Dr. Luciana Sutanto

Dr. Luciana Sutanto

Share

Saya dokter spesialis kesehatan metabolik, kontrol berat badan, keseimbangan hormon, dan nutrisi preventif.

Saya membagikan edukasi, rekomendasi pasien, penjelasan ilmiah, serta tips praktis untuk hidup lebih sehat.

03/07/2026

Why the body retains water and we feel “bloated”

Many people have experienced moments when the body feels heavier or slightly swollen, even though eating habits have not changed much. In many cases, this is related to fluid retention, a condition in which the body holds more water than usual.

The human body is composed of about 60% water, and fluid balance is regulated by various systems: hormones, kidney function, salt levels, and blood circulation. When one of these factors changes, the body may temporarily retain more fluid. As a result, a person may feel more bloated, clothes may feel tighter, or the number on the scale may increase slightly in a short period of time.

Some common factors that can influence fluid retention include consuming more salt than usual, hormonal changes, lack of sleep, stress, or changes in physical activity levels. In women, hormonal fluctuations during the menstrual cycle can also cause the body to retain water at certain times.

It is important to understand that changes like this are not always related to fat gain. Fluid retention is often temporary and can vary from day to day depending on the body’s condition.

Understanding how the body regulates fluids helps us view weight changes more calmly. The body is a dynamic biological system, and small fluctuations are often part of natural processes that occur every day.

02/26/2026

Peran kelenjar tiroid dalam berat badan: Kapan tubuh mulai “mengerem”?

Kelenjar tiroid adalah salah satu pengatur utama kecepatan metabolisme. Terletak di bagian depan leher, kelenjar kecil ini menghasilkan hormon yang membantu mengatur bagaimana sel-sel tubuh menggunakan energi. Ia bekerja seperti “pengatur kecepatan” bagi sistem metabolik kita.

Ketika produksi hormon tiroid berada dalam keseimbangan, tubuh menggunakan energi secara efisien dan stabil. Namun jika produksi hormon menurun, proses metabolik dapat melambat. Seseorang mungkin merasa lebih mudah lelah, sensitif terhadap dingin, dan mengalami kesulitan menurunkan berat badan. Dalam beberapa kasus, berat badan dapat meningkat meskipun pola makan tidak berubah secara signifikan.

Penting untuk dipahami bahwa tiroid tidak hanya berkaitan dengan berat badan. Hormon tiroid juga memengaruhi detak jantung, suhu tubuh, suasana hati, hingga fungsi pencernaan. Karena itu, jika muncul tanda-tanda metabolisme melambat, evaluasi sebaiknya dilakukan secara menyeluruh, bukan hanya berfokus pada angka di timbangan.

Di sisi lain, tidak semua perubahan berat badan disebabkan oleh gangguan tiroid. Faktor seperti stres kronis, kurang tidur, perubahan aktivitas fisik, dan pola makan juga dapat memberikan efek yang serupa. Pendekatan yang komprehensif membantu membedakan penyebab dan menentukan langkah selanjutnya.

Memahami cara kerja tiroid membantu kita menyadari bahwa metabolisme adalah sistem yang dinamis dan sensitif. Ketika tubuh tampak “mengerem”, sering kali ada alasan fisiologis di baliknya yang perlu dipahami dengan tenang dan objektif.

02/23/2026

Bagaimana metabolisme basal bekerja dan mengapa dua orang dengan berat yang sama bisa menurunkan berat badan secara berbeda

Metabolisme basal adalah jumlah energi yang dibutuhkan tubuh saat istirahat untuk mempertahankan fungsi vital seperti bernapas, detak jantung, menjaga suhu tubuh, dan aktivitas otak. Tanpa kita sadari, pengeluaran energi ini mencakup sebagian besar kebutuhan energi harian dan bersifat sangat individual.

Karena itu, dua orang dengan berat badan yang sama belum tentu mengalami proses penurunan berat badan yang sama. Salah satu faktor terpenting adalah komposisi tubuh. Jaringan otot membakar lebih banyak energi dibandingkan jaringan lemak, bahkan saat tubuh tidak aktif. Seseorang dengan massa otot yang lebih tinggi cenderung memiliki metabolisme basal yang lebih tinggi, meskipun angka pada timbangan sama.

Faktor hormonal juga berperan besar. Hormon seperti insulin, hormon tiroid, kortisol, dan hormon reproduksi memengaruhi bagaimana tubuh menggunakan serta menyimpan energi. Perbedaan kecil dalam keseimbangan hormon dapat menghasilkan respons metabolik yang berbeda terhadap pola makan yang sama.

Selain itu, riwayat metabolik juga penting. Periode diet sangat ketat, stres kronis, atau kurang tidur dalam jangka panjang dapat membuat tubuh beradaptasi dengan menurunkan pengeluaran energi. Dalam kondisi ini, metabolisme basal bisa menjadi lebih rendah, sehingga proses penurunan berat badan terasa lebih lambat.

Memahami cara kerja metabolisme basal membantu kita melihat proses pengelolaan berat badan dengan lebih realistis. Perbedaan hasil bukan semata-mata soal kemauan, melainkan soal fisiologi masing-masing individu. Setiap tubuh memiliki ritme dan respons yang unik, dan pendekatan yang selaras dengan kondisi tersebut cenderung lebih berkelanjutan.

02/22/2026

Mengapa setelah usia 30–35 tahun metabolisme melambat dan berat badan cenderung “bertahan”

Setelah memasuki usia 30–35 tahun, banyak orang mulai merasakan bahwa tubuhnya tidak lagi merespons seperti dulu. Berat badan lebih mudah bertahan, dan proses penurunan terasa lebih lambat meskipun pola makan tidak berubah secara drastis. Hal ini bukan sesuatu yang tiba-tiba atau tidak normal, melainkan bagian dari proses fisiologis alami.

Salah satu faktor utamanya adalah penurunan massa otot secara bertahap seiring bertambahnya usia. Jaringan otot membakar lebih banyak energi dibandingkan jaringan lemak, bahkan saat tubuh sedang beristirahat. Ketika massa otot berkurang, kebutuhan energi dasar tubuh juga menurun. Akibatnya, metabolisme basal menjadi lebih lambat dan tubuh lebih efisien dalam menyimpan energi.

Selain itu, terjadi p**a perubahan hormonal. Insulin, hormon tiroid, kortisol, serta hormon reproduksi mulai berinteraksi secara berbeda dibandingkan masa muda. Tubuh bisa menjadi lebih sensitif terhadap stres, kurang tidur, dan pola hidup yang tidak teratur. Kombinasi faktor ini dapat memengaruhi cara tubuh menggunakan dan menyimpan energi.

Perubahan gaya hidup juga berperan. Aktivitas fisik spontan sering kali berkurang, waktu duduk lebih lama, serta tanggung jawab kerja dan keluarga meningkat. Bukan satu faktor tunggal, melainkan akumulasi perubahan kecil yang berdampak pada keseimbangan metabolik.

Penting untuk dipahami bahwa perlambatan ini bukan tanda kurang disiplin atau kegagalan pribadi. Ini adalah bentuk adaptasi tubuh terhadap fase kehidupan yang berbeda. Memahami proses ini membantu kita melihat pengelolaan berat badan dengan lebih realistis, sabar, dan selaras dengan kondisi fisiologis masing-masing individu.

Want your business to be the top-listed Gym/sports Facility in Los Angeles?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Website

Address


Jalan Taman Duta I, Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta 12310
Los Angeles, CA
9000112310