01/09/2021
Mujijat tidak pernah ada!
Teriakku waktu itu. Ditengah puncak konflik hidup, doa yang tidak terjawab dan waktu jatuh tempo dari pembayaran gaji karyawan sudah semakin mendekat. Aku sudah terlalu Lelah untuk percaya bahwa akan ada mujizat. Terlalu mepet waktunya untuk selalu memohon dan berusaha.
Aku hanya bisa mendaraskan Novena 3x salam maria, Novena Hati Kudus Yesus dan Novena Santo Yudas Tadeus. Setiap berdoa yang terucap hanyalah tangisan kepasrahan hidup, yang sudah tidak ada harapan, tidak ada jawaban tidak ada solusi dan tidak ada celah untuk menghindar.
Dan yang menakutkan adalah ketika tanggal 30 malam pun sudah bingung bagaimana esok akan dihadapi, bagaimana esok harus tetap dijalani, dan tentunya tagihan jatuh jatah gaji karyawan yang harus dibayar.
Semua orang didunia pun mungkin menangis untuk hal yang sama, yaitu memohon doa rejeki, doa keselamatan, doa bagaimana dapat melalui pandemi ini dengan baik, dan kami selaku pengusaha yang sudah berbulan-bulan bahkan tahun tanpa pendapatan masih harus melakukan apapun demi berlangsungnya usaha.
Beberapa karyawan pun sudah mengundurkan diri untuk pamit ditengah ketidak pastinya pekerjaan yang ada, gajian yang tidak pernah punya kepastian kapan akan dapat konsisten dan penuh kembali. Yang tersisa adalah sekelompok orang yang masih mencoba bertahan di perusahaan di karenakan masih merasa ada sekelumit harapan. Dan tentu nya harapan untuk dapat bertahan hidup dan dapat mendapatkan pendapatan untuk memenuhi kebutuhan makan.
Tangis kepasrahan dan ketakutan membayang di diriku ketika melihat jam sudah sampai jam 23 malam pun terasa belum ada solusi atas segala iklan yang telah kulakukan, padahal besok sudah adalah tanggal terakhirnya. Semua cara sudah aku lakukan salah satunya terpaksa harus menjual beberapa aset perusahaan supaya dapat bertahan dan memberikan tanggung jawab kepada karyawan. Cara iklan seperti apa lagi yang dilakukan?
Esok adalah waktu jatuh tempo untuk mulai mendapatkan uang supaya karyawan dapat gajian. Yang bisa kulakukan hanyalan berdoa penutup sekali lagi, mohon berkat dan mujizat disaat bantuan terasa tidak ada.
Dengan rasa berat kepala ketika bangun pagi, mencoba untuk menjalani hari itupun, sudah dalam titik ingin menyerah, berhenti berharap, dan ingin segera mengatakan CUKUP SUDAH!!! Aku berserah Tuhan, Engkaulah raja dan penguasa dunia… aku ini hamba Mu terjadilah pada ku menurut perkataan Mu.
Jam 9 pagi di kantor, HP berbunyi ada orang yang menanyakan iklan yang aku pasang. Apa benar dia cukup serius? Aku sudah terlalu Lelah dengan banyak orang yang tanya, tanpa ada pernah keseriusan untuk membeli. Sudah telalu banyak tawaran tidak masuk akal yang diberikan dan diajukan. Semua angka jauh dari pasaran dan jauh dari nilai yang sebenarnya, dan akhirnya dengan rasa tuduhan bahwa ini adalah sama seperti penawaran-penawaran lainnya, akhirnya aku jawab sekenanya. Dia juga menawar pun aku anggap seperti penipu kapan hari yang ending-nya nya harus meng-klik link yang ujungnya akan mengambil semua data pribadi, dimana akan menguras semua isi tabungan yang ada.
Akan tetapi yang cukup mengagetkan dia mengajak video call, untuk mengecek kondisi dari alat. Ah apa benar bagian dari tipu-tipu? Masih meminta memberikan foto detail dan segala infomasi terkait dari barang itu. Dan puncaknya adalah memberikan penawaran harga yang masuk akal. Tapi ,apakah ini masih bagian dari rekayasanya? Masih tidak percaya dan masih tidak bisa dimengerti. Akan tetapi semua permintaannya saya turuti. Dan sampai temannya datang pun saya masih anggap bagian dari tipu-tipu. Apalagi dia tidak datang sendiri dan hanya mengirimkan temannya untuk datang cek dan langsung suruh kirim paket. Lagu lama yang diputar kembali
Sampai meminta no rekening pun, saya masih ga percaya kalau dia bakalan serius, toh ending-nya hanyalah akan suruh cek atm, dana lom masuk trus saya disuruh pencet ini itu dan dana yang sudah tidak seberapapun akan pindah dan menghilang.
Semua kelengkapan telah di cek, semua telah di persiapkan termasuk kwitansi, dan semua sepertinya masih normal-normal aja. Prosedur tipu-tipu yang berapa kesempatan pun ending-nya uang ga pernah masuk. Masih sangat ragu untuk ngepak barang karena bisa jadi uang tidak masuk tetapi barang sudah dibawa, saya menegaskan untuk menginformasikan bilamana sudah transfer.
Dan hati saya mulai bergetar, dan saya mulai melolot melihat bukti transfer yang diberikan ke saya? Apa benar uang nya sudah masuk? Karena saya pernah dapat bukti transfer seperti ini pun ketika di cek di saldo tidak ada yang masuk, dan akhrinya saya pun cek ke rekening mutasi.
Ya Tuhan ku dan Allah ku…. Apa tidak salah lihat? Tuhan apakah Engkau sedang bekerja di hidupku? Masih tidak percaya dan uang langsung saya transfer ke rekening penampungan untuk gaji karyawan pun benar bisa dan tidak menghilang kembali. Ya Yesus ku… maafkan aku yang sekali lagi meragukan kebesaran kuasaMu… Tuhan, maafkan aku hampa yang rendah ini…..
Sepulang orang suruhan itu mengambil kamera, duduk terpekur dan mendaraskan doa kuasa kebesaran mu benar-benar nyata dalam hidupku. Aku tahu Tuhan bahwa aku pasti aku bantu seperti yang sudah terjadi berbulan-bulan terakhir, dimana dana yang tidak pernah ada di sepanjang bulan, selalu menjadi ada di titik akhir pembayaran karyawan. Tidak hanya selama pandemi, saat dahulu jatuh pun Engkau selalu hadir dan ada untuk aku. Tuhan mujizat Mu nyata, aku hanya lah debu yang selalu merindukan sentuhan kuasa Mu yang besar.
Terima kasih Tuhan untuk selalu ada untuk kami semua. Dan saya percaya bahwa kuasa Nya yang sedemikian besar ada untuk kita semua. Yang dibutuhkan hanyalah doa dan usaha, karena doa merubah segalanya. Doa mendatangkan mujizat.
“Mintalah maka akan diberikan kepadamu, carilah maka kamu akan mendapat, ketuklah maka pintu akan dibukakan bagimu”
Ini titik balik ku Tuhan. Aku akan semakin melayanimu, dan berjanji untuk sesisa hidupku tidak akan meragukan kuasa Mu yang besar. Yang aku lakukan adalah percaya dan percaya. Mujizat itu nyata.
1 September 2021
05/08/2021