14/12/2022
Saya termasuk kubu yang tidak menganggap Argentina layak untuk mendapatkan hadiah tendangan penalty di laga semifinal piala dunia 2022 yang disiarkan Vidio™️ dini hari tadi. Menurut saya, tidak terjadi kesalahan di kotak penalti Kroasia yang dijaga oleh Livakovic. Meskipun demikian, saya setuju Argentina layak maju ke final. Permainan individunya bagus; dan saya yakin manajemen timnya juga keren. Setidaknya ada dua hal yang bisa dijadikan bahan pelajaran yang kemudian bisa diaplikasikan dalam dunia Pendidikan.
Yang pertama, di postingan sbelumnya.
Kedua, hadiah penalty untuk Messi yang menghasilkan skor pertama membuat tim Argentia merasakan enactive mastery experience (Bandura, 1997) yang bisa menaikkan kepercayaan diri mereka. Selama lebih dari 30 menit tim Argentina terjebak dalam rasa tidak percaya diri karena tidak kunjung menghasilkan goal. Begitu sukses dengan satu gol, langsung self-efficacy (keyakinan bisa menang) mereka naik drastis. Ini merupakan energi yang luar biasa yang bisa menjadi modal mereka untuk mengerahkan semua tenaga dan menjadi lebih percaya diri atas skil dan teknik-teknik yang dipakai. Pengalaman berhasil ini perlu juga digunakan sebagai salah satu teknik untuk meningkatkan kepercayaan diri para pembelajar. Tentu saja, pengalaman gagal dan pengalaman berhasil ini perlu didesain supaya produktif untuk proses belajar. Sekali lagi prinsip productive success (Kapur, 2016) dan productive failure (Kapur, 2008) perlu digunakan untuk memperkaya pengalaman belajar peserta didik kita.
Congratulations and Good luck, Argentina!