Segala Motivasi

Segala Motivasi

Share

Segala Bentuk Kata Motivasi Terpopuler

13/04/2020

𝐆𝐞𝐥𝐚𝐬 𝐊𝐨𝐬𝐨𝐧𝐠 𝐄𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐁𝐨𝐛 𝐒𝐚𝐝𝐢𝐧𝐨

"If you want to become full, let yourself be empty."
Lao Tzu 604-531 SM

Almarhum Bob Sadino, pengusaha yang senang bercelana pendek, s**a melontarkan kata-kata arif yang layak kutip. Kata-kata ini ia rumuskan dari pengalaman hidupnya sendiri. Salah satunya berbunyi seperti ini: “Setiap bertemu dengan orang baru, saya selalu mengosongkan gelas saya terlebih dahulu.”

Kearifan gelas kosong sebenarnya bukan hal baru, tapi tak semua orang mau memungut kearifan ini untuk dirinya. Memang dibutuhkan kerendahan hati untuk mengosongkan gelas ketika mau bertemu orang baru. Eyang Bob Sadino melakukannya agar gelas kosongnya dapat diisi air baru—yang segar dan mencerahkan.

Pengosongan ini semacam persiapan untuk menampung banyak hal yang mungkin dapat diserap dari orang yang baru kita jumpai: pengalaman, pandangan, kearifan, bahkan mungkin p**a ketidaktahuan—kita pun dapat belajar dari ketidaktahuan seseorang yang begitu arif sehingga merasa tidak tahu apa-apa. Perjumpaan dengan orang lain adalah peluang untuk belajar dan menangguk kearifan dari pengalaman hidup mereka.

Bila kita bertemu seseorang yang baru kita kenal dengan gelas penuh, sangat mungkin ketika kita berusaha menampung ‘kucuran air kearifan’ dari orang tersebut, banyak air yang luber dari gelas. Mubazir.

Meski begitu, mungkin p**a gelas kosong itu tidak akan terisi penuh ketika kita berpisah dengan orang itu. Sebab, kendati kita datang dan bertemu dengan membawa gelas kosong, kita tetap perlu memasang filter agar tak semua hal masuk ke dalam gelas. Penyaring itu akan memilah yang terang dari yang gelap, yang kreatif dari yang destruktif, yang bermanfaat dari yang mubazir.

Kita serap sari pati dari pengalaman yang dibagikan orang lain yang bisa membuat kita ikut menjadi arif. Bila itu kesalahan, kita dapat memetik kearifannya tanpa ikut berbuat salah.

Gelas kosong ini mungkin agak berbeda dengan gelas kosong seperti yang diangankan Pete Townshend, gitaris dan penulis lagu The Who, dalam album solo pertamanya yang berjudul Empty Glass.

“Idenya, ketika engkau mengunjungi kedai minuman—yang tak lain Tuhan, engkau tahu (dan engkau menginginkan kasih sayang-Nya) Dialah yang memberimu minuman, dan yang engkau harus sorongkan kepada-Nya adalah gelas kosong. Engkau tahu, tidak ada tempat bagi-Nya untuk mengisi jika hatimu sudah penuh lebih dulu dengan yang lain..,” kata Townshend, yang terilhami oleh Hafiz, penyair Persia.

Di dalam kekosongan itu, kita berusaha semampu kita menampung semua yang dilimpahkan-Nya tanpa menggunakan penyaring. Sebuah penerimaan total—tapi, alangkah tidak mudahnya. Seringkali, kita justru memasang filter ketika menerima limpahan-Nya. Kita cenderung memilih yang kita s**a dan menghalau yang tak kita s**a.










Risma Mahandika Satrio Piningit Ali Idris Salamun Sal Azkiya Natasya Aisyah Afida Shirin Gmnu

13/04/2020

Seseorang tak mungkin bisa menyerap pengetahuan baru selama ia merasa dirinya sudah tahu dan lebih pintar. Ibarat sebuah gelas, gelas penuh tak akan bisa diisi lagi karena akan selalu menumpahkan tambahan air yang baru. Kosongkan gelasnya, baru kita bisa menambahkan air baru yang menyegarkan.

Agar mampu menyerap pengetahuan atau ilmu baru, jauhkan diri dari kesombongan karena merasa sudah tahu segalanya. Beri ruang untuk belajar menerima hal-hal baru. Maksimalkan pikiran kita dengan mengolah dan menumbuhkan wawasan baru, dengan tanpa meninggalkan ilmu lain yang sudah kita punya. Karena ilmu yang kita punya pun, pasti akan mengalami perubahan sesuai dengan pertumbuhan kita dan perkembangan zaman.

“Empty your cup so that it may be filled,” kata Bruce Lee (1940-1973). Kosongkan cangkirmu agar bisa diisi! Tokoh legendaris ini juga menyebut “Become devoid to gain totality. Menjadi hampa akan memperoleh keuntungan yang total.”
Jadi, sudahkah kita mengosongkan cangkir pikiran untuk belajar menerima hal-hal baru, dan siap memaksimalkannya untuk kebaikan?
Salam sukses luar biasa!!!







Satrio Piningit Risma Mahandika Ali Idris Salamun Sal Azkiya Natasya Aisyah

18/09/2018

Islam itu menutupi aib orang lain Habib Syech Abdul Qodir Assegaf

























































Salamun Sal
Elang Dhika
Satrio Piningit
Ali Idris
Salsabila Assyfa Zaskia
Azkiya Natasya Aisyah

17/09/2018

Pengen nangis liat nya

05/09/2018

Selamat hari Minggu.

Selamat menikmati refleksi dari pastor Anthony De Mello, SJ.

04/09/2018

Itulah yg dinamakan paradigma. Dari sudut pandangan mana kita melihatnya. Jadilah orang bijak sehingga kita bisa melihat permasalahan dari dua sudut pandang dan bisa menerima pandangan orang lain. Seperti gambar ini. Ada yang bilang gambar wanita muda sedang menoleh ke belakang, ada p**a yg bilang gambar wanita tua yg usianya lebih dari 70 tahun.

04/09/2018

Tidakkah anda ketahui bahwa untuk setiap apa yang kita tanam, tidaklah musti kita yang bakal menuainya, kadang-kadang kita kalah duluan sama codot

Want your business to be the top-listed Gym/sports Facility in Yogyakarta City?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Address


Jalan Candi Borobudur 379
Yogyakarta City
65711