16/06/2024
Siapa sih yang tidak pernah merasa kesal dengan suami? Kamu bisa mengingat beberapa hal di atas untuk membantu meregulasi kekesalan. Kadang perbedaan sikap muncul dari perbedaan karakteristik dan kecenderungan laki-laki dan perempuan. Hanya saja jika tidak ditempatkan sesuai porsinya, ekspektasi yang tidak terpenuhi bisa memicu kekesalan.
Masalahnya, baik kekesalan yang terus menerus diangkat ke permukaan maupun kekesalan yang terus menerus dipendam sama-sama berpotensi merusak. Yuk bicarakan baik-baik hal-hal prinsip yang mungkin memicu rasa kesal di hatimu sebelum masalah itu benar-benar muncul.
Ingatlah: Bersama-sama membahas 'golden rules' bahtera dalam kondisi berlayar tenang akan lebih mudah daripada membahasnya saat lautan badai bukan?
Sumber: Buku "Four Things Women Need from Men", dengan elaborasi contoh sesuai konteks.
15/06/2024
Tentang pola-pola umum yang terjadi pada laki-laki dan perempuan sudah menjadi bahasan lama dalam tema couple relationship. Saya pribadi mendapatkan manfaat dari konsep pola ini, meskipun sekaligus meyakini bahwa tidak semua pola berlaku sama bagi semua pasangan. Termasuk saya dan suami.
Apapun itu..kabar baiknya adalah: semua perbedaan dapat dijembatani dengan: komunikasi dan upaya memahami. Kalau menurut kalian gimana?
Sumber: Buku "Four Thinks Women Need from Men", dengan elaborasi contoh sesuai konteks.
14/06/2024
Sebagai muslim, hal-hal pokok yang disepakati menjadi value saya dan suami adalah batasan dalam hal kewajiban dan hak pasangan menurut Islam. Ketika ada sesuatu yang tentangnya agama tidak mengatur secara spesifik, hal tersebut adalah hal yang musyawarah-able.
Kalau bagi kalian, apa dasar menentukan hal pokok itu?
“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang makruf dan mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah, sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.” (QS At Taubah: 71)