingan puzzle yang hilang di tim ini:
Determinasi
Yup, kemauan yang kuat untuk memenangkan laga. Itulah yang dibutuhkan suatu tim untuk berjaya. Namun kita juga harus realistis bahwa semangat dan determinasi saja tidak bakal cukup untuk mengatrol posisi klub ini ke papan atas. Butuh tambahan pemain berkualitas untuk mengembalikan kejayaan Persebaya.
Masalahnya, jatah pemain lokal berkualitas sudah habis dikontrak klub-klub lain dan kuota pemain asing sudah hampir penuh, kecuali Dutra sukses mendapatkan paspor Indonesianya.
Solusi: cepatlah menyelesaikan masalah naturalisasi Dutra, lalu kontraklah gelandang yang mampu menjadi metronom tim seperti Carlos de Mello atau Paulo Sergio.
Pelatih fisik dan tim medis juga dituntut mampu menjaga kebugaran tim agar tidak terlalu lama cedera. Pertimbangkan juga berapa lama kita harus menunggu kesembuhan seorang Nelson Alom? Berkaca pada pengalaman pemain yang pernah cedera lama seperti Yeyen Tumena dan Owen Hargreaves dulu, sulit untuk mengembalikan peak performance mereka.
Kita semua berharap manajemen Persebaya sudah punya planning yang matang untuk memperbaiki kinerja tim ini. Kita semua tahu bahwa jika bicara kejayaan tim secara sustainable (berkesinambungan), sebenarnya sudah pernah ada contohnya, taitu Persebaya era Cak Narto. Kala itu selama 5 tahun (1996-2001) Green Force tak pernah tersentuh kekalahan di Tambaksari dan meraih hasil yang membanggakan: 1x gelar juara, 1x runner up, 1x kali semifinalis plus 1x kali juara Wilayah Barat ketika kompetisi dihentikan paksa tahun 1998. Kunci kejayaan Persebaya kala itu adalah: ditulangpunggungi oleh pemain-pemain top asal Jawa Timur, dan lebih spesifik lagi, 80% adalah Arek-Arek Suroboyo sendiri hasil binaan kompetisi internal Karanggayam yang berkualitas.
Kita hanya butuh mereduplikasi era kejayaan itu, tanpa kebanyakan retorika.
Selamat berjuang, Bajul Ijo.
22/06/2019
Bicara mengenai minimnya gol Persebaya musim ini sehingga Green Force sulit meraih kemenangan, sebenarnya hal ini tidak hanya dialami Persebaya musim ini.
Pada season 1997/98, atau setelah tampil gemilang semusim sebelumnya dan meraih gelar Liga Indonesia, Persebaya kehilangan pilar penting, yaitu Carlos De Melo Macedo. Hilangnya pemain ini berimbas pada anjloknya produktivitas tim. Seperti kita ketahui, gol-gol Persebaya, terutama oleh Papi Jacko, berasal dari asupan umpan ranum dari Carlos. Hilang Carlos, hilang p**a ketajaman pemain Persebaya.
Pada musim 1996/97, Persebaya mampu membuat 82 gol dari 25 pertandingan atau rata-rata bikin 3,2 gol per laga. Sedangkan di musim 1997/98 (pada saat kompetisi distop karena kerusuhan nasional), Persebaya hanya membuat 17 gol dari 14 pertandingan atau rata-rata 1,2 gol per laga. Penurunan rata-rata 2 gol ini dampaknya luar biasa. Bonek yang di musim sebelumnya hampir pasti disuguhi hujan gol di Tambaksari menjadi harus menunggu lama untuk menyaksikan Green Force membuat 1 gol saja.
Namun apa yang membuat Persebaya tetap menangan saat itu? Menurut pengamatan saya, walau tanpa Carlos lini tengah Persebaya tetaplah sangat solid dan kuat dalam hal ball possesion. Pemain-pemain lokal seperti Uston Nawawi, Marzuki Badriawan, Putut Wijanarko, Eri Irianto, adalah pemain berkualitas yang mampu membuat Persebaya tangguh meskipun Luciano Lacerda tak mampu menggantikan peran Carlos.
Hanya itu? Tidak. Kualitas para punggawa lini belakang Bajul Ijo saat itu juga cukup mentereng. Bejo, Da Costa (Ferreira Cavalo), Pace, Mursyid, dilapis p**a dua bek sayap modern dalam diri Anang dan Aji serta jaminan keamanan di bawah mistar oleh Hendro Kartiko membuat lawan-lawan Persebaya serasa menendang bola ke tembok kala menghadapi Green Force. Pada musim 1997/98, Persebaya hanya kebobolan 8 gol dari 14 pertandingan atau hanya bobol 0,5 gol per laga.
Persebaya memang tak lagi menang dengan skor besar musim itu. Tapi mereka secara teratur menang tipis 1-0 atau 2-1 sehingga di klasemen akhir Bajul Ijo masih bisa memuncaki klasemen dengan 8 kali kemenangan, 4 kali seri, dan hanya 2 kalah dari 14 laga.
Kembali ke masa kini, dimana Persebaya sampau saat ini hanya bisa membuat rata-rata 1 gol di beberapa laga awal musim 2019 ini, kami para Bonek hanya bisa berharap semoga lini belakang Persebaya mampu tampil solid sehingga walau hanya menang 1-0 atau 2-1 aja di setiap laga, itu sudah bisa mengantarkan Persebaya ke papan atas.
Saya melihat kelemahan Persebaya masih sama saja dengan musim lalu, yaitu mudah dibobol lawan dalam skema thru pass (umpan terobosan) dan serangan balik lewat sisi sayap. Tentunya kita tidak bisa hanya menyalahkan lini belakang Persebaya atas keadaan ini, namun keamanan lini belakang tetaplah menjadi tanggungjawab semua pemain.
Semoga Persebaya lekas keluar dari masa sulit ini. Percayalah, Bonek akan selalu mendampingimu.
Bonek hanya meminta satu hal, jangan biarkan mereka menunggu terlalu lama untuk sebuah kemenangan seperti menunggu salju turun di Gurun Sahara.
Mereka salah satu yang mimin hormati
Beliau" lah 🙏🙏
Wibawa santun ramah konsisten dngan pendirian
Maturr suwun
om grandd
matur suwun
ndan tulus
Wani wani wanii 🙏🙏🙏😀👊
Semakin erat Persaudaraan ini dan bermaan faat bagi sesama.
26/04/2019
SALAM SATU HATI
Semoga tetap solid dan loyal dlurr kediri selatan
JAYATIWANI 👊😃
Ratusan bonek mencoba ngluruk ke malang mendampingi tim kebanggaan Persebaya di final piala presiden 2019 leg kedua
Mereka full atribut bermotor dengan nomer kendaraan plat L dan W
Sampai di alun" sidoarjo mereka di berhentikan aparat dan disuruh putar balik kembali ke surabaya
Andaai kata jika aparat tidak menghentikan kita sudah mendampingi team kita
Click here to claim your Sponsored Listing.
Location
Category
Telephone
Address
Jalan Gersikan IV/8 Kel. Pacarkeling Kec. Tambaksari
Surabaya
60131